Bawaslu Dalami Dugaan Politik Uang Ahok-Djarot

Ngelmu.id – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum DKI Jakarta Mimah
Susanti mengatakan pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran ketentuan
pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 di Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur.

Dugaan pelanggaran berupa pembagian bahan pokok (sembako)
murah itu tersebar di media sosial, dan mengarah pada pasangan Basuki Tjahaja
Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. “Sedang ditangani Panitia Pengawas
Pemilu Jakarta Timur. Dugaan itu mengarah pada modus politik uang,” ujar
Mimah seusai diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 April 2017, dikutip
Tempo.
Mimah belum bisa menyimpulkan ada-tidaknya pelanggaran dalam
pembagian sembako tersebut. Bawaslu DKI, kata Mimah, masih mengorek informasi
yang ada. “Kami sedang meminta keterangan dari Panwas, tentu kita minta
keterangan sebanyak-banyaknya dari (anggota) Panwas yang ada di lokasi
itu,” tutur dia.
Mimah merasa perlu memanggil pihak pelapor hingga
saksi-saksi di kawasan Kampung Sumur. “Cuma selama ini kan saksi itu sulit
diminta keterangan,” kata Mimah. Pembagian sembako murah itu diunggah
dalam bentuk foto dan tersebar di media sosial. Sembako dibagikan seusai salat
Jumat di masjid Az Zainiyah, Klender, 14 April 2017.
Dalam tulisan yang disertakan pada foto-foto tersebut,
disebutkan bahwa sembako yang dimuat dalam tiga truk itu dibagikan oleh tim
sukses Basuki-Djarot. Mimah memastikan Panwas bekerja cepat berdasarkan temuan
dan laporan yang masuk. “Tak ada kata terlambat. Panwas akan utamakan
penelusuran dan pencarian bukti,” katanya.