Debut Manis Tim Garuda

suryamalang.tribunnews.com

Ngelmu.com, Depok – Masyarakat Indonesia akhirnya dapat mengobati kerinduan untuk menyaksikan Tim Nasional Indonesia berlaga di atas lapangan hijau. Selasa (6/8) kemarin di Stadion Manahan Solo, Timnas Garuda menjalani debut perdana pasca mendapat sanksi FIFA kurang lebih selama satu tahun lamanya.

Yang lebih menggembirakan lagi, Indonesia dalam laga uji coba semalam, berhasil menumbangkan musuh bebuyutan timnas Garuda selama ini yakni Malaysia. Laga yang berkesudahan 3-0 lewat dua gol Boaz Solossa dan 1 gol Irfan Bachdim itu, merupakan awal dari serangkaian laga pemanansan jelang Piala AFF November nanti di Myanmar dan Filipina.

Jika melihat hasil yang diraih pasukan Garuda semalam, memang pelatih Alfred Riedl banyak memasukan nama-nama debutan. Nama-nama seperti Yanto Rudolf Basna, Indra Kahfi Ardiyasa, Irsyad Maulana, Abduh Lestaluhu, dan Dedy Gusmawan. Hal ini menarik, karena mereka semalam tampil cukup baik meski di menit-menit akhir Dedy Gusmawan sempat melakukan blunder yang hampir mengancam gawang Andritany. Namun semalam saya perhatikan ada dua hal menarik yang terdapat dari laga semalam. Ini lah dua ha menarik itu:

www.modifikasi.com

Lanjutkan Dominasi Atas Malaysia

Jika melihat lawan Indonesia dalam ajang Internasional khususnya di sekitar Asia Tenggara. Nampaknya Malaysia adalah lawan bebuyutan Indonesia dalam partai apapun, baik resmi ataupun laga uji coba. Ketidak harmonisan keduanya memang di kendalai beebrapa faktor. Selain dari urusan pertahanan negara hingga urusan sepak bola, Indonesia dan Malaysia seperti Laga El Classico Asia Tenggara.

Tidak hanya di atas lapangan hijau, ketegangan pun kerap terjadi antara kedua suporter. Yang paling menghebohkan ialah, kerusuhan yang terjadi tahun 2012 lalu ketika partai final Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Tidak hanya disitu, tercatat beberapa kali mereka terlihat bentrok. Akan tetapi hal itu hanyalah segelintir kecil dari rivalitas kedua negara.

Mengenai rekor pertemuan keduanya Indonesia hanya unggul tipis dari Harimau Malaya. Dari 94 kali pertemuan Indonesia meraih 38 kemenangan, sedangkan Malaysia menang 35 kali dan 21 berakhir tanpa pemenang.

Kemenangan terbesar Indonesia atas Malaysia dalam enam terakhir, terjadi pada Piala AFF 2010 lalu. Saat itu Indonesia berhasil melumat Malaysia 5-1 di babak penyisihan group. Keduanya kembali bertemu di babak final, tapi sayang di laga puncak pasukan Garuda harus menerima keunggulan agregat Malaysia 4-2.

Laga final yang saat itu menggunakan sistem home-away gagal memenangkan timnas Indonesia dalam meraih gelar AFF pertamanya. Indonesia harus takluk 3-0 di leg pertama yang terjadi di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Dan kemenangan 2-1 di Gelora Bung Karno tiga hari setelahnya, seakan tidak berarti apa-apa untuk Indonesia.

Indonesia sendiri dalam Piala AFF sebenarnya adalah langganan masuk partai final. Namun Indonesia juga menjadi langganan runner up, dari empat kali masuk final. Indonesia juga empat harus gagal di partai puncak pada tahun 2000,2002,2004,dan 2010.

www.kaskus.co.id

Kerinduan Masyarakat Terobati

Lunas sudah kerinduan masyarakat untuk menyaksikan Timnas Indonesia berlaga. Praktis stadion di Indonesia terakhir membara pada tahun (30/3/15) lalu, ketika Timnas Indonesia menang 2-1 atas Myanmar dalam laga uji coba di stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Kerinduan itupun sangat benar-benar terlihat ketika Indonesia menjamu Malaysia di Stadion Manahan Solo. Antusias penonton dalam laga tersebut sangatlah mempesona meski laga itu hanyalah partai uji coba. Kenapa saya bilang antusias penonton semalam mempesona. Selain penonton yang memadati Stadion Manahan Solo yang berkapasitas 25 ribu, penonton juga menyuguhkan koereografi mengesankan dengan membentuk huruf GARUDA.

Sungguh penampilan yang sangat cantik kembali lagi tersaji di tribun stadion di Indonesia, setelah setahun lamanya stadion-stadion Indonesia membisu. Membisu dalam arti kata tidak ada lagi yel-yel bahkan koreografi untuk Timnas Indonesia, meski kompetisi sudah kembali bergulir.

Selain itu selain koreografi membentuk tulisan GARUDA, suporter Indonesia juga menunjukan sisi respect mereka kepada masyarakat Palestina dengan membentuk bendera Palestina. Aksi suporter Indonesia pun praktis seakan membuat ketar ketir para pemain Malaysia dan hasilnya mereka harus menerima terkaman Garuda dengan skor 3-0.

Kini masyarakat Indonesia segera kembali mempersiapkan koreografi-koreografi dalam mendukung pasukan Garuda dalam partai-partai selanjutnya sebelum tampil di Piala AFF. Laga terdekat yang akan kembali digelar adalah, laga uji coba Timnas Indonesia itu dijadwalkan akan berhadapan dengan Myanmar dan Vietnam. Namun mengenai tanggal PSSI kabarnya masih harus berkordinasi lagi dengan stasiun TV partner.

Kesimpulan 

Kini masyarakat Indonesia kembali lagi bisa menyaksikan timnas Indonesia berlaga di lapangan hijau. Namun beberapa pekerjaan rumah masih harus diselesaikan. Khsusunya untuk pihak Federasi yakni PSSI harus lebih profesional dalam menjalankan kebijakan-kebijakan dalam permasalah sepak bola dalam negeri. Hal itu amat sangatlah penting, mengingat dampak yang akan kembali terjadi jika hal itu tidak kembali terealisasi.

Dengan sedang berlangsungnya bursa calon pemilihan ketua umum PSSI, kini beban dan tanggung jawab pun siap menanti. Berbagai nama besar dan jabatan yang resmi mencalonkan diri sebagai calon ketua PSSI pun sudah mencuat. Dari Jendral hingga mantan pemain timnas pun sudah terdaftar.

Selanjutnya siapapun yang terpilih nanti, diharapkan bisa menjalani amanah rakyat untuk lebih memajukan pesepakbolaan Indonesia ke arah yang benar dan dapat lebih berprestasi. Indonesia sudah ditunggu turnamen Intenasional terdekat yakni Piala AFF. Semoga dengan kemenangan atas Malaysia semalam, bisa melecut semangat merah putih di debut pada saat melawan Thailand 19 November 2016 di Myanmar.