Berita Palsu Jadi Biang Alasan Qatar Diboikot?

Ngelmu.id – Sedikit terkuak apa alasan empat negara tetangga mengisolir darat laut udara Qatar, sang pemilik kantor berita Al Jazeera.

Pemerintah Qatar mengaku laporan berita palsu yang diduga diretas Rusia terpublikasi pada 23 Mei. Berita tersebut menyampaikan ucapan yang salah kepada penguasa emirat yang tampil bersahabat dengan Israel dan Iran. Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab kemudian mengutip berita palsu tersebut untuk melegitimasi blokade diplomatik dan ekonomi kepada Qatar.

Pada akhir Mei, pakar dari FBI telah mengunjungi Qatar untuk meneliti dan menganalisis dugaan pelanggaran siber tersebut. FBI juga menyelidiki apakah benar peretas menanamkan berita palsu di kantor berita Qatar.

Setelah dilakukan penyelidikan, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengungkapkan FBI telah mengonfirmasi adanya tindak peretasan dan penanaman berita palsu di kantor berita Qatar. “Apa pun yang telah dilontarkan sebagai tuduhan adalah semua berdasarkan kesalahan informasi dan kami berpikir keseluruhan krisis didasarkan pada informasi yang keliru,” ucapnya.

Hal tersebut telah dikonfirmasi FBI. “Ini dimulai berdasarkan berita palsu, terjepit, dan disisipkan ke dalam kantor berita nasional kami yang telah diretas dan dibuktikan oleh FBI,” ujar Abdulrahman al-Thani.

Dilaporkan laman The Guardian, pejabat intelijen AS meyakini peretas Rusia menjadi dalang di balik peretasan kantor berita Qatar. Mereka menanamkan berita palsu yang mendorong beberapa negara Arab, seperti Mesir dan Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Qatar.

Pada Senin (5/6), Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menutup akses darat, laut, serta udara dengan negara tersebut. Mereka menuding Qatar memiliki kelompok-kelompok ekstremis dan menuduhnya menyokong kelompok teroris. Qatar dengan keras telah membantah tudingan tersebut.