Alumni 212 Galang Petisi Tolak Kriminalisasi Ulama, Long March Menuju Kantor Komnas HAM

Ngelmu.id, JAKARTA – Presidium Alumni 212 menggelar petisi tolak kriminalisasi terhadap ulama. Kali ini mereka mengemas aksinya dengan berjalan kaki mulai dari Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat menuju kantor Komnas HAM.

“Hari ini kita kembali menggelar petisi mendukung tim investigasi Komnas HAM untuk berani, tidak ragu dan tidak kendur dalam mengusut tuntas pelanggaran HAM, kriminalisasi, teror dan intimidasi yang dilakukan rezim penguasa saat ini terhadap ulama dan aktivis pro keadilan,” kata Ketua Presidium Alumni 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo, Jumat (19/5).

Dalam rilisnya, Presidium Alumni 212 mengajak umat muslimin dan muslimat dalam aksi bela para ulama dan aktivis dengan membubuhkan tanda tangan pada kain putih yang akan dibentangkan sepanjang rute long march. Aksi ini dimulai pukul 14.00 WIB, dimulai dari Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Aksi long march tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Komnas HAM yang saat ini sedang melakukan investigasi kriminalisasi ulama. Bahkan, diduga komisioner yang bertugas dalam tim investigasi tersebut mengalami intimidasi.

Sejumlah perempuan alumni 212 hilir mudik mengedarkan spidol besar. Nantinya, tanda tangan petisi akan dibubuhkan di atas kain putih tersebut. Tak lama berselang, para jamaah salat Jumat Masjid Sunda Kelapa yang telah usai melaksanakan salat Jumat berbondong-bondong membubuhkan tanda tangannya di atas spanduk.

Beberapa di antara mereka bahkan menyempatkan diri untuk berselfie usai menandatangani petisi.”Allahuakbar,” pekik mereka sambil mengepalkan tangan.

Idrus menambahkan, sejumlah tokoh agama dan tokoh nasional diperkirakan juga ikut hadir untuk memberikan dukungan kepada Komnas HAM.”Selain tokoh-tokoh Presidium Alumni 212, juga tokoh-tokoh HTI dan ormas lain yang kita undang,” tuturnya.

Mereka menilai pembubaran HTI dan kasus pidana yang melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dan ulama lainnya merupakan pelanggaran HAM.

Seperti diberitakan, Habib Rizieq Shihab saat ini sedang memperjuangkan nasibnya, dengan mengadukan kasus dugaan percakapan berkonten pornografi yang menyeretnya, ke komisioner Komisi HAM PBB.

Kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera menyampaikan, Rizieq sebenarnya tidak tahu menahu perihal kasus tersebut. Pihaknya menilai ada upaya politik untuk menjatuhkan karakter Rizieq sebagai ulama. Oleh karena itu, dia menilai ada unsur pelanggaran HAM dalam kasus tersebut. Tim hukum Rizieq sebelumnya telah melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM. Kini pihak Komnas HAM tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan itu