Anies Sebut Ahok Bohongi Warga Jakarta Soal Reklamasi

Ngelmu.id – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
sempat menyindir Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat dirinya dituding
berbohong soal pengertian reklamasi.

Ahok menuding Anies berbohong karena mengatakan desain pulau
reklamasi berubah jika dibandingkan dengan Keputusan Presiden Nomor 52 tahun
1995.
Anies mengatakan, jika ada lahan baru di Jakarta, maka jika
terpilih menjadi gubernur akan digunakan untuk kepentingan publik. Pasalnya,
kata Anies, reklamasi yang sekarang beda dengan reklamasi yang dulu. Namun,
Ahok buru-buru menepis anggapan Anies tersebut.
“Saya kira jangan membohongi warga Jakarta begitu. Gambar
peta reklamasi bukan dari saya. Bahkan dulu ada 18 pulau, lalu1,5 pulau
dipotong karena arus air panas PLTU (pembangkit listrik tenaga uap),” ujar Ahok
dalam debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua, Rabu
(12/4/2017).
Ahok menuturkan bahwa reklamasi merupakan salah satu cara
untuk menggalang dana bagi pembangunan di Jakarta. Menurut Ahok, seluruh
kepentingan reklamasi berpihak kepada masyarakat. Ia mencontohkan dari lahan
reklamasi tersebut, seluruhnya bersertifikat milik Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta.
Menurut Ahok, hampir 48 persen lahan digunakan untuk
pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi DKI Jakarta. Kemudian,
sebanyak 5 persen lahan reklamasi yang bisa dijual bisa dipakai untuk nelayan
dan masyarakat. Ahok juga menuturkan seluruh lahan yang terjual, maka
pengembang berkewajiban menyetorkan 15 persen dari nilai jual objek pajak
(NJOP).
“Saya rasa benar jangan bohong dalam Pilkada. Tetapi warga
Bukit Duri tahu persis apa itu kebohongan dalam kampanye,” kata Anies
menanggapi pernyataan Ahok tersebut.

Sewaktu masa cuti kampanye 2012, Ahok pernah mendatangi
warga Bukit Duri. Dalam kunjungannya itu, Ahok berjanji tidak akan menggusur
warga Bukit Duri yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung.