Dr. KH. Haedar Nashir, Tokoh Sentral Muhammadiyah

KH. Haedar Nashir
Foto: lintasnasional.com
Ngelmu.id – Dr. KH. Haedar Nashir, lahir di
Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 25 Februari 1958; umur 59 tahun, adalah Ketua
Umum Muhammadiyah terpilih periode 2015 – 2020. Di internal Muhammadiyah, dan
terutama di kalangan aktivis IMM, nama Haedar Nashir sudah sangat dikenal. Ia
pernah menjadi sekretaris ketika Ahmad Syafii Maarif menjabat ketua umum.
Dalam kesehariannya, Haedar Nashir
bekerja sebagai Dosen di FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarka, di
Yogyakarta. Dia menamatkan pendidikan dasarnya di Bandung, kemudian pindah ke
Yogyakarta untuk memperoleh gelar S1 di STPMD/APMD Yogyakarta dengan
mendapatkan gelar sebagai Lulusan Terbaik. Gelar S2 dan S3 diperoleh di Fisipol
UGM pada bidang Sosiologi dan keduanya mendapatkan predikat lulus Cumlaude.
KH. Haedar Nashir
Foto: hariansinggalang.co.id
Istri Haedar Nashir bernama Dra.
Hj. Siti Noordjanah Djohantini, M.M., M.Si. yang juga merupakan Dosen di
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Ketua Umum Pimpinan
Pusat Aisyiyah. Dari hasil pernikahannya tersebut, mereka memiliki seorang anak
perempuan, yaitu dr. Hilma Nadhifa Mujahidah yang merupakan dokter lulusan FK UMY dan seorang anak laki-laki, yaitu dr. Nuha Aulia Rahman yang juga seorang dokter
lulusan  FK UGM.
KH. Haedar Nashir menjadi anggota
Muhammadiyah sejak tahun 1983. Dia pernah menjadi Pimpinan Redaksi Majalah
Suara Muhammadiyah dan menulis buku “Muhammadiyah Gerakan Pembaruan”
(2010) yang menjadi salah satu karya yang sangat referensial. Esai-esainya pun
bisa dinikmati di rubrik “bingkai” Majalah Suara Muhammadiyah. Dia juga pernah
menjadi Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 1983-1986 dan Ketua Departemen
Kader PP Pemuda Muhammadiyah periode 1985-1990.
KH. Haedar Nashir saat di UMY
Foto: menara62.com
Berikut ini adalah beberapa karya
buku-buku yang pernah ditulisnya:
1.        
Buku Budaya Politik dan Kekuasaan  (1997)
2.        
Buku Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern (1997,
1999)
3.        
Buku Pragmatisme Politik Kaum Elit (1999)
4.        
Buku Perilaku Politik Elit Muhammadiyah (2000)
5.        
Buku Dinamika Politik Muhammadiyah (2001)
6.        
Buku Revitalisasi Gerakan Muhammadiyah (2001)
7.        
Buku Ideologi Gerakan Muhammadiyah (2002)
8.        
Buku Islam dan Perilaku Pemeluknya (2002)
9.        
Buku Meneguhkan Ideologi Gerakan Muhammadiyah
(2006)
10.    
Buku Manifestasi Gerakan Tarbiyah (2006)
11.    
Buku Gerakan Islam Syariat: Reproduksi Salafiah
Ideologis di Indonesia (2007).
12.    
Buku Kristalisasi Ideologi dan Komitmen
Bermuhammadiyah (2009)
13.    
Buku Muhammadiyah Gerakan Pembaruan (2010)
14.    
Buku Muhammadiyah Abad Kedua (2011)
15.    
Buku Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan
Kebudayaan (2012)
16.    
Buku Ibrah Kehidupan: Sosiologi Makna Untuk
Pencerahan Hidup (2013)
17.    
Buku Memahami Ideologi Muhammadiyah (2014)
18.    
Buku Islam Syariat: Reproduksi Salafiah
Ideologis di Indonesia, Edisi baru (2013)
19.    
Buku Dinamisasi Gerakan Muhammadiyah (Juli,
2015)
20.    
Buku Gerakan Islam Pencerahan (Juli, 2015)
21.    
Muhammadiyah A Reform Movement, 2015, UMS.
22.    
Understanding The Ideology Of  Muhammadiyah, 2015, UMS.
KH. Haedar Nashir dan Jusuf Kalla
Foto: wapresri.go.id
Adapun tulisan-tulisan KH. Haedar
Nashir juga bisa dibaca di beberapa media cetak ataupun jurnal ilmiah. Hal tersebut
dikarenakan KH. Haedar Nashir merupakan Penulis tetap “Refleksi” pada Harian
Umum Republika. Dia juga menulis di media massa Kedaulatan Rakyat, Kompas,
Republika, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, Sindo, dan beberapa jurnal ilmiah. Dia
juga memberi kata pengantar pada sejumlah buku.
Dr. KH. Haedar Nashir terpilih
menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-15 lewat Muktamar Ke-47
Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 6 Agustus 2015. Di
muktamar Muhammadiyah, penetapan Haedar Nashir sebagai ketua umum PP
Muhammadiyah dilakukan dalam sidang umum. Selain memilih Haedar sebagai ketua,
muktamar juga memilih sekretaris umum PP Muhammadiyah yakni Abdul Mu’ti untuk
periode kepemimpinan 2015-2020.