Besok, 55 Juta Warga Turki Ikuti Referendum untuk Konstitusi Baru

Ngelmu.id – Sekitar 55 juta warga Turki akan menuju bilik suara untuk
mengikuti referendum pada ahad, 16 April 2017. Pesta demokrasi ini untuk
mengubah konstitusi sekaligus memberikan kekuasaan kepada Presiden Recep Tayyip
Erdogan.

Daily Sabah dalam laporannya mengatakan, warga Turki
serempak mendatangi 167 ribu tempat pemungutan suara tersebar di seluruh Turki
pada Ahad, 16 April 2017.”Lebih dari satu juta warga Turki baru pertama
kali mencoblos,” tulisnya.
Bagi narapidana, mereka juga disiapkan kartu suara untuk
memilih di dalam penjara. Pada referendum ini, seluruh tahanan dan terdakwa
yang menunggu persidangan tidak kehilangan hak pilih, termasuk pelaku
kejahatan.
Meskipun Komite Pemilihan Umum tidak mengumumkan kepada
publik jumlahnya, namun menurut laporan koran Turki, Milliyet, lebih dari 78
ribu tahanan akan menggunakan hak pilihnya. Jumlah ini meningkat 127 persen
bila dibandingkan dengan pemilu November 2016.
Kertas suara pada pemilihan ini akan terbagi dua warna
berbeda. Warna sisi dalam putih untuk pilihan Yes sedangkan No bagian dalam
kertasnya berwana coklat. 
Pemilihan suara akan dimulai pada pukul 07.00 pagi hingga pukul
16.00 sore waktu setempat untuk wilayah Turki bagian Timur yakni Provinsi  Adıyaman, Ağrı, Artvin, Bingöl, Bitlis,
Diyarbakır, Elazığ,
Erzincan, Erzurum, Gaziantep, Giresun, Gümüşhane, Hakkari, Kars, Malatya, Kahramanmaraş, Mardin, Mus, Ordu, Rize, Siirt, Sivas, Trabzon, Tunceli, Şanlıurfa, Van, Bayburt, Batman, Şırnak, Ardahan, Iğdır, dan Kilis.
Sedangkan untuk wilayah Barat dimulai pukul 08.00 sampai
pukul 17.00 waktu setempat. Alasan perbedaan ini lantaran matahari terbit dan
terbenam lebih awal di timur negara itu daripada di barat.
Adapun sekitar 2,9 juta warga Turki di luar negeri sudah
melakukan pencoblosan antara 27 Maret-9 April 2017. Pada 16 April 2017, pemilih
di Turki akan diminta memilih “Yes” atau “No” terhadap
Pasal 18 Undang-Undang, yang juga meliputi perubahan sistem parlementer ke
presidensial.
Kampanye “Yes” didukung oleh partai berkuasa
Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) dan oposisi Partai Gerakan Nasionalis
(MHP). Sedangkan kampanye “No” dimotori oleh oposisi dari Partai
Republik Rakyat. Konstitusi terbaru Turki 
dibentuk pada 1983 menyusul kudeta militer pada 1980.