Bobotoh Mulai Galang Dana untuk Bayar Denda PSSI Akibat Koreo ‘Save Rohingya’

Ngelmu.id, BANDUNG – Pengurus Viking Persib Club Yana Umar mengatakan komunitas bobotoh akan langsung memulai aksi urunan koin untuk menggalang dana guna membayar denda ke Komisi Disiplin PSSI.

Kamis (14/9) kemarin, Komdis menjatuhkan sanksi kepada Panpel Maung Bandung karena adanya aksi pemajangan koreografi bertuliskan Save Rohingya pada Sabtu (9/9) di Stadion Si Jalak Harupat.

Sanksi yang dijatuhkan PSSI berupa denda uang sebesar Rp 50 juta. Denda tersebut harus dibayarkan dalam kurun waktu 14 hari ke depan. “Kami yang membuat koreografi dan kami siap bertanggung jawab. Ini bentuk kecintaan kami kepada Persib,” kata Yana.

Penggalangan dana sudah dimulai oleh Viking dari berbagai distrik di Bandung dan di berbagai daerah di Jaw Barat lainnya. Viking menggalang dana karena mereka murni melakukan aksi koreografi Save Rohingya karena peduli dengan kemanusiaan. Yana yakin akan ada banyak dana yang dapat mereka kumpulkan.

Viking juga berniat untuk menggalang dana tak hanya untuk membantu manajemen Persib membayar denda. Jika uang urunan koin yang didapat melebihi jumlah denda, kata Yana, Viking akan menyalurkannya kepada korban kemanusiaan di Rohingya melalui rumah zakat.

Sementara, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar heran dengan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI terhadap Maung Bandung. “Pemerintah mendukung aksi kemanusiaan terhadap saudara muslim di Rohingya. Sekarang kenapa PSSI tak sejalan,” kata Umuh, Kamis (14/9).

Persib disanksi karena dianggap lalai menjaga kreativitas fan. Penyebabnya bobotoh dinilai melanggar aturan karena membuat koreografi bertuliskan Save Rohingya pada Sabtu (9/9) kala Persib melawan Semen Padang di Stadion Jalak Harupat.

Umuh membela aksi bobotoh yang membentangkan koreografi Save Rohingya karena ia merasa hal tersebut bukan bertujuan untuk politik. Umuh menekankan aksi bobotoh murni untuk kemanusiaan. Persib dan bobotoh tak ingin lagi ada penindasan di Rakhine, Myanmar.”Ini adalah bentuk simpati dan empat bobotoh terhadap Rohingya. Ini bukan politik,” ujar Umuh.

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini mendukung aksi urunan koin yang digalang oleh berbagai komunitas bobotoh. Ia pun siap membantu jika penggalangan dana masih kurang mencukupi.

Umuh menyarankan kepada bobotoh hasil udunan koin nanti tidak ditukarkan dengan uang kertas. Ia ingin denda Rp 50 juta dibayarkan dalam bentuk receh kepada Komdis PSSI untuk memperlihatkan pertanggungjawaban bobotoh.