Ayo Cerdas Literasi Media

Ngelmu.id – Semakin banyaknya media, baik itu cetak, digital seperti TV dan radio, ataupun media online membuat masyarakat jauh lebih mudah untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapatkan pun bisa terus up to date. Selain kemudahan dan keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat luas atas kehadiran beragam media tersebut, diperlukan juga kehati-hatian dalam menerima informasi yang beredar.

masyarakat harus lebih hati-hati dalam menyaring informasi. untuk itu dibutuhkan “Cerdas Literasi Media”. Karena tanpa Literasi Media, masyarakat akan mudah untuk termakan informasi bohong atau hoax. Pengetahuan Literasi Media dibutuhkan untuk menangkal informasi yang tidak benar yang bisa jadi akan berkembang besar menjadi fitnah. Fitnah akan sangat bisa mencederai kerukunan, ketenangan, dan kestabilan dalam kehidupan.

Saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak lahir media provokatif. Mootifnya bisa komersial (bisnis) dengan menampilkan berita-berita yang sensasional. Sehingga dibanjiri pembaca dan “gerakan masyarakat sekte copy-paste” yang senang berita abu-abu atau tidak jelas fakta kebenarannya. Dari pageview yang banyak dikunjungi, mereka bisa mendapat Iklan dari manapun termasuk Google Ads.

Media seperti itu bisa juga memiliki motif memecah belah dengan cara adu domba. Agar timbul perpecahan inter dan antar umat beragama. Sangat diperlukan cek dan ricek serta membandingakan dengan isi dari berita-berita lain yang membahas masalah yang sama. Ada baiknya kita tidak mudah percaya dengan berita yg provokatif tersebut.

Untuk menghilangkan (mematikan) media seperti ini mudah: jangan diakses, dipercaya apalagi disebar info yang didapatkan dari media-media tersebut!

Contohnya seperti artikel ini, ulasan:

1. Media Info Indonesia ini lahir pada 2017. Bisa dilihat dari info di websitenya. Sementara peristiwa yg terlihat pada foto “Juara Umum Hafalan Quran” tersebut terjadi pada 21 April 2016.

Berikut ini linknya; http://berindo77.blogspot.co.id/2017/08/media-kemana-indonesia-juara-umum.html

2. Pada tahun 2016, saat penghargaan diberikan, banyak media yg memberitakan. Bisa dicek di google search.

Kantor Berita Antara pun melakukan peliputan peristiwa tersebut secara mendalam. Jangan sampai umat Islam merasa minder dengan mengatakan; ini pasti tidak diliput media, media ke mana?, mana mau media meliput, dan ungkapan-ungkapan lainnya.

Jika ada kegiatan atau event keumatan yang memiliki news value, pasti akan diliput banyak media. Kalaupun kelihatan sulit mengangkat news value, maka peran kita semua untuk mempromosikan dan menjadi Public Relation berita dan informasi tersebut.

Perlu diketahui bahwa saat ini media mainstream menjadikan sosial media dan digital media sebagai wake-up call bagi pemberitaan mereka. Dalam Newsroom modern ada Istilah Radar Desk, yang bertugas memantau berita dan informasi di media sosial atau digital.

Jadi suarakan terus informasi yang benar, baik dan perlu diketahui publik dan umat khususnya dengan bijak dan santun. Pakailah diksi yang enak dibaca dan adem di hati. Dan yang paling utama, jangan pernah sedikitpun merasa inferior! Yakin di tubuh media mainstream juga masih banyak orang-orang baik yang peduli dengan umat dan negara ini.