Ditangkap Polisi, Pelaku Penistaan Agama Anthony Hutapea Minta Maaf Kepada Umat Islam

Ngelmu.id – Anthony Hutapea (61), pengusaha di Medan yang diringkus
akibat kasus dugaan penistaan agama di media sosial meminta maaf atas
perbuatannya. Dia mengaku tidak berniat menistakan salah satu agama seperti
yang dituduhkan kepadanya.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Apa yang saya
buat ini, saya terjebak dalam satu hal yang saya tidak mengerti. Kakak saya ada
Muslim, mertua saya juga. Saya ingin semua umat Muslim bisa memaafkan
saya,” kata Anthony di Mapolrestabes Medan, Senin (17/4/2017) kemarin.
Anthony ditangkap di Jalan Setia Budi, Medan, Sabtu (15/4),
berdasarkan laporan dari Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut. Dia
dilaporkan telah menghina Nabi Muhammad SAW melalui postingan di akun
Facebook-nya.
Meski begitu, pengusaha bus itu mengklaim tidak ada terbesit
di pikirannya untuk menistakan agama lain. “Tidak ada sedikitpun niat
menistakan. Ini dari saya pribadi, saya mohon maaf. Dari kecil saya bergaul
dengan teman-teman yang Muslim,” ujar dia.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho
mengatakan, perbuatan Anthony sudah meresahkan masyarakat. Dia pun telah
ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama. “Tersangka
AH menistakan agama Islam di medsos sehingga meresahkan umat Islam. Polisi
bersama jajaran mengatensi kasus ini dan bertindak cepat menindaklanjuti kasus
itu,” kata Sandi.
Sandi mengatakan, atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal
45 Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 156 huruf a KUHP.
Dia pun menegaskan, polisi akan menindak tegas siapa saja
yang melanggar hukum, termasuk mereka yang menistakan agama.”Ini menjadi
pelajaran bagi kita, siapapun yang melanggar hukum, akan ditindak. Kami mohon
masyarakat dan ormas Islam untuk mengawal kasus ini sampai tuntas,”
tandasnya.
Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin, Ketua MUI Kota Medan, Moh
Hatta, dan Komandan Kodim 0201/BS, Kolonel Inf Bambang Herqutanto meminta
seluruh umat Islam menahan diri.
Sebab, kata Eldin, terduga penista agama bernama Anthony
Hutapea sudah ditahan.
“Marilah kita sama-sama menjaga kondusifitas Kota Medan
ini. Kita serahkan saja kepada Polrestabes untuk mengusut kasus ini hingga
tuntas,” kata Eldin, Senin (17/4/2017) sore.
Eldin mengajak semua pihak untuk saling menghormati dan
tidak mudah terprovokasi dengan berbagai informasi yang ada di media sosial.
Katanya, jika kita mudah terprovokasi, tentu tidak akan tercipta suasana
kondusif di Kota Medan.
Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Kota Medan, Moh Hatta.
Ia mengajak semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang
merugikan diri sendiri.
“Mari kita percayakan kasus ini pada Polrestabes Medan.
Sebelumnya, kita semua wajib mengapresiasi langkah kepolisian yang sudah
bertindak cepat menangani kasus ini,’ katanya.
Di Polrestabes Medan, puluhan ormas Islam tampak berkumpul.
Mereka sempat meminta polisi membuka penutup wajah yang digunakan oleh Anthony.
Anthony Hutapea mendadak semakin tenar setelah komentar di
laman facebooknya menjadi viral di dunia maya. Komentar-komentar Anthoiny yang
jelas menghina dan melecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW memicu kemarahan
netizen.
Beberapa netizen yang berdomisili di Medan, tempat tinggal
Anthony, pun pernah mendatangi kediaman dan lokasi usaha Anthony, San Marco
Cafe. Namun tidak berhasil bertemu.

Dalam kesempatan ini, sejumlah pemangku kebijakan
diantaranya Walikota Medan, T Dzulmi Eldin, Dandim 0201/BS Medan, Kolonel
Bambang Herqutanto, Ketua MUI Medan, Moh Hatta, dan Ketua Gerakan Anti
Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut, Ustaz Heriansyah juga tampak hadir.