ACTA Pertanyakan Alat Bukti yang Jerat Habib Rizieq Sebagai Tersangka

Ngelmu.id, JAKARTA – Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Kris Ibnu T Wahyudi menyesalkan penetapan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus pornografi. Kris mempertanyakan alat bukti yang digunakan polisi dalam kasus tersebut, apakah didapat secara sah atau tidak.

Kris mengatakan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XIV/2016, jika aparat penegak hukum menggunakan alat bukti yang diperoleh dengan cara tidak sah atau unlawful legal evidence, “Maka hal ini tidak mempunyai nilai bukti di pengadilan.”

Kepada wartawan Kris mengatakan ACTA tidak percaya jika Rizieq melakukan chat mesum tersebut. Menurut dia, bukti percakapan video yang beredar di media sosial tampak sebagai rekayasa. “Banyak aplikasi  sederhana yang bisa digunakan untuk memalsukan percakapan video,” ujarnya.

Kris mengatakan ACTA mendukung aparat penegak hukum untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme termasuk dalam kasus Rizieq Syihab. Kami berharap agar aparat bekerja berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. “Bebas dari intervensi pihak manapun,” katanya.

Jika diminta, kata Kris, ACTA siap membela Rizieq Syihab secara hukum. Mulai dari mendampingi pemeriksaan di kepolisian. Melakukan upaya hukum lain berupa praperadilan. “Mendampingi sampai proses persidangan,” katanya.

Disisi lain, Kris menegaskan Habib Rizieq Shihab merupakan seorang patriot yang akan menghadapi kasus hukum yang menimpanya di Indonesia.

“Secepatnya beliau akan datang. Beliau patriot bukan penakut. Dia masih di Makkah karena ibadah umrah. Dan kan kalau ibadah umrah berhari-hari jadi harus konsentrasi ibadah dulu,” kata Kris.

Krist pun mengatakan, pihaknya siap mengawal proses hukum Habib Rizieq hingga pengadilan. Bukan hanya itu, ACTA juga sudah menyiapkan langkah hukum atas penetapan tersangka Habib Rizieq dengan mengajukan gugatan praperadilan.

‎Menurutnya, langkah tersebut diambil lantaran ACTA berkeyakinan Habib Rizieq tidak melakukan perbuatan tersebut. ACTA pun sudah menyiapkan 100 anggotanya untuk melakukan pendampingan hukum terhadap pentolan FPI tersebut.

“ACTA akan menurunkan 100 anggota, kami akan bergabung dengan Advokat pembela ulama yang dipimpin Egi Sudjana,” jelas Krist.

Kepolisian telah menetapkan Rizieq Syihab sebagai tersangka dalam kasus pornografi. Ia dijerat dengan Pasal 4, 6, dan 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Rizieq diduga terlibat dalam percakapan WhatsApp berbau pornografi dengan Firza Hussein yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi telah dua kali memanggil Rizieq dalam kasus ini, tapi ia mangkir. Bahkan polisi telah menerbitkan surat penjemputan paksa. Rizieq saat ini masih berada di luar negeri dan belum memenuhi panggilan kepolisian. Adapun pengacara Rizieq sebelumnya menyebut kliennya itu tengah berada di Arab Saudi.