BPJS Palsu, Mengejar Tenarnya Vaksin Palsu

Ngelmu.com, Bogor – Kasus vaksin palsu saat ini masih menjadi isu kesehatan
yang krusial, tak hanya bicara secara moral dan hukum saja. Namun ini juga
berbicara tentang lengahnya pengawasan pemerintah dalam mengawasi peredaran
vaksin palsu ke tengah-tengah fasilitas kesehatan. Banyak orangtua yang pusing
dan sangat mengkhawatirkan kondisi anaknya yang sudah diimunisasi di seluruh
fasilitas kesehatan, termasuk mereka yang mengimunisasi anaknya di rumah sakit
atau fasilitas kesehatan yang tercatut di daftar fasilitas kesehatan yang
terduga menerima dan memberikan vaksin palsu.

Seolah tak ingin merehatkan pemerintah untuk bekerja. Muncul lagi sebuah
kasus yang tentunya sangat krusial dan tak kalah penting dari munculnya Vaksin Palsu.
Bagaimana tidak? Sekarang yang dipalsukan adalah asuransi kesehatan milik
negara. Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial atau kerap disingkat BPJS.

Foto By: Antara News, BPJS palsu (KANAN) atas nama Difta, BPJS asli (KIRI) atas nama CXHAEZAR

Seperti yang sudah dilansir oleh media nasional, pada Minggu (24/7), kartu
BPJS Kesehatan ditemukan di Kecamatan Padalarang. Kepalsuan kartu jaminan itu
tersibak setelah sang pemegang, yakni Budiyanto, 36 tahun, tidak diterima
berobat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Padahal, tulis laman tersebut, pembuatan
kartu miliknya ditawarkan secara massal di desanya.

“Untuk buat kartu BPJS itu warga bayar Rp 100 ribu per orang. Sekali
bayar kartu itu berlaku selama dua tahun. Tapi saat mau digunakan oleh Pak
Budiyanto yang terkena penyakit meningitis, ternyata kartu BPJS itu tidak bisa
digunakan karena Pak Budiyanto tidak terdaftar sebagai peserta BPJS,” kata
Ketua RT 03, Ade, seperti yang dikutip JPNN.

Masih dari media yang sama, pembuatan kartu BPJS itu, kata Ade, adalah
program subsidi dari Dompet Duafha bagi warga miskin. Pembuatannya diurus oleh
sukarelawan kesehatan Desa Kertajaya berinisial BN sekitar delapan bulan lalu.

Kondisi ini tentu membuat pemerintah bingung ya, karena bentuk fisik antara
BPJS asli dan BPJS palsu tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kita dapat
mengetahui dan membedakan bahwa BPJS asli atau palsu dengan cara melakukan scan
barcode, pada BPJS asli akan muncul nama pasien pengguna BPJS. Kalau yang palsu
tidak akan muncul ketika barcode discan oleh petugas.