Antisipasi Pendemo, Alasan Polisi Pindah Ahok ke Mako Brimob

Ngelmu.id – Terpidana kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja
Purnama dipindahkan ke Mako Brimob, Klapa Dua, Depok Jawa Barat guna
mengantisipasi massa pendemo.

“Sudah dipindahkan tadi malam, karena rutan kelebihan
kapasitas penghuni dan untuk mengantisipasi massa pendemo”, kata Kepala
Rutan Klas I Cipinang, Asep Sutandar saat dihubungi, di Jakarta, Rabu.
“Demi keamanan saja, demi rutan itu sendiri dan yang
bersangkutan. Penghuni rutan kan sampai 3.700 orang, padahal kapasitasnya 1.136
orang. Sementara petugas di sini sangat sedikit. Kalau ada demo berhari-hari di
sini, pekerjaan kami pasti terganggu,” katanya.
Pemindahan penahanan Basuki ini pun dikonfirmasi oleh
Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.”Informasinya demikian,”
katanya.
Kendati demikian Setyo mengatakan pemindahan penahanan bukan
kewenangan Polri. “Itu bukan kewenangan Polri ya, itu lapas yang
berwenang,” tegasnya.
Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara
menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun terhadap terdakwa kasus penodaan
agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pembacaan putusan di Auditorium
Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5).
Ali Mukartono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)
menyatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
langsung ditahan di Rutan Cipinang setelah divonis dua tahun penjara
oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.