Breaking News! Santoso Tewas dalam Baku Tembak di Poso

Ngelmu.com, Depok – Kita perlu
memberikan apresiasi tinggi atas kerja tim satgas Tinombala yang tergabung
antara Polisi dan TNI. Pasalnya, berdasarkan informasi dari beberapa sumber
yang dihimpun (19/7) menyebutkan bahwa tim satgas Tinombala berhasil menembak
mati dua orang terduga teroris salah satunya diduga Santoso yang lari ke Hutan Poso. Baku tembak
terjadi tepatnya di hutan yang berada di kawasan Tambarana, Poso Pesisir Utara,
Sulteng. Lokasinya berjarak 60 Km dari Poso.


Pada Senin (18/7) sekitar pukul 16.00 Wita, satu regu tim Satgas Tinombala
sedang melakukan pencarian di dalam hutan. Saat itu, tim melihat ada 3 orang
yang berada di sebuah gubuk. Di sekitar gubuk, terlihat sayur dan ubi
berserakan, diduga untuk menutupi jejak.
Di dekat gubuk ada sebuah sungai
dan di seberang sungai itu tim Satgas Tinombala melihat dua orang laki-laki.
Kedua orang itu membawa senjata laras panjang.
Kontak senjata langsung terjadi,
dua orang yang berada di seberang sungai tewas setelah timah panas dari salah
satu prajurit Raider Kostrad bersarang di tubuhnya. Sementara itu, tiga orang
yang sebelumnya terlihat di gubuk langsung kabur menyeberangi sungai. Tiga
orang itu diketahui terdiri dari 2 wanita dan satu pria.
Salah satu orang yang tewas
diduga adalah Santoso, pemimpin Mujahidin Indonesia Timur yang selama ini
dicari. Ciri-cirinya sangat mirip dengan Santoso, yakni berambut panjang,
berjenggot dan ada tahi lalat di dahi. Namun, hingga saat ini belum bisa
terkonfirmasi apakah benar yang tertembak adalah Santoso.

“Memang ada tanda-tanda tahi lalat di dahinya yang menjadi ciri khas
Santoso. Tapi sekali lagi saya belum bisa konfirmasi, teman-teman juga sedang
melakukan evakuasi untuk identifikasi siapa yang bersangkutan,” kata
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Senin (18/7) malam. “Ya mudah-mudahan itu
yang bersangkutan (Santoso),” tegas Tito.
Sejak semalam, tim Satgas
Tinombala langsung melakukan evakuasi terhadap dua jenazah. Meski tengah malam
tadi hutan Poso diguyur hujan deras, evakuasi tetap berlanjut.
Rencananya, hari ini kedua jenazah
akan dibawa ke RS Bhayangkara Palu untuk diidentifikasi. Polisi akan
menghadirkan kerabat Santoso untuk membantu proses identifikasi. (Hbb/Hbb)
(Sumber)