Blunder Lagi, Video Kampanye Ahok-Djarot Menuai Kecaman

Salah Satu Bagian Adegan Video Kampanye Ahok-Djarot
Ngelmu.id – Pilkada Jakarta putaran kedua mendekati masa tenang dan hari pencoblosan tinggal 9 hari lagi. Kesempatan masa kampanye yang masih tersisa ini dimanfaatkan oleh masing-masing pasangan dengan menggunakan beragam cara untuk merebut hati dan dukungan warga DKI Jakarta, salah satunya pasangan Ahok-Djarot, kali ini mereka menggunakan video sebagai media kampanyenya.

Video yang diproduksi tim Badja alias Ahok-Djarot dengan tema keberagaman dan tagar #BeragamItuBasukiDjarot yang diungggah akun resmi @basuki_btp dan juga akun-akun pendukung paslon nomer 2 ini mendapat kecaman.

Salah Satu Bagian Adegan Video Kampanye Ahok-Djarot

Video yang diawali dengan adegan dua orang dalam mobil yang sedang terjebak di dalam situasi kerusuhan dan terlihat beberapa pemuda memukul-mukul kaca depan mobil. Dan terlihat ekspresi kedua orang dalam mobil tersebut ketakutan menghadapi situasi tersebut. Di adegan selanjutnya, beberapa orang dengan menggunakan sorban dan peci berlatarkan tulisan “Ganyang Cina” berteriak-teriak seolah sedang melakukan demonstrasi dan menyampaikan orasi. Terdengar suara Djarot sebagai narator tunggal.

Salah Satu Bagian Adegan Video Kampanye Ahok-Djarot

Berikut kutipan narasi video kampanye Ahok-Djarot tersebut: “Saudara-saudaraku seluruh warga Jakarta, waktu sudah mulai mendekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini dan akan kita tunjukkan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta. Kita juga akan tunjukkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika benar-benar bukan hanya jargon tapi sudah membumi di Jakarta. Siapa pun kalian, apa agama kalian, apa suku kalian, dari mana asal-usul kalian, saudara-saudara semua adalah saudara sebangsa dan setanah air, dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Jangan tanyakan dari mana kau berasal, jangan tanyakan apa agamamu, tapi tanyakan apa yang telah kau perbuat untuk Jakarta.”

Video dengan durasi 2 menit ini banyak mendapatkan protes dan kecaman dari netizen, khususnya umat Islam. Hal tersebut disebabkan video kampanye dinilai sangat menyudutkan umat Islam di Indonesia, mencitrakan hal yang negatif, suka kekerasan, dan seolah-olah umat Islam di Indonesia intoleran, tidak pro kepada Pancasila dan Kebhinnekaan.

Salah Satu Bagian Adegan Video Kampanye Ahok-Djarot

Anthony Leong, Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, akan melaporkan video Ahok-Djarot yang berdurasi dua menit tesebut ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tema yang diangkat soal keberagaman dianggap Anthony merupakan sebuah potret yang melecehkan Presiden Jokowi karena tidak mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan Indonesia.

Menurut Anthony pada siaran persnya, Minggu (9/4), Kampanye yang digaungkan itu bukan lagi keberagaman, akan tetapi merupakan pelecehan terhadap masyarakat yang dianggap selalu punya watak kekerasan, melecehkan akal sehat sebagai manusia biasa, dan melecehkan sistem demokrasi Indonesia.

Salah Satu Bagian Adegan Video Kampanye Ahok-Djarot

Anthony juga menyebutkan bahwa video itu diluncurkan dalam momentum yang tidak tepat sebab keberagaman Indonesia itu sebuah fakta yang memang melekat. Keberagaman itu sudah fakta, tidak perlu terus dilontarkan. Dalam video tersebut seakan-akan Jakarta belum siap menerima keberagaman, intoleran, tidak pro Pancasila, dan tidak bisa menerima kebhinekaan.