Akibat Menjadi Orang Baik

Ngelmu.com, Jakarta – Dalam
sebuah seminar di tahun 2014, saat itu Anies Baswedan mendapatkan kehormatan
untuk menyampaikan argumen nya tentang Indonesia agar menjadi sebuah negara
yang lebih baik, maka Indonesia membutuhkan kurang lebih 1.743 orang baik guna
memimpin 546 Pemerintah Daerah, 157 Kementerian atau Lembaga Setingkat
Kementerian atau Lembaga Pemerintah non-kementerian, 140 BUMN, 490 perusahaan go public, dan 120 bank umum.
opini.id
Kenapa harus orang baik yang
memimpin? Karena pada 1.743 posisi itu adalah posisi yang mengurus dan
mengelola kepentingan masyarakat. Maka sudah sewajarnya jika orang-orang yang
ada di sana adalah orang baik. Jika orang baik yang memimpin di posisi
tersebut, tentu akan baik juga pengelolaannya.
Kita patut lebih bersyukur saat
ini lantaran semakin banyak bermunculan orang-orang baik yang berani mengambil
resiko dalam mengisi jabatan yang berurusan dengan kepentingan orang banyak
baik itu di lingkungan pemerintah, maupun yang berada di luar pemerintahan.
Banyak contoh yang bisa kita
rujuk sebagai pembuktian, bagaimana efek keberadaan orang baik di suatu posisi
memberikan dampak kebaikan juga kepada lingkungan yang dipimpin. Surabaya yang
beruntung dibawah seorang Tri Rismaharini. Buktinya kota metropolitan yang
berada di timur pulau Jawa ini berhasil mendapatkan piala Adipura selama 7
tahun berturut-turut. Selain piala Adipura, tidak terhitung pula berbagai
penghargaan nasional dan Internasional yang diraih Surabaya selama dipimpin
Risma. Ditangannya Surabaya mendapatkan segudang prestasi, salah satunya pada
tahun 2014 Risma dinobatkan sebagai Walikota terbaik ketiga dunia oleh The
World Major Prize.
Bandung yang beruntung digenggam
oleh Ridwan Kamil terus berubah menjadi kota yang Livable and Lovable City. Kang Emil dapat
menuntun jajaran birokrasi Pemerintah Kota Bandung maupun seluruh komponen
masyarakat untuk berjibaku membenahi kota Bandung. Alhasil, dalam 3
tahun dalam genggaman kepemimpinan Ridwan Kamil, Bandung banyak mengalami perubahan yang konstruktif, baik secara
fisik maupun non fisik. Seperti halnya Surabaya dibawah kepemimpinan Risma,
Bandung dibawah kepemimpinan Kang Emil juga menyandang banyak penghargaan
nasional maupun internasional. 
Contoh yang fenomenal adalah sebuah penghargaan
Akuntabilitas Kinerja Terbaik Nasional Tahun 2015 dengan predikat A (hanya
satu-satunya kota/kabupaten yang meraih nilai A). Selama 2 tahun Emil mampu
mendongkrak peringkat kinerja pemerintahan kota Bandung awalnya berada di peringkat 400
menjadi peringkat 1 tingkat nasional.
Itulah beberapa contoh efek keberadaan orang baik
ketika berada di posisi vital untuk mengurus urusan publik. Keberadaan
orang-orang baik tersebut menghadirkan kebaikan pada urusan yang dikelolanya.
Dan kebaikan tata kelola yang dihadirkan tersebut bermuara pada hadirnya
kenyamanan dan kebahagiaan bagi masyarakat yang merasakan pelayanannya.
Kita tentu berharap bahwa akan semakin banyak
orang baik yang berani untuk mengambil tanggungjawab, menjadi bagian dari 1.743
orang pemegang urusan publik. Karena sebetulnya hari ini Indonesia tidak pernah
kekurangan stok orang baik. Stok orang baik pasti melimpah. Tetapi orang baik
yang berani untuk turun tangan, stoknya masih jauh dari harapan.
Akhir kata, ada sebuah pepatah indah yang memiliki makna yang luar biasa yaitu “Good people bring out the good in other people ” – Annonym