Alumni Bentuk Pusat Penanganan Krisis di SMA Taruna Nusantara

Ngelmu.id – SMA Taruna Nusantara yang beberapa waktu lalu dihentakkan oleh kasus pembunuhan salah satu siswanya, bergerak cepat untuk memulihkan situasi di lingkungan sekolah mereka. Salah satu rumah pamong (guru) yang sedang tidak dihuni di kompleks sekolah, yaitu rumah nomor P1 diubah menjadi pusat penanganan krisis.

Pusat penanganan krisis ini dikelola oleh pihak sekolah dengan dukungan  alumni. Alumni yang berpengalaman di trauma healing maupun berprofesi selaku psikolog bertugas di pusat penanganan krisis tersebut. Mereka terlibat aktif sejak Minggu (2/4), memberikan pertolongan pertama penanganan pasca trauma kepada siswa-siswi.

“Alumni membantu pelatihan trauma healing, manajemen stres, dan intervensi krisis kepada para siswa dan pamong SMA Taruna Nusantara. Saat ini sudah ada 27 alumni yang membantu ini dan akan terus bertambah,” jelas Rachmat yang juga Deputi CEO Bosowa Semen tersebut.

Dalam keterangan persnya Selasa (5/4), Ketua Ikatan Alumni Taruna Nusantara (Ikasara) Rachmat Kaimudin menyampaikan bahwa alumni SMA Taruna Nusantara memiliki ikatan yang kuat dengan almamaternya dan membantu setiap sekolah membutuhkan bantuan, termasuk membantu trauma healing siswa.

Ditambahkan oleh Rachmat alumni berusaha membantu keras mengembalikan psikologi siswa dan pamong agar kembali prima, karena pada tanggal 10 April mendatang akan berlangsung Ujian Nasional untuk SMA.

“Dalam waktu yang relatif pendek menjelang ujian nasional, kami nerusaha sebaik mungkin mengembalikan kepercayaan diri adik-adik kami kelas 3 untuk mengikuti ujian nasional dengan baik,” jelas pria yang juga menjabat sebagai salah satu Komisaris Bank Bukopin ini.

Rachmat menjelaskan pusat pusat penanganan krisis oleh alumni akan terus dibuka, bahkan setelah ujian nasional selesai. Menurutnya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan psikologi siswa dan juga pamong.

Kiprah Alumni

Dalam perjalanannya selama 27 tahun ini, tak kurang dari 6.900 alumni yang sudah dihasilkan SMA Taruna Nusantara. Tidak sedikit nama alumni SMA Taruna Nusantara yang menduduki posisi-posisi strategis di berbagai sektor. Beberapa alumni senior telah mencapai posisi top manajemen di beragam instansi pemerintahan serta BUMN. Sebagian lainnya telah duduk di manajemen beberapa perusahaan terkemuka Indonesia maupun mancanegara.

Mereka yang memilih berkarir di militer dan kepolisian cukup banyak meraih prestasi seperti oleh Bintang Adhimakayasa sebagai lulusan terbaik yang saat ini telah menduduki posisi strategis sebagai dandim dan kapolres serta komandan satuan tempur. Khusus angkatan Pertama, sebagian diantaranya telah memperoleh pangkat kolonel dan komisaris besar polisi termuda yang diantaranya menjadi ajudan Presiden RI.

“Integritas, Disiplin, kepemimpinan , jiwa korsa atau solidaritas, nasionalisme, dan semangat memberikan yang terbaik merupakan nilai-nilai yang sangat ditekankan selama tiga tahun mengenyam pendidikan di SMA ini. Hal ini merupakan bekal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan dan karir kami, ” ujar Rachmat.

“Hal yang kami lakukan ini masih belum bisa dibandingkan dengan utang budi kami yang sangat besar kepada almamater SMA Taruna Nusantara. Harapannya, dukungan dari kami, bisa membantu pihak sekolah dan terutama adik-adik kami untuk segera pulih dari situasi ini”, jelas Rachmat.