Aksi Bakar Lilin Disesalkan Karena Banyak Sekali Langgar Hukum

Ngelmu.id – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyesalkan aksi bakar
lilin yang baru-baru ini sering dilakukan oleh para pendukung terpidana kasus
penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Apalagi, tema yang mereka usung
selalu mengangkat tema “Demi Pancasila dan NKRI”, sehingga muncul kesan
seolah-olah umat Islam kurang Pancasilais dan kurang cinta NKRI.

“Sangat menyesalkan kalau kemudian mereka melakukan
tindakan-tindakan aksi yang seakan mereka cinta NKRI tapi sebenarnya justru
banyak sekali melanggar hukum,” ujar Hidayat dikutip Republika.co.id,
Senin (15/5).
Menurut dia, para pendukung Ahok tersebut perlu belajar lagi
tentang Pancasila dan NKRI. Karena itu, Hidayat mengaku, sangat setuju dengan
niat Presiden Joko Widodo untuk membentuk lembaga Pemantapan Pemahaman dan
Pengamalan Pancasila.
Dikatakan Hidayat, jika massa pendukung Ahok tersebut melanggar
hukum, maka mereka sudah bertentangan jauh dengan apa yang diperjuangkan oleh
para founding father bangsa. “Karena memang kalau kemudian Pancasila itu
diartikan dengan tindakan anarkistis, yang melanggar hukum, tidak menghormati
keputusan pengadilan maka bertentangan dengan founding father,” ucapnya.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
ini juga menolak wacana yang sempat ditiupkan politisi PDIP bahwa akan
menghapus pasal penistaan agama. Menurut dia, jika penista agama dibiarkan dan
tidak ditindak maka justru hal itu tidak sesuai dengan Pancasila.
“Karena kecintaan kita pada NKRI kalau membiarkan
penistaan agama itu sama saja dengan mengkhianati apa yang dilakukan Sukarno.
Kau cinta Bung Karno, cinta Pancasila, dan NKRI maka hormatilah agama dan
jangan pernah berpikir untuk penghapusan pasal penistaan agama,” katanya.
Selain itu, menurut dia, dalam mengamankan aksi bakar lilin
tersebut polisi juga sudah tampak jelas melakukan diskriminasi. Pasalnya saat
aksi umat Islam polisi membubarkan hanya sampai 18.00 WIB . Sementara, massa
aksi lilin polisi dibiarkan hingga pukul 02.00 WIB dini hari.
“Kalau polisi diskriminatif maka polisi sendiri yang
justru membiarkan petilaku yang tidak sesuai dengan prinsip pancasila yang
tidak cinta pada NKRI,” pungkasnya.