Soekarno: Kisah Sang Proklamator dan 15 Fakta Kontroversi Di Dalamnya

Presiden Soekarno merupakan bapak
proklamator Indonesia yang berhasil membawa Indonesia menuju pintu
kemerdekaannya 71 tahun silam bersama pasangannya Mohammad Hatta. Beliau
menjabat diperiode 1945-1966.

Lahir di Jawa Timur, 6 Juni 1901.
Soekarno lahir tidak dengan nama Soekarno, Orangtuanya memberikan nama Kusno
lengkapnya Koesno Sosrodiharjo. Namun, dikarenakan Kusno kecil sering
sakit-sakitan maka nama Kusno diubah menjadi Soekarno oleh sang ayahanda. Nama
Soekarno diambil dari nama seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha
yaitu Karna. Nama “Karna” dirubah menjadi “Karno” karena didalam ejaan bahasa
Jawa huruf “A” menjadi “O” dan awalan “Su” mempunyai arti “Baik”.

Jenjang Pendidikan dan Karir
Soekarno

Jauh sebelum menjadi seorang
presiden, pada tahun 1914 Soekarno lulus sekolah dasar di Institusi Pendidikan
yang bernama Bumi Putera, Mojokerto, lalu melanjutkan ke Sekolah Dasar Belanda
dan mendapat Ijazah sebagai calon pegawai negeri rendahan.
 

Setelah dari SDB, Soekarno melanjutkan
perjalanan pendidikannya ke Hoogere
Burger School
(HBS) di Surabaya. Pada tahun 1920, Soekarno lulus dari
pendidikannya di HBS lalu hijrah ke Bandung guna menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool (THS) atau yang
saat ini kita kenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketika
Soekarno berumur 25 tahun atau di tahun 1926, beliau berhasil mengakhiri
kuliahnya di sana dan mendapatkan gelar Civile
Ingeniuer
(Insinyur Sipil).
Lepas dari dunia pendidikan,
bersama rekannya, Anwari, Soekarno membentuk sebuah Biro insinyur Soekarno dan
Anwari pada tahun 1928. Kemudian pada Agustus 1932, Soekarno juga membentuk
sebuah Biro Insinyur Soekarno & Roosseno. Biro itu memberikan jasa
perencanaan dan juga menjadi pemborong. Awalnya biro tersebut berada di sebuah kantor
di Jalan Banceuy Nomor 18, Bandung. Kemudian pindah ke gedung yang berada di Jalan
Dalem Kaum, Bandung.
Dengan gelarnya sebagai Insinyur
Teknik, Soekarno juga terkenal memiliki kemampuan merancang secara otodidak, Profesor
CP Wolff Schoemaker adalah orang yang membantu Soekarno menjadi seorang
Insinyur semasa kuliahnya dalam merancang gambar arsitektur.
Di tahun 1926-1945, tak hanya
paviliun Grand Hotel Preanger, karya Soekarno di bidang Arsitektur juga dapat
ditemukan pada beberapa rumah di sekitar Jl. Dewi Sartika, Jl. Gatot
Subroto,  dan Jl Palasari, Bandung. Dan
salah satu mega proyek rancangan tata ruang kota hasil Soekarno pada tahun
1945-1950 adalah rancangan skema Kota Palangkaraya yang digagas tahun 1957.
Pada periode ini ditemukan juga tugu monumental sebagai bagian tata ruang kota
seperti Tugu Proklamasi Jakarta, Tugu Muda Semarang, Tugu Alun-Alun Bunder
Malang, Tugu Pahlawan Surabaya serta gagasan Tugu Monumen Nasional Jakarta.
Soekarno dianugerahi gelar doktor
oleh almamaternya (ITB) pada 27 Januari 1962. Diketahui terdapat enam jasa
Soekarno yang dianggap membuat beliau mendapat gelar Doctor Honoris Causa. 
Pertama, pembangunan Gedung Pola,
tempat mempertontonkan Cetak Biru Pembangunan Semesta Berencana kepada
masyarakat. Garis besar fungsi bangunan itu dirancang oleh Soekarno dan
diwujudkan oleh arsitek Friedrich Silaban.
Kedua, kompleks Asian Games,
kompleks olahraga terbagus di Asia pada eranya. Dilanjutkan dengan pembangunan
Hotel Indonesia, pembuatan Jalan Jakarta-Bypass, membangun Masjid megah
Istiqlal dan Monumen Nasional. Tak hanya sekedar bangunan-bangunan penting di
Jakarta beberapa tempat seperti, Hotel Ambarukmo Yogyakarta, Samudera Beach
Pelabuhan Ratu, dan terakhir Bali Beach di Pantai Sanur, Bali juga merupakan mega
proyek yang dibangun oleh Soekarno. Rancangan lain yang dibangun oleh Soekarno
guna menyongsong Asian Games dibangun kompleks Gelanggang Olahraga Senayan,
yang juga dinamakan Gelora Bung Karno.

Fakta-Fakta Kontroversi

Sangat banyak hal-hal yang dapat
dijabarkan tentang Soekarno sang Bapak Proklamator ini. Selain karirnya yang
gemilang dalam memproklamasikan Indonesia, Soekarno juga terkenal dengan
beberapa fakta kontroversial yang menyelimuti. Berikut adalah Fakta-faktanya.

1.. Soekarno Sebelum Memproklamasikan
Kemerdekaan

Saat itu 17 Agustus 1945 pukul
08.00, Soekarno masih tertidur nyenyak di dalam kamarnya. Penyebabnya adalah
beliau terkena gejala malaria. Suhu badannya yang tinggi dan merasakan lelah
ketika dia bersama para pemuda beserta sahabatnya sedang menyusun konsep naskah
proklamasi di Rengasdengklok.
Biar begitu namun Bung Karno
tetap menjalankan tugasnya sebagai pemuda yang menggigihkan melawan penjajah. Pukul
10.00, beserta Bung Hatta, Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.  Setelah upacara singkat, Bung Karno kembali
ke kamar tidurnya karena masih meriang. 
Tapi revolusi telah dimulai.

2.. Bukanlah Membentuk Kabinet,
Inilah Tugas Perdana dari Soekarno

Perdana yang diperintahkan oleh
Presiden Soekarno bukanlah membentuk kabinet kerja untuk menunjang kehidupan
nasional Indonesia. Dalam perjalanan pulang setelah terpilih secara aklamasi
sebagai presiden.  Saat itu dia bertemu
dengan penjual sate bertelanjang dada tanpa alas kaki.  “Sate ayam lima puluh tusuk!”  ujar Presiden Soekarno.  Itulah perintah perdana kepada rakyat
sekaligus pesta pengangkatan dirinya sebagai pemimpin Republik Indonesia.

3.. Soekarno terlambat
mendapatkan Gelar Prokalamator

Meskipun Soekarno dan Mohammad
Hatta yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Indonesia baru resmi
memberikan gelar tersebut di tahun 1985 pada Soekarno dan Muhammad Hatta.
 Bahkan untuk mengenang jasa mereka, perlu menunggu sekian tahun hingga akhirnya
pada tahun 1986, bandara internasional pertama di Indonesia resmi berdiri dan
menggunakan nama proklamator tersebut.

4.. Naskah yang Ditulis Soekarno

 

Sebagai benda bersejarah, penentu
nasib sebuah bangsa, naskah pidato proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung
Karno dan didikte oleh Bung Hatta disimpan, tetapi faktanya ketikan Sayuti
Melik dianggap lebih tepat untuk dijadikan bukti sejarah. Beruntungnya, seorang
wartawan bernama BM Diah yang menyelamatkan draft ini di keranjang sampah rumah
Laksamana Maeda.  Pada 29 Mei 1992, Diah
menyerahkan draft ini pada Presiden Soeharto setelah menyimpannya selama 46
tahun, 9 bulan, 19 hari.

5.. Soekarno dan G30SPKI

Gerakan kudeta di tahun 1965
silam yang dipelopori oleh PKI dan bernama G30SPKI disebut memiliki kaitan dengan Sokearno. Pada tahun 1974 seorang
penulis belanda bernama Antonie Dake menerbitkan sebuah pengakuan dari ajudan Bung Karno,
Bambang Widjanarko dalam The Devious Dalang. Dalam pengakuannya tersebut Bambang
Widjanarko mengatakan bahwa pada tanggal 4 Agustus 1965 Presiden Soekarno
memanggil Letkol Untung dan memerintahkannya mengambil tindakan terhadap
jenderal-jenderal yang tidak loyal.
 
Sebenarnya pengakuan Bambang Widjanarko
dapat dikonfrontasi dengan keterangan Bung Karno tetapi beliau sudah terlanjur
wafat. Belakangan diketahui bahwa pengakuan Bambang Widjanarko hanyalah
strategi untuk mencegah bangkitnya pendukung Soekarno dalam pemilihan umum Juli
1971. Hal ini diketahui setelah Bambang Widjanarko akhirnya mengakui sendiri
bahwa saat itu ia dipaksa bersaksi demikian.

Pidato Kontroversi Soekarno 

Selain fakta-fakta yang menyelimuti sepanjang hidup Soekarno, Soekarno juga dikenal oleh dunia dengan pidato-pidatonya yang mampu menggelegar dan menggetarkan dunia. Berikut ini adalah salah satu pidato kontroversi Soekarno.

Cinta Soekarno dan 9 Istrinya

Tak hanya 5 fakta tersebut, kisah
cinta Soekarno juga sangatlah menarik untuk diketahui. Kharisma yang
ditunjukkan oleh Soekarno sangatlah tegas dan membuat warga Indonesia mencintai
dan mengaguminya. Soekarno pun dikenal oleh pejabat tinggi dunia karena
kecerdasannya dan wawasan pengetahuan yang luas. Ditambah dengan wajahnya yang
tampan menawan, sehingga banyak sekali kaum hawa tertarik padanya. Santunnya dan
kelembutannya kepada wanita membuat siapa saja bersedia menjadi istinya. Berikut
adalah 9 wanita yang pernah menjadi istri Soekarno.

1.      
Oetari Tjokroaminoto

Cinta pertama Soekarno jatuh
kepada Oetari, Oetari Tjokroaminoto merupakan istri pertama dari Soekarno.
Oetari juga merupakan putri sulung dari pemimpin Sarekat Islam, Said
Tjokroaminoto. Nama Said Tjokroaminoto dikenal di Indonesia karena merupakan tokoh
cendikiawan yang juga pernah menjadi guru dari Soekarno. Kisah cinta Oetari dan
Soekarno berlabuh di jenjang pernikahan ketika Soekarno berumur 20 dan Oetari
berumur 16 tahun.
Kisah cinta pertama, Oetari dan
Soekarno memang tidak begitu hangat. Karena keduanya sudah saling mengenal, Oetari
dan Soekarno lebih tampak seperti adik dan kakak. Mereka menikah di Surabaya
dan beberapa tahun setelah itu Soekarno pindah ke Bandung untuk melanjutkan
studi. Tidak lama setelah studinya di Bandung, Soekarno memutuskan untuk
menceraikan Oetari.

2.      
Inggit Ganarsih

Wanita ini dapat dikategorikan
sebagai cinta sejati dari Soekarno. Wanita kelahiran 1888 ini merupakan istri
keduanya. Ketika Soekarno tinggal di sebuah rumah kost di Bandung, ketika itu
pula dia bertemu dengan Inggit yang cantik dan teduh. Pada tahun 1921, mereka
kemudian memutuskan untuk menikah dua tahun setelahnya.
Dalam pernikahan itu, Soekarno
masih berumur 20 tahun dan Inggit berumur 33 tahun. Cinta Inggit terhadap
Soekarno dikatakan besar, kemana saja Soekarno pergi Inggit selalu
mengikutinya. Namun Soekarno bertemu dengan Fatmawati, dan ingin menikahinya
juga, Inggit memutuskan untuk bercerai dari Soekarno karena tidak kuat dimadu.

3.      
Fatmawati

Saat Soekarno sedang dalam masa
pembuangan di Bengkulu, sosok Fatmawati muncul. Fatmawati merupakan anak dari
tokoh Muhamaddiyah di Bengkulu. Selepas pernikahan mereka yang berusia 12
tahun, dua hari setelah Fatmawati melahirkan Guruh Soekarno Putra, Soekarno
meminta izin dari Fatmawati untuk menikahi Hartini. Rasa sakit hati itu muncul. 
Fatmawati kemudian pergi menemui
Inggit untuk meminta maaf karena pernah “merebut” Soekarno dari Inggit. Dia
bahkan mencium kaki Inggit sambil menangis. Inggitpun memeluk Fatmawati seraya
tangis haru.

4.      
Hartini

Ketika dinikahi Soekarno, Hartini
merupakan Janda dengan lima orang anak. Ketika mereka akhirnya menikah, kala
itu Hartini berusia 29 tahun. Karena saat itu Fatmawati telah dikenal luas
sebagai Ibu Negara, Hartini mendapat banyak sekali kritikan dari media dan
aktivis wanita yang lebih membela Fatmawati. Pernikahannya harus dia bayar
mahal dengan nama baik yang tercoreng.
Hartini terus mendampingi
Soekarno dalam keadaan pahit dan manis, bahkan ketika Hartini mengetahui bahwa
setelah dirinya Soekarno masih tetap mendekati banyak wanita lain. Dia berhasil
mempertahankan pernikahannya dengan Soekarno. Dalam pangkuan Hartini, Soekarno
menghembuskan nafas terakhirnya 21 Juni 1970.

5.      
Kartini Manoppo

Berawal dari sebuah lukisan
wanita cantik, Bung Karno jatuh cinta pada Kartini yang merupakan objek dari
lukisan wanita cantik tersebut. Kartini juga merupakan pramugari dari Maskapai
Garuda Indonesia, wanita yang berasal dari Boolang ini memang berlatar belakang
dari keluarga terdidik dan terhormat.
Hal ini membuat Kartini
memutuskan untuk menutup rapat pernikahannya dengan Soekarno. Bung Karno dan
Kartini dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Totok Suryawan
Sukarno yang lahir pada tahun 1967.

6.      
Naoko Nemoto

Naoko Nemoto a.k.a Ratna Sari
Dewi adalah seorang wanita asal jepang yang lahir di Tokyo 6 Februari 1940. Di
umur 19 tahun, Soekarno menikahi Dewi. Namun, ketika redupnya karisma Soekarno,
Dewi memutuskan untuk pergi dari Indonesia dan 10 tahun hidup di Perancis. Pada
1983, Dewi kembali ke Indonesia.
Namun pasca perceraian dengan
Soekarno, Naoko Nemoto a.k.a Ratna Sari Dewi pergi ke berbagai negara seperti
Swiss, Perancis dan Amerika Serihat. Pada 2008, Dewi memutuskan untuk pergi ke
Shibuya, Jepang. Soekarno dan Dewi memiliki puteri tunggal yang diberi nama
Kartika Sari Dewi Soekarno.

7.      
Haryati

Haryati merupakan seorang penari
Istana juga merupakan staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Karena profesinya
itu, Haryati menjadi dekat dengan sang proklamator. Soekarno terus menerus
berusaha memikat hati Haryati yang kala itu berusia 23 tahun.
Pada 21 Mei 1963, pernikahan
Soekarno dan Hayati berlangsung. Namun, pernikahan ini hanya berjalan selama 2
tahun. Soekarno menceraikan Haryati karena alasan tidak ada kecocokan antara
keduanya. Ketika itu pula, Soekarno tengah dekat dengan Ratna Sari Dewi.

8.      
Yurike Sanger

Soekarno bertemu dengan Yurike
pada tahun 1963, saat itu Yurike masih menyandang status sebagai pelajar SMA.
Biarpun rentang usia mereka cukup jauh, ternyata hal itu tak mengurangi niat
Soekarno untuk memberi perhatian pada Yurike. Soekarno mengirimkan gadis belia
surat cinta dan bahkan menghadiahinya dengan kalung. Hingga pada 1964, Soekarno
menikahi Yurike Sanger.
Pernikahan ini berlangsung sampai
1967. Soekarno diakui secara de Facto sebagai presiden. Soekarno meminta Yurike
untuk meminta cerai karena kondisi Soekarno yang tidak begitu baik. Maka mereka
berdua memilih untuk pisah secara baik-baik.

9.      
Heldy Djafar

Soekarno juga memiliki istri asal
Kalimantan Timur. Dialah Heldy Djafar, wanita cantik asal Kutai Kartanegara
yang berusia 18 tahun. Soekarno saat itu telah berusia 65 tahun. Heldy
merupakan istri kesembilan dari Soekarno.
Pernikahan Soekarno dan Heldy
hanya bertahan beberapa tahun. Heldy sempat meminta cerai karena situasi
Indonesia dan posisi politik Bung Karno makin tidak menentu. Namun Bung Karno
bersikeras bahwa hanya maut yang bisa memisahkan mereka. Akhirnya, Heldi yang
kala itu berusia 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansya Noor.
Itulah fakta-fakta mengenai bapak
Proklamator yang perlu sobat ngelmu perlu ketahui. Beberapa istri dari Soekarno
mampu bertahan hingga puluhan tahun bahan hingga akhir hayat. Tak sedikit pula
yang hanya berumur jagung. Tak sedikit pula fakta-fakta menariknya, semoga
bermanfaat bagi sobat semua.