Habibie Dan Ainun Adalah Bukti Cinta Tak Lekang Oleh Ruang Dan Waktu

Romantika Habibie dan mendiang Istrinya Ibu Ainun memang tidaklah habis untuk diceritakan, bahkan bisa jadi kisah cinta sang ilmuwan nasional sekaligus presiden ketiga RI ini dapat dijadikan sebagai motivasi hidup dalam menjalani cinta bersama pasangan kita, suami atau istri kita.
www.tribunnews.com
Wanita yang telah menemani Habibie selama 48 tahun ini menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Jerman. Kisah dua insan ini memang patut untuk dikupas lebih dalam. Salah satu bukti bahwa cinta mereka yang kuat tergambarkan pada menjelang kepergian Ibu Ainun, tiga hari sebelum kepergiannya barulah menceritakan tentang sakit kanker yang dideritanya.
okezone.com
Wanita yang menjadi pelabuhan akhir cinta dan pendamping yang tak kenal lelah ini harus pergi bersama maut, meski Habibie tak menangisi ibu Ainun, cinta Habibie selalu untuk Ainun. Berikut ini adalah romantisme antara ibu Ainun dan Habibie hingga ajal yang memisahkan:

Tak peduli dengan masa lalu

tribunnews.com
Habibie dan Ainun memiliki komitmen dengan cinta yang mereka bangun. Jauh sebelum Habibie bertemu dengan Ainun, Habibie pernah jatuh hati dengan gadis Jerman keturunan Polandia. Meskipun Ainun mengetahui bahwa dirinya bukanlah satu-satunya yang dapat meluluhkan hati Habibie. Habibie dan Ainun mengatakan bahwa masa lalu adalah masa lalu yang dimiliki masing-masing diantara mereka, namun masa depan adalah milik bersama.

Menemani Cinta

Kemana saja Habibie melangkah, apa saja keputusan yang Habibie lakukan. Ainun selalu menemani dan mengikuti apa saja yang Habibie kerjakan, tak ada keluhan ataupun rasa lelah. Bahkan, ketika Habibie ditunjuk menjadi Presiden pengganti Soeharto kala itu, Ainun bersedia menemani Habibie meski Ainun tak sepenuhnya menyetujui keputusan Habibie saat itu.
wowkeren.com
Dalam cinta yang tertanam diantara Habibie dan Ainun, meskipun Ainun tak sependapat dengan langkah Habibie namun Ainun tetap menjadi pendamping suaminya karena di dalam benak mereka adalah mendampingi kemana langkah pasangan itu sama dengan menemani cinta. Tak ada kata lelah dan amarah, yang ada hanya kasih sayang dan kesabaran tak terbatas.

Janji Cinta

Saat menikah dengan Ainun, Habibie belum memiliki kemampuan secara mapan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Habibie saat itu sedang dalam pendidikan S3 nya guna mendapatkan gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. 
biografiku.com
Untuk itu Habibie dan Ainun harus menghemat kebutuhan hidup mereka setidaknya hingga Habibie selesai dari pendidikannya tersebut. Habibie selalu mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menjanjikan banyak hal, tak bisa sering-sering menyenangkan Ainun dan anak-anak, namun Habibie menjanjikan bahwa dirinya dapat menjadi suami serta ayah yang terbaik bagi keluarga kecilnya.

Cinta adalah Logika

tempo.com
Ainun adalah perempuan hebat yang diciptakan oleh Tuhan, bagi Habibie Ainun adalah segalanya. Ainun rela hidup dengan sederhana guna sang suami dapat melajutkan studinya. Habibie yang memiliki semangat menempuh pendidikan setinggi. Dari sini Habibie menganalogikan bahwa cinta itu harus berdampingan dengan logika. Tanpa menghadirkan cinta, kecerdasan akan menjadi terhambat, dan cinta tanpa menghadirkan cinta akan menjadikan kebutaan pengetahuan.

Bukti Cinta

Bahagia bukanlah datang dengan mengungkapkan cinta di ruang publik dengan bunga warna warni. Namun romantika Habibie dan Ainun membuktikan cinta itu ada ketika kesetiaan yang hadir hingga maut yang memisahkan.
hipwee.com
Suatu hari pasca dua minggu meninggalnya ibu Ainun, sosok yang menemani Habibie. Habibie saat itu sedang memakai piyama dan telanjang kaki. Habibie mondar-mandir di ruang keluarga sendirian mencari Ibu Ainun.

Dokter-dokter mengetahui hal ini terjadi setelah meninggalnya Ibu Ainun, lalu mereka memberikan tiga opsi kepada Habibie, yaitu:
1.Habibie harus mendapatkan perawatan dan diberikan obat.
2.Dokter akan berkunjung ke rumahnya dan memberikan konsultasi terus-menerus.
3.Habibie diminta menuliskan apa saja tentang sosok Ainun yang menemani hidupnya.
Akhirnya, Habibie memilih opsi ketiga dan mencoba untuk mulai menuliskan hari-hari yang dilaluinya dahulu bersama Ainun. Disinilah awal mula Habibie menuliskan novel tentang dirinya dan Ainun.

Doa adalah bentuk Cinta tidak memandang ruang dan waktu

Romantisnya Habibie terhadap istrinya ibu Ainun tidak hanya tercitra
melalui film biografi romantisnya saja. Getaran cinta Habibie terus
terlihat nyata dan masih hangat meskipun secara jasmani, sosok sang
istri sudah tak lagi menemani Habibie di masa tuanya.
idntimes.com
Dari romatika di atas kita menyadari bahwa cinta yang tumbuh secara alami itu tidak akan memandang batas ruang dan waktu. Meskipun Ainun telah pergi lebih dahulu menghadap Tuhan, kesetiaan Habibie tetap muncul, setiap hari Jum’at pagi Habibie selalu datang ke makam dan menemani Ainun. Bukan karena Habibie tidak ikhlas dengan kepergian Ainun melainkan itu adalah bentuk cinta sejati, cinta yang tak akan pergi ke lain hati. Habibie juga memberikan pelajaran pada kita bagaimana mengingat cinta. Mengirim doa adalah cara terbaik mencintai mereka yang sudah dipanggil Sang Pencipta.

Itulah beberapa romantika cinta yang dapat kita pelajari dari kisah pemimpin kita yang juga merupakan tokoh visioner Indonesia. Semoga kisah cinta mereka dapat kita jadikan sebagai panutan ya.