Cerita Anies-Sandi Tentang Perlawanan Timses Hingga Kalahkan Politik Sembako di DKI

Ngelmu.id – Pasangan pemenang pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI
Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno menceritakan pengalamannya di hari-hari
menjelang pemungutan suara. Menurut mereka, ada dua hal yang menjadi perhatian
serius saat itu. Salah satunya adalah adanya ‘serangan fajar’ sembako menjelang
pemungutan suara.

Anies menyoroti elektabilitas dalam survei putaran pertama
yang membuat kesolidan relawan sempat terganggu. Kedua adalah pembagian sembako
yang masif di beberapa tempat di Jakarta.
“Kita ingat November semua survei sudah keluar, kita
memang naik di Januari. Tapi sebelum itu kita megap-megap. Sebagian sudah mulai
gelisah. Tapi doanya dijawab dan Februari melampaui harapan,” kata Anies
di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017), dikutip Detikcom.
Anies mengaku sempat khawatir dengan para relawan yang
mempercayai survei dari eksternal partai. Namun berkat kerja keras, menurut
Anies, relawan tetap solis bekerja keras.
“Tantangan terbesar kita hadapi survei, tapi kita nggak
mungkin ceritain keluar. Sulit meyakinkan relawan kita semua bahwa kita di trek
yang bener dan Alhamdulillah lewat berbagai macam cara soliditas itu terjaga.
Dan soliditas luar biasa. Sesudah bulan Februari kita semakin kelihatan di
putaran pertama. Di bawah kerjanya tetap all out,” katanya.
Anies juga sempat mengkhawatirkan pembagian sembako. Ia
memuji warga Jakarta yang tidak terbujuk dengan perbuatan oknum tersebut.”Sembako
kemarin juga lumayan efeknya. Tapi ternyata makin hari keyakinan publik
terhadap perubahan makin besar. Kalau keyakinan tidak tumbuh meski ada operasi
sembako pasti juga tidak berubah,” katanya.
Sementara itu, Sandiaga Uno juga setuju bahwa isu sembako
tidak bisa mencederai demokrasi di Jakarta. Ia berharap calon kepala daerah
lainnya dapat mencontoh gelaran Pilgub DKI.
“Ini adalah textbook yang baru pada kampanye di
Indonesia di mana kita balikkan semua fakta tentang program kampanye. Banyak
sekali sebuah inovasi-inovasi Mas Anies dan kami lakukan mudah-mudahan menjadi
inspirasi calon kepala daerah lainnya bahwa sembako tidak bisa membeli suara
warga. Dan akhirnya sembako itu tak berujung pada suara,” ujarnya.