Bank DKI Diduga Terlibat, DPRD Minta Bawaslu, OJK dan PPATK Periksa Sumber Dana KJL untuk Kampanye Petahana

Ngelmu.id – Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E bidang Kesejahteraan
Rakyat dari Fraksi PKS, Nasrullah meminta Bawaslu DKI Jakarta, OJK dan PPATK
untuk memeriksa sumber dana program kampanye KJL tim sukses paslon petahana
yang diduga melibatkan Bank DKI ini.

“Kan aturannya jelas, dari besaran dana untuk kampanye
dan semua sumber dana harus dilaporkan. Jadi mereka harus diperiksa,” ujar
Nasrullah, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat,
Jum’at (15/4/2017).
Adanya dugaan keterlibatan Bank DKI sebagai Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD) dalam program kampanye Kartu Jakarta Lanjut Usia (KJL)
menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta. Program ini sudah berlangsung beberapa hari
belakangan, “Menurut informasi, diberbagai wilayah tanpa melibatkan secara
resmi institusi pemerintah setempat, seperti RT, RW, Lurah dan seterusnya
keatas,” kata Nasrullah heran.
Nasrullah mengatakan, selama ini tidak pernah ada pembahasan
mengenai program KJL, karena itu dirinya heran dengan adanya kabar bahwa KJL
akan diberikan kepada warga Jakarta yang lanjut usia. “Padahal selama ini
tidak pernah ada pembahasan mengenai hal itu, tidak ada sama sekali, ”
ungkap Nasrullah.
Selain itu, masih menurut Nasrullah, dirinya juga
menyayangkan keterlibatan Bank DKI yang merupakan BUMD dalam kegiatan kampanye
politik petahana, yang programnya jelas tidak ada dalam APBD DKI Jakarta tahun
2017. “Kok bisa Bank DKI menjadi alat kampanye paslon petahana, padahal
program tersebut tidak ada di APBD DKI tahun 2017,” tandas pria yang juga
menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta ini.