Datangi PN Jakut, Ribuan Massa GNPF-MUI Minta Ahok Dihukum Maksimal

Ngelmu.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan melakukan
aksi long march dari Masjid Istiqlal ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara di
Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Sambil berjalan menuju PN Jakut, massa
berteriak mengikuti salah satu komando yang menggunakan pengeras suara di atas
mobil.

“Kami hadir kembali untuk mendukung majelis hakim untuk
memberikan hukuman yang maksimal kepada penista agama, takbir,” ucap salah
seorang orator di atas mobil komando, Jumat (28/4/2017).
Selain itu, mereka ke PN Jakarta Utara karena tidak ingin
hukum di Indonesia di perjual belikan.”Kami pergi ke PN Jakut karena tidak
ingin hukum di Indonesia diperjual belikan dan diintervensi oleh satu
pihak,” tegasnya.
Habib Novel, selaku salah satu koordinator aksi menjelaskan,
tujuan mereka hanya satu, yakni memberikan dukungan moril kepada majelis hakim
yang mengadili kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), untuk tidak takut dengan intervensi dari
penguasa.
Sementara, Kepala Humas PN Jakarta Utara Hasoloan Sianturi
menyamapaikan, siap menyambut kedatangan massa GNPF dan mendengarkan segala
tuntutan massa yang berbondong-bondong dari Masjid Istiqlal tersebut.
“Kalau mereka datang kita tanggap sebagai tamu, dan apa
tujuan kedatangan mereka nanti kita dengar. Tamunya mau menyampaikan apa ya
kita dengar,” ungkap Hasoloan kepada Okezone, Jumat (28/4/2017).
Lebih lanjut, Hasoloan menegaskan, majelis hakim selalu
profesional dalam menangani sebuah perkara sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang. Termasuk kasus yang menjerat gubernur DKI Jakarta tentang
penistaan agama.
“Terkait dengan tugas majelis hakim itu, oleh UUD tidak
boleh diintervensi, UUD kita sudah melarang, tidak boleh majelis hakim dalam
kewenangan menjalankan kekuasaan kehakiman, tidak boleh diintervensi,”
pungkasnya.