Anies: Kegiatan Keagamaan di Monas akan Dihidupkan, Majelis Taklim Bisa di Balai Kota

Ngelmu.id – Calon Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan
mengungkapkan niatnya mengembalikan kegiatan keagamaan di Monas. Meski
terbentur aturan yang berlaku soal wilayah Medan Merdeka, dia yakin bisa
menyiasatinya.

“Insyaallah bisa. Bisa dibuat aturannya,” ucap
Anies di sela acara peringatan Isra Mi’raj yang diinisiasi Majelis Rasulullah
di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2017).
Peraturan yang dimaksud adalah Keputusan Presiden (Keppres)
No 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI
Jakarta. Namun Anies belum mau mengungkap strategi yang akan digunakannya untuk
menyiasati itu untuk saat ini.
Dia juga menyampaikan maksudnya supaya Monas bisa kembali
digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti tablig akbar. Pernyataan ini segera
ditanggapi dengan seruan takbir ribuan jamaah yang hadir di Masjid Istiqlal.”Di
kampung-kampung majelis taklim kembali bisa dihidupkan. Di kelurahan, di
kecamatan, di tanah-tanah Wali Kota, termasuk Balai Kota bisa menjadi tempat
taklim bagi kita semua,” katanya.
Dia mengingatkan soal ideologi negara Indonesia, yakni
Pancasila sila pertama. Menurutnya ini bisa diimplementasikan dengan cara
negara memfasilitasi kegiatan keagamaan warganya. Ia memastikan semua agama
bisa difasilitasi.
Sementara, Pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al
Musawa juga mengemukakan harapannya agar target Anies dapat
terwujud.”Semoga acara tahunan di Monas bisa dikembalikan di Monas. Kami
mendoakan pemimpin, rakyat Jakarta, dan Indonesia,” ujar Habib Nabiel di
lokasi yang sama.
Senada dengan Anies dan Habib Nabiel, Ustaz Yusuf Mansyur
yang sempat memberi sambutan singkat di tengah acara menyampaikan harapan sama.
Dia meminta jemaah yang hadir untuk turut mendoakan.”Kita berdoa semoga
kita semua bisa kembali ke Monas,” tutur Ustaz Yusuf Mansyur.
Sebelumnya, Anies berjanji akan mengembalikan kegiatan
bermotif keagamaan yang sempat dibatasi jika menjabat nanti. Seperti takbiran
keliling dan tabligh akbar di Monas.
“Tadi saya terima permintaan, latihan penyembelihan
kurban supaya dibolehkan, takbiran, Monas dipakai majelis, rumah dinas dipakai
pengajian, kelurahan untuk majelis taklim, insyaallah akan kita kembalikan
semuanya nanti,” terang Anies dalam acara Peringatan Isra Mi’raj di Masjid
At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Senin (24/4).
Menurutnya, tidak ada alasan kegiatan-kegiatan di atas
dilarang. Pemerintah, kata Anies, membantu kegiatan masyarakat.”Negara
kita negara Pancasila. Artinya, kegiatan masyarakat dibantu pemerintah,”
ucapnya tegas.
Ucapan Anies langsung direspons positif oleh jemaah yang
berkumpul di Masjid At-Tin dengan mengiyakan ucapan Anies. Anies lalu
menjelaskan soal wacana pemberian izin tabligh akbar. Menurutnya, banyak warga mengeluh
karena terbatasnya ruang terbuka untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Agar
kegiatan tersebut dapat dilangsungkan kembali, Anies akan memanfaatkan
ruang-ruang terbuka di Jakarta.
“Mereka kalau untuk tablig akbar jumlahnya banyak,
malah justru membuat macet ketika dilakukan di jalan-jalan dan menutup jalan.
Tentu saja, karena itulah mengapa ruang-ruang terbuka bisa dipakai agak luas
sehingga tidak membuat macet karena ruang publik salah satunya adalah ruang
luas terbuka,” tutur Anies dalam kesempatan terpisah.
Anies juga menegaskan kembali bahwa ini merupakan salah satu
janjinya pada awal kampanye. Ketika ditanya apakah penyelenggaraan kegiatan
terbuka bagi semua agama, dia mengiyakan.
Sebagai informasi, menjelang Lebaran 2015, Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat melarang warga Ibu Kota tidak menyambut
malam takbiran secara berlebihan, apalagi dengan konvoi di jalanan. Hal ini
sebelumnya juga merupakan imbauan Polda Metro Jaya. Penertiban dilakukan
terhadap warga yang tidak mengindahkan keselamatan saat konvoi, seperti
pengguna motor yang acap kali tidak memakai helm dan menabuh beduk di atas
mobil bak terbuka.