Eep: Fokus Pada Inkompetensi Petahana, Jangan Isu SARA

Ngelmu.com – Blunder yang dilakukan petahana dengan menghina umat Islam dan Al-Quran bisa merugikan umat Islam itu sendiri jika isu itu tidak terkelola dengan baik.

Salah satu mantan aktivis mahasiswa yang kini kerap menjadi konsultan politik, Eep Saefulloh Fatah merasa gatal dan bertanya kepada masyaraat muslim, “Siapakah yang paling diuntungkan jika Pilkada Jakarta terlalu digenangi (sekali lagi, “terlalu digenangi”) isu SARA?”

“Jawabannya buat saya terang benderang: Basuki Tjahaja Purnama”, tulis Eep melalui pesannya.

Menurut Eep pukulan terberat buat petahana bukan blunder di isu SARA, melainkan yang bersangkutan inkompeten sebagai Gubernur, bukan fakta bahwa petahana adalah Tionghoa dan non-Muslim.

“Tema SARA membikin petahana jadi sumber utama percakapan online dan media sosial. Ini antara lain sejalan dengan harapan dan target kampanye yang bersangkutan” tulis Eep mengingatkan.

Eep mengajak masyarakat Jakarta lebih menyoroti tentang kekacauan anggaran yang membuat banyak kebijakan pro rakyat cuma berjalan 1/3 atau 1/4 dari yang semestinya di Jakarta, kegagalan komunikasi politik dan komunikasi publik yang akut dengan segenap dampaknya, penggusuran yang salah kelola dan salah pemihakan, bahaya ekonomi-sosial-ekologi dari reklamasi, etika pemerintahan yang bersih, dana non-budgeter berkedok diskresi (hibah ke daerah berupa barang mesti masuk dulu ke APBD seperti dicontohkan Surabaya, Banyuwangi, Batang) dan lain-lain.

Eep juga menambahkan jika yang diangkat adalah isu inkompetensi petahana, maka dalam hampir semua urusan, petahana sungguh mudah terpojok. Tanpa dipojokkan oleh pihak lain pun yang bersangkutan mudah terpojok karena sumber masalah adalah kekeliruan kebijakannya sendiri.

“Jakarta harus kita jadikan kampanye sehat dan bergizi. Ini bagian dari pendidikan politik yang harus kita kerjakan”, tambah Eep.

Eep juga mencontohkan dan memberi ilustrasi bahwa kampanye yang sehat itu seperti menyoroti adanya “staf khusus” yang bekerja dan melekat pada Gubernur hampir sepanjang saat tapi tidak digaji oleh Pemprov. Hal itu wajar jika di sebuah perusahaan swasta.

Sementara contoh kampanye tidak sehat adalah fokus pada ras dan agama sang “staf khusus” itu semata-mata .

Sementara salah satu aktivis dan sejarawan Jakarta, JJ Rizal juga mengingatkan khalayak muslim melalui pesan di akun twittternya.

“Semua akan disedot dan dikungkung Isu SARA agar lengah dari isu kejahatan kemanusiaan, kesejahteraan, keadilan dan lingkungan”, kicau JJ Rizal.

Baca Juga Sebelumnya:

1. 6 Trik Licik Ahok Jebol Tembok Ngobrol Umat Islam Melalui Isu Penistaan Agama

2. Anies Ternyata Jahat

3. Eep prediksi Anies-Sandi Unggul Putaran Pertama, Jebakan Batman Agar Terlena?

4. Ini Jawaban Saya

5. Inilah Deretan Artis Cantik Pendukung Ahok

6. Menuju DKI 1, Kita Lihat Pendapat Mereka Tentang Ahok