ACTA Laporkan Dugaan Money Politik Sembako ke Bawaslu DKI

Ngelmu.id – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) hari ini melaporkan dugaan
pelanggaran pemilu ke Bawaslu DKI Jakarta. Dugaan pelanggaran itu berupa
politik uang yang dilakukan dalam masa kampanye Pilgub DKI Jakarta.

“Kami dari tim reaksi cepat ACTA hari ini akan melapor
kegiatan kami tentang OTT politik uang oleh tim TRC di Kampung Melayu dan
Kalibata City, karena sesuai UU Pilkada kami harus bergerak cepat tidak boleh
membiarkan temuan yang berupa pelanggaran pilkada itu berlarut-larut sehingga
Bawaslu dapat cepat melakukan penyidikan dan penyelidikan,” kata Ketua
ACTA, Krist Ibnu sebelum melapor di Bawaslu DKI Jakarta, Minggu (16/4/2017) dikutip Detikcom.
Dalam pelaporan ini, ACTA membawa sejumlah barang bukti
berupa sejumlah sembako. Mereka juga membawa bukti lain yakni rekaman video.”Buktinya
ada sembako yang kami dapatkan dari saksi disana. Kami akan melapor kepada
komisioner Bawaslu 1 sampai 2 jam, selain sembako ada rekaman video,”
lanjut Ibnu.
Dia melanjutkan, dugaan pelanggaran itu didapat dari
laporan. Pihaknya juga akan tetap siaga mengawasi dugaan pelanggaran hingga
Pilgub selesai.”Kita dapat laporan dari Rumah Djoeang, kami akan siaga
sampai pilkada DKI selesai. Tingkat kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi
karena bentuk dari politik uang,” ujar Ibnu.
Peristiwa pembagian sembako di Kalibata City terjadi pada pagi
tadi sekitar pukul 08.30 WIB oleh sekelompok orang yang mengenakan kemeja
kotak-kotak. Menindaklanjuti dari kejadian tadi, Panwaslu Jaksel sudah turun ke
lapangan dan membubarkan kegiatan pembagian sembako.
“Pengawas TPS di Kalibata City mengetahui kejadian itu
kemudian menginformasikan kepada kami. Panwas langsung turun ke lapangan,
kemudian membubarkan itu karena pertama memang tidak ada pemberitahuan,
kemudian yang kedua juga ini sudah memasuki masa tenang, dan yang ketiga juga
ini orang-orangnya juga tidak ada informasi sama sekali,” ujar ketua
Panwaslu Jaksel, Ahmad Ari Masyhuri kepada wartawan, Minggu (16/4).