7 Tips Berkebun ala "Green Living"

Kegiatan berkebun, secara kasat mata, identik dan sepertinya tidak berdampak negatif bagi lingkungan. Sebaliknya, berkebun menjadi salah satu kegiatan, yang tampaknya, harus diperbanyak dan digiatkan di setiap rumah tinggal. Selain bermanfaat untuk melepas stres dari rutinitas pekerjaan, berkebun dipercaya mampu membantu dunia jadi lebih baik.

Tentu saja, fokusnya terletak pada penanaman tumbuhan baru dan dampaknya secara global. Meski tidak bisa dikatakan sumbangsih yang besar, namun apa yang terjadi bila semua keluarga di bumi ini memiliki kebun di rumahnya? Akan kian banyak tumbuh-tumbuhan yang mendapat ruang untuk mengurangi dampak buruk dari polusi industri hari ini.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita berkebun. Penting karena bila hal-hal tersebut tidak dilakukan, kegiatan berkebun malah dapat menjadi kegiatan yang menyumbangkan kerusakan juga pada ekosistem dan lingkungan. Ide-idenya sederhana, dan pasti dapat dilakukan oleh semua orang yang mencintai aktivitas berkebun.

  • Hindari penggunaan selang air. Menggunakan selang, seperti yang kerap kita lakukan, mrmbuat kita kurang mempertimbangkan banyaknya air yang keluar. Kita menjadi lebih boros dalam pemakaiannya. Menyiram kebun dengan selang memang lebih praktis, namun harus diakui bahwa kendali kita atas air menjadi berkurang dan lebih asyik pada kegiatan menyiram. Di satu sisi, kita ingin pohon-pohon di kebun kita mendapatkan pasokan air untuk pertumbuhan, di sisi lain air yang dipakai sering terlalu banyak. Tanaman pun dapat rusak bila air yang diterimanya berlebihan. Sebagai gantinya, gunakan kaleng penyiram tanaman atau bisa pula memakai ember. Dengan begini, air lebih dapat ditakar dan terbatas. Untuk menghemat pemakaian air, kita juga dapat menggunakan hujan sebagai penyiram tanaman yang alamiah. 
  • Siram tanaman di sore hari. Ini dimaksudkan agar air mudah terhisap ke dalam akar. Hindari menyirami kebun pada suang hari, sebab proses penyerapan tidak akan maksimal karena air mudah menguap pada kondisi tersebut. 
  • Jangan biasakan memotong rumput terus-menerus. Untuk sementara waktu, biarkan rumput di halaman kebun meninggi sedikit. Manfaatnya, air yang dikonsumsi oleh mereka menjadi lebih sedikit. 

  • Hindari pembakaran sampah. Meskipun yang berserakan itu adalah dedaunan kering dari pohon yang Anda tanam. Pembakaran dapat menyumbangkan karbondioksida, yang mana mengganggu kebersihan udara dan bahkan perubahan iklim. 

  • Pilih pupuk dan pestisida organik. Pilihlah produk yang ramah lingkungan, sebab produk semacam itu bisa mengurangi polusi dan “bersahabat” dengan binatang. Bagaimanapun, pupuk dengan bahan kimia menyebabkan, bila terkumpul di lautan, keseimbangan siklus kehidupan. 
  • Tanam tanaman anti penyakit dan anti hama. Tumbuhan dan bunga seperti zodia, sereh, diyakini dapat mengusir serangan serangga. 
  • Jangan anti dengan bunga liar. Aturlah kebun Anda dengan menciptakan sebanyak mungkin unsur-unsur alami alam, seperti meletakkan sarang burung, membuat kolam dengan bebatuan alami, menanami sekelilingnya dengan pohon lokal dan masih banyak lagi. [Fatih Zam/Sumber:  wwf.or.id]