Divonis 2 Tahun Penjara, Anak Ahok: Tidak Ada Guna Tinggal di Negara ini

Ngelmu.id – Majelis Hakim memvonis terdakwa penodaan agama
Basuki Tjahaja Purnama dua tahun penjara. Ahok, sapaan akrabnya, terbukti
secara sah dan meyakinkan telah melakukan penodaan agama, berkaitan dengan
surah Al Maidah. Setelah divonis, Ahok mulai hari ini, Selasa (9/5/2017)
ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang.

Sebelum vonis jatuh, beberapa waktu lalu Basuki Tjahaja
Purnama mengaku anak dan istrinya kecewa dengan kondisinya saat ini. Sebab kini
dia harus rutin menjalani sidang sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama
di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.”Tentu waktu jadi tersangka, istri dan
anak saya kecewa, karena mereka tahu saya tidak mungkin nistakan agama,”
kata Ahok di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017) lalu.
Walaupun begitu, dia mengungkapkan, kekecewaan tersebut sengaja
dipendam dan tak terungkap hingga hari ini kepada dirinya. Sebab mantan
politisi Gerindra ini sempat mendengar percakapan, antara anak sulung dan anak
bungsunya tentang kondisi dirinya tersebut.”Kalau Bapak dihukum, kita
tidak ada guna tinggal di negara ini. Itu mereka bilang, ngomong antar anak
saja, kalau di depan saya tidak bilang,” ujarnya.
Selain itu, Ahok melihat sikap asli sang istri Veronica Tan
agak berubah semenjak permasalahan yang dialaminya itu. Meskipun istrinya tidak
marah akan tetapi dia tahu ibu tiga anak itu begitu geram dengan keadaan
tersebut.
“Ibu saya juga percaya begini, kami percaya kalau kita
niatnya baik, orang mau fitnah kami, dia boleh merancang-rancang jahat, tapi
kami percaya ada Tuhan mengubah kebaikan kita semua. Itu yang selalu saya
yakini dari cerita-cerita nabi,” tegasnya.
Ahok mengatakan, serentetan peristiwa yang dialaminya ini
dipercayainya sudah ditulis dalam kitab takdirnya. Dia meyakini bahwa hak
tersebut tidak bisa dipilih, sehingga tidak perlu khawatir dengan apa yang
tengah menimpanya.
“Saya kan jadi showcase. Suatu hari saya yakin orang
akan lihat kok kalau saya tidak salah. Kalau sidang 12 jamn anggap saja kuliah,
saya ikhlas dan terima. Kalau tidak ikhlas saya bisa sakit, apalagi toiletnya
jorok. Saya bilang jangan sampai sakit perut. Nikmati saja, syukuri, dengarkan
(persidangan). Saya di rumah biasa-biasa saja,” pungkas Ahok saat itu.