4 Pertanda Keras Video bakal Jadi Kunci Memenangi Perang Opini

Ngelmu.com 29/8, Jakarta – Konten Video yang tepat sasaran tak lama lagi bakal menjadi kunci utama memenangkan perang opini di Indonesia. Setidaknya ada Empat Pertanda yang bisa menjadi Bukti Keras hal tersebut.

1. Demam Videografi Anak Negeri

Jika sedang dalam perjalanan menggunakan kendaraan di jalan raya, coba perhatikan keberadaan anak-anak yang berkumpul di pinggiran jalan. Mereka menyorongkan gadget mereka sambil melambai kepada kendaraan yang akan lewat. Mereka berharap mobil yang lewat membunyikan klaksonnya lalu gadget mereka merekam persitiwa itu.

Ini ibaratnya “sedekah klakson”. Anak-anak yang berhasil memiliki rekaman kendaraan yang membunyikan klakson itu, seakan memiliki “social currency” atau mata uang sosial yang lebih tinggi dibanding anak lainnya. Apalagi bunyi klakson yang berhasil direkamnya penuh kejutan dan ada beda dari yang lainnya. Teroret..teroreeet.

Saya kira saya hanya menjumpainya di sekitar Depok, Jawa Barat tempat tinggal saya. Tapi ternyata saat saya melintas di wilayah Tangerang lalu ke Cilegon, Anyer hingga Pandeglang, demam video klakson ini sedang mewabah. Bahkan beberapa hari lalu, saya juga menemukan aksi serupa di pedalaman Kota Klaten Jawa Tengah, tepatnya di daerah pesawahan Delanggu. Sejumlah siswa SMA melambai-lambai ke arah mobil yang datang berharap membunyikan klakson.

Umumnya kalangan dewasa salah menduga tujuan aksi mereka. Ada yang mengira anak-anak itu ingin minta tumpangan, ada yang menduga sedang berusaha mendapatkan foto bis untuk tugas sekolah, ada yang mengira mereka sedang menangkap pokemon dan lain-lain.

Gejala demam videografi anak negeri ini bisa menjadi bukti keras pertanda “boomingnya” konten video tak lama lagi dari sekarang. Jika di level anak-anak saja hal ini sudah mewabah, bukan tidak mungkin konten video yang pas, dapat mempengaruhi dan menggugah hati nurani mereka.

2. Berbalas Video dari TKI

Mulai maraknya produksi konten video dan mengkonsumsinya juga tidak hanya terjadi di kalangan anak-anak, tapi juga di kalangan pekerja Indonesia di luar negeri alias TKI.

Video Tery Yanti Safitri TKI yang bekerja di Hongkong, yang di dalam videonya dianggap menghina cowok Indonesia, mendapatkan jumlah penonton yang cukup banyak.

Bahkan video serupa juga diproduksi TKI yang bekerja di Taiwan, di antaranya:

Video Penak yo penak Bayangno Rumangsamu Sumpah Bikin Ngakak

Video TKI Taiwan Prista Apria Risty “Penak to Yo Penak Rumangsamu” Curhat Di facebook

TKI Taiwan RUMANGSAMU turu karo bojone UWONG YO penak rumangsamu

Respon beragam bahkan “keras” lalu muncul melalui sejumlah video yang juga ditonton oleh Netizen.

Video curhat balasan video TKW TKI Penak Penak Rumangsamu, cowok indonesia

Cowok Video Jawaban Untuk TKI dan TKW Yang Pamer

Perang Video ini bahkan berujung pada munculnya video baru yang mengungkap permohonan maaf
TKW Hongkong atas perbuatan menghina kuli sampai pakai aksi menangis. Namun sayang video itu kini sudah dihapus. Bahkan sampai dibuatkan lagu khususya,

Lagu berjudul Rumangsamu Yo Penak ā— Lagu Terbaru Prista Apria Risty

Kondisi ini juga bahkan membuat si videografernya alias kameramennya merasa bersalah dan perlu menyampaikan maafnya.

Gejala Berbalas Video ini merupakan bukti keras kedua yang bakal menempatkan video menjadi salah satu “tools” yang menentukan di ajang pertarungan opini saat ini.

3. Video Kreasi Teman Ahok

Tak bisa dipungkiri, para pengusung calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah menggunakan media video untuk mendapat dukungan melalui tagar #SayaSudah. Kumpulan anak=anak muda ini terang-terangan mengajak publik terutama kalangan anak muda untuk mendukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Empat anak muda sengaja membuat music video (MV) dengan tagar #SayaSudah untuk mengajak warga DKI Jakarta yang belum mengumpulkan KTP guna mendukung Ahok melalui jalur independen yang diunggah ke situs berbagi video terbesar Youtube pada hari Selasa (15/03/2016). Anak anak muda kreatif yang menamakan dirinya Cameo Project tersebut memberikan peringatan kepada warga DKI Jakarta untuk menyisihkan waktu luang dari kesibukan mereka masing masing guna mengisi formulir dukungan melalui Teman Ahok.

Dalam video yang diunggah di youtube berdurasi sekitar 6 menit tersebut, mereka menjelaskan jumlah KTP yang dibutuhkan untuk mendukung Ahok serta bagaimana cara mengisi formulir untuk mendukung Ahok. Keempat pemuda dalam video itu juga menyindir para pejabat yang masih terpaku dan takut di bawah naungan Partai Politik.

278.498x tayang per 29 agustus 2016 jam 15:21

Kampanye mereka juga dilancarkan melalui lagu yang direkam di vedio dan disebarkan melalui Youtube dan website temanahok.com.

270.170x tayang per 29 agustus 2016 jam 15:23 dan dipublikasikan tanggal 27 Mar 2016

Selain melalui lagu, Mereka juga membuat Parodi sehingga menarik perhatian kalangan muda dan gaul.

Gua sih Nyantai Aja – Story of Ahok (Parody Uptown Funk by Mark Ronson and Bruno Mars)

514.718x tayang  per 29 agustus 2016 jam 15:25

Bukan hanya lagu dan parodi, mereka juga berkampanye melalui video stand up comedy

434.391x tayang per 29 agustus 2016 jam 15:27

4. Video Viral Remaja Susut 20Kg Hingga Tak Dikenali Orangtuanya

Di dalam video berdurasi 7,25 menit yang telah ditonton lebih dari 4,4 juta pasang mata itu (per 29/8 2016), pria yang lahir dan besar di Medan, Sumatera Utara ini, bisa membuat tak dikenali kedua orangtuanya sendiri.

Sepanjang 3 tahun kuliah di Lobdong Inggris, Sosok Hadi yang tambun, susut sebanyak 20 kilogram karena menjalani pola hidup sehat.

Hadi lalu diam-diam pulang ke Medan dan mempersiapkan kejutan di sebuah restoran dengan bantuan kedua saudara laki-lakinya.

Dengan kamera yang sudah dipersiapkannya, mahasiswa universitas bergengsi Imperial College London ini berlagak seperti orang asing di meja lain sambil asik bersantap. Di meja yang berjarak lumayan dekat, dua saudaranya juga sedang menyantap hidangan dengan kedua orangtuanya.

Video itu merekam bagaimana ayah dan ibunya penasaran hingga muncul suasana haru dan bahagia. Video ditutup dengan Hadi memanggil ayah dan memeluk ayahnya lalu kemudian memicu tawa luar biasa.

Ini Juga Pertanda ke-empat yang akan menjadi bukti keras bahwa “video” akan menjadi senjata yang menetukan dalam perang opini saat ini.

Teknologi Video Terus Berkembang

Sementara itu munculnya demam video 360 derajat atau perangkat virtual reality (VR), membuat produsen chip, Intel untuk fokus mendukung teknologi tersebut. Perusahaan dilaporkan membangun studio virtual reality di Los Angeles, Amerika Serikat seperti dilansir Engadget, Rabu (17/8/2016).

CEO Intel, Brian Krzanich menyebut studio mereka dengan nama Intel Tech Experience Labs. Kabarnya, studio itu bakal ditujukan untuk proyek virtual reality yang berkaitan dengan hiburan dan olahraga. Website VentureBeat mengungkapkan, studio itu akan dibangun mendukung teknologi replay 360 derajat yang dibeli Intel awal tahun ini. Seperti diketahui, Intel mengakuisisi perusahaan Replay Technologies beberapa bulan lalu.

Kenapa Generasi Millenial Menyukai Video?

Dalam sesi meet up di Social Media Week 2016 di Senayan City (26/4), Prami Rachmadi, CEO KMK, perusahaan induk vidio.com menyebut ada 5 alasan utama, yakni Fun, Up to date, Dreamy, Being famous dan Earn money.

Ada banyak sekali video bertebaran di Youtube atau platform video lainnya. Tapi tidak semua video mendapatkan jumlah viewer yang tinggi.

Ini Tips dari Prami Rachmadi agar video yang diproduksi dapat mendulang banyak pemirsa:

1. Video harus relevan tapi Menarik

Misalnya Jika kita membikin video tentang pelajaran matematika. Satu video menampilkan guru sekolah SD biasa, sedangkan satu lagi menampilkan Farah Quinn. Tentu saja akan lebih mengundang perhatian video Farah Quinn walaupun isinya sama.

2. Kontekstual

Contohnya David Beckham terlihat keren dengan tato, tapi seorang hakim tidak cocok jika tatoan.

3. Insight

David Beckham berasal dari keluarga buruh tapi berhasil menjadi pesepakbola selebriti dan memiliki keluarga yang harmonis. Perjalanan hidupnya insightful dan menyedot atensi orang.

4. Tepat waktu

Jangan memposting video tentang tutorial memasak saat bulan puasa di siang hari.

 Faktor Lain

Prami mengakui, kombinasi keempatnya sangat sulit apalagi harus mengikuti kaidah “search-friendly”. Perlu ada upaya SEO (Search Engine Optimation) yang bagus karena anak zaman sekarang malas dan menonton hanya video yang tersaji di depannya, yang biasanya di-share oleh orang lain alias search-friendly.

Prami juga menambahkan untuk benar-benar memahami segmen yang disasar. Telusuri lebih jauh video-video yang disukai oleh segmen yang dituju, lalu video diadaptasi sesuai tren tersebut. Ia juga menyebut video musik dan komedi sebagai kategori yang jadi favorit sepanjang waktu.

Sebelumnya, Berdasarkan prediksi PwC, di tahun 2020 populasi manusia di Bumi
mencapai 7,4 miliar jiwa. Separuhnya (52 persen), atau 3,84 miliar orang
sudah menggunakan layanan internet mobile via smartphone atau tablet
dan sekitar 82 persen pengguna internet mobile secara aktif menonton
video lewat gadget.

Menurut perusahaan raksasa jaringan di
dunia, Cisco, ada sekitar 75 persen penggunaan data di 2020 ditujukan
untuk streaming video. Tak kurang dari 7 triliun video YouTube bakal
diposting saat itu, termasuk 81 triliun foto di Instagram.

Sementara
tahun 2020 diprediksi menjadi tahun kelahiran teknologi internet kilat
ā€˜5Gā€™. Hal ini meningkatkan rata-rata kecepatan internet global menjadi
6,5Mbps, Wow!

(Firtra dari berbagai sumber)