Catatan Ramadhan: Melawan Ketertipuan

Olehh: Cahyadi Takariawan

Semua dari kita mudah tertipu –termasuk saya. Tertipu oleh nikmat. Tertipu karena masuk perangkap comfort zone.

Nabi Saw telah mengingatkan :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas.

Saat manusia sudah menikmati zona nyaman, mudah masuk jerat ketertipuan.

Ibnu Baththol menjelaskan, ”Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini –yaitu waktu senggang dan nikmat sehat– hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan”.

“Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu,” lanjutnya.

Waktu luang yang kita miliki dalam kondisi sehat, mudah menghantarkan kita menuju suasana nyaman.

Maka Ibnul Jauzi mengingatkan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu.”

Lebih berbahaya lagi, saat waktu luang itu tidak diisi dengan hal-hal positif. Yang akan muncul adalah tarikan kepada hal negatif.

Sebagaimana peringatan Imam Syafi’i, “Jika anda tidak menyibukkan diri anda dengan kebenaran, maka ia akan menyibukkan anda dengan kebatilan.”

Di saat manusia mengalami kekosongan waktu, pikiran cenderung tidak bisa terkoordinasi dengan baik. Muncullah lintasan pikiran negatif yang mudah menjerumuskan.

Dr. Aidh al-Qarni menjelaskan, “Bila pada suatu hari anda mendapatkan diri anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas. Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran anda akan menerawang kemana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu anda alami”.

Karena itu bunuhlah waktu kosong, karena sangat mudah membawa anda kepada ketertipuan. Segera bangkit sekarang juga, mengisi waktu dengan kebaikan. Lawan ketertipuan.

Tunaikan kewajiban, lakukan amalan sunnah, baca buku, berdzikir, belajar, mengkaji, menulis, merapikan rumah, silaturahim, olah raga, membersihkan halaman, atau apapun kegiatan yang bermanfaat bagi diri dan orang lain.

Enyahkan waktu kosong. Lawan kemalasan, agar Ramadhan kita bisa optimal dalam ketaatan.

Mertosanan Kulon 14 Ramadhan 1438 H