Enam Lembaga Survei Nyatakan Anies-Sandi Menang, Insyaallah 19 April Jakarta Baru Tanpa Reklamasi

Ngelmu.id –  Sepekan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI
Jakarta, sebanyak enam lembaga survei menempatkan elektabilitas pasangan calon
gubernur-calon wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno menang atas pasangan
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

Keenam lembaga survei tersebut adalah Lingkaran Survei
Indonesia (LSI) Denny JA, Sinergi Data Indonesia (SDI), Polmark Indonesia, Lembaga Media Survei Nasional (Median),  Saiful Mujani Research Center (SRMC) dan Indonesia Development
Monitoring (IDM).
Berikut rincian hasil survei masing-masing lembaga terhadap
elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
1. Hasil Survei Indonesia Development Monitoring (IDM)
Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei
terbarunya tentang tingkat kepercayaan (elektabilitas) pasangan calon gubernur
dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno
unggul 12% dari petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Survei
dilakukan 4 hingga 11 April 2017 dengan responden sebanyak 1.421 dari
masyarakat Jakarta yang memiliki hak pilih pada pilkada DKI Jakarta putaran
kedua nanti.
Hasil survei menunjukkan pasangan Ahok-Djarot dipilih
sebanyak 40,82% responden, dan pada pasangan Anies-Sandi sebanyak 52,68%.
Sedangkan yang tidak menjawab/rahasia sebanyak 6,5%. Dari hasil survei ini
dapat tergambar bahwa elektabilitas Anies-Sandi unggul atas Ahok-Djarot dengan
selisih mencapai lebih dari 12%.
Hal ini mungkin terjadi karena sebagian besar pemilih Agus
Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada putaran pertama cenderung memindahkan
dukungan kepada Anies-Sandi. Perpindahan dukungan dari Agus-Sylvi kepada
Anies-Sandi dinilai lebih besar daripada ke Ahok-Djarot. Sebab, lanjut Fahmi,
baik pemilih pasangan nomor urut 1 tersebut maupun pemilih Anies-Sandi pada
putaran pertama, sama-sama menginginkan hadirnya pemimpin baru di Jakarta.
Survei dilakukan dengan sampel dipilih secara random atau acak
di lima kotamadya dan satu kabupaten di Jakarta. Metodenya mengunakan teknik
multistage random sampling dan derajat kesalahan kurang lebih 2,6% pada tingkat
kepercayaan 95%.
2. Hasil Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA melakukan
survei di detik-detik terakhir menjelang Pilgub DKI putaran kedua. Hasilnya,
pasangan calon nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, unggul cukup jauh. “Hasil
survei LSI yang baru saja selesai, April 2017, Anies-Sandi 51,4 persen,
Ahok-Djarot 42,7 persen. Yang belum menentukan 5,9 persen,” kata founder
LSI, Denny JA, dalam siaran pers, Kamis (13/4/2017).
Survei LSI ini dilakukan pada 7-10 April 2017 di Jakarta,
secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih menggunakan metode
multistage random sampling. Margin of error survei ini plus-minus 4,8%.
“Per hari ini, semua survei yang dipublikasikan resmi,
semuanya menunjukkan Anies-Sandi unggul. Setidaknya sudah ada lima lembaga
survei yang secara resmi sudah mempublikasikan risetnya,” kata Denny JA.
Denny JA menegaskan survei itu didanai oleh pribadi dan
tidak ada kepentingan salah satu calon. “Survei ini dibiayai dengan dana
sendiri dan dilengkapi pula dengan riset kualitatif (FDG/focus group discussion,
media analisis, dan indepth interview),” tuturnya.
Dibandingkan dengan survei LSI Denny JA pada Maret 2017,
kedua pasang calon sama-sama mengalami kenaikan. Pada Maret 2017, elektabilitas
pasangan Anies-Sandi sebesar 49,7% dan pada April mengalami kenaikan 1,7%
menjadi 51,4%. Sedangkan untuk pasangan Ahok-Djarot, pada Maret 2017,
elektabilitasnya 40,5%. Pada April 2017, kenaikan sebesar 2,2% menjadi 42,7%.
3. Hasil Survei Lembaga Media Survei Nasional (Median)
Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei
terbaru terkait dengan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot
Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada 1-6 April 2017 dengan 1.200
responden. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random
sampling. Margin of error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Berdasarkan survei Median, elektabilitas Anies-Sandi sebesar
49,8 persen, sedangkan elektabilitas Ahok-Djarot 43,5 persen. Sebanyak 6,7
persen responden tidak menjawab. Median mencatat elektabilitas Anies-Sandi naik
3,5 persen, sedangkan Ahok-Djarot naik 3,8 persen dibanding pada Februari 2017.
Hasilnya, 44,9 persen pemilih menilai Ahok-Djarot mampu
membenahi Jakarta, sementara 40,9 persen lainnya menilai Anies-Sandi-lah yang
mampu. Ada 46,1 persen responden yang menganggap program Ahok-Djarot paling
bagus. Di sisi lain, yang menilai program Anies-Sandi bagus sebanyak 39,3
persen responden.
Ahok-Djarot juga dinilai lebih berpengalaman oleh 65,9
persen responden. Hanya 23,2 persen responden yang menganggap Anies-Sandi
berpengalaman. Total ada 65,6 persen pemilih yang puas terhadap kinerja Ahok
selama menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Median lalu menanyakan alasan responden memilih kedua
pasangan tersebut. Hasilnya, ada 67,1 persen responden yang memilih Ahok karena
alasan rasional, sedangkan 18,2 persen lainnya karena alasan emosional. Di sisi
lain, ada 31,1 persen responden yang memilih Anies karena alasan rasional dan
60,4 persen karena alasan emosional.
4. Hasil Survei Sinergi Data Indonesia (SDI)
Survei yang digelar Sinergi Data Indonesia (SDI) pada 10-17
Maret lalu terhadap 600 warga Jakarta, mengunggulkan pasangan Anies
Baswedan-Sandiaga Uno. Dari 600 responden, sebanyak 49,20 persen mendukung
pasangan Anies-Sandi pada putaran kedua Pilkada DKI 19 April mendatang.
Sementara, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot
Saiful Hidayat hanya mendapat 42,20 persen. Sisanya sebesar 8,60 persen
menjawab rahasia, tidak tahu, dan tidak menjawab.
Dari 600 responden yang disurvei, 50 persennya atau sebanyak
300 orang adalah laki-laki. Dari respoonden laki-laki tersebut, 50,84 persennya
mendukung Anies-Sandi, dan 39,55 persennya mendukung Ahok-Djarot. Sedangkan
9,62 persennya belum menentukan pilihan. Dari 300 responden perempuan, 47,57
persennya mendukung Annies-Sandi, dan 44,84 persennya mendukung Ahok-Djarot.
Yang belum menentukan pilihan sebanyak 7,59 persen.
Responden yang disurvei oleh SDI 87,40 persennya adalah
muslim, 6,00 persen Kristen Protestan, 4,80 persen Kristen Katolik, dan 1,80
persen adalah pemeluk agama selain Islam, Kristen Protestan, dan Kristen
Katolik.
Berdasarkan latar belakang agama, diketahui 56,22 persen
muslim memilih Anies-Sandi, 34,10 persen memilih Ahok-Djarot, dan 9,67 persen
belum menentukan pilihan. Pemilih dengan latar belakang Kristen Protestan dan
Kristen Katolik, semuanya memilih Ahok-Djarot.
Responden yang berlatar belakang agama selain Islam, Kristen
Protestan dan Kristen Katolik, 68,31 persennya memilih Ahok-Djarot, 20,84
persennya memilih Anies-Sandi, dan 10,84 persen sisanya belum menentukan
pilihan.
Dari 49,20 persen pemilih Anies- Sandi, 4,03 persennya
mengaku masih mungkin untuk mengubah pilihannya pada 19 April nanti, dan 0,63
persen pendukung pasangan tersebut mengaku tidak tahu dan tidak menjawab.
Sedangkan dari 42,20 persen pemilih Ahok-Djarot, 2,94 persennya mengaku masih
mungkin mengubah pilihan, dan 1,73 persennya mengaku tidak tahu dan tidak
menjawab.
5. Hasil Survei Polmark Indonesia
Survei yang digelar Polmark Indonesia juga mengunggulkan
pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan elektabilitas 49,1 persen
berbanding 41,1 persen untuk pasangan Ahok-Djarot. Faktor utama paslon nomor
urut 3 Anies-Sandi dipilih masyarakat Jakarta bukan karena agamanya, tapi
karena programnya yang mampu membuat Jakarta menjadi lebih baik lagi.
Masyarakat Jakarta memilih kandidatnya berdasarkan programnya lebih dominan
dari faktor agama.
Faktor tertinggi Anies-Sandi dipilih warga Jakarta karena
programnya haruslah ditampilkan pada publik sehingga tak menimbulkan kesesatan.
Faktor lain, Anies-Sandi bersih, kita tak bisa menghalangi pikiran masyarakat
bahwa pasangan Anies-Sandi bersih. Itu kan hak, silahkan juga mengatakan
Basuki-Djarot bersih, tapi menghalangi pikiran itu sama saja tirani, harus ada
pembuktian.
Dukungan dari sejumlah lapisan masyarakat dengan
mengatasnamakan agama itu muncul dari komunitas sosial yang namanya agama, itu
juga bukan dari masyarakat Islam saja, ada juga dari pendeta di gereja, dan
agama lainnya.
6. Hasil Survei Saiful Mujani Research & Consulting
(SMRC)
Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis
survei terbaru terkait dengan elektabilitas cagub-cawagub DKI Jakarta sepekan
menjelang pencoblosan. Hasilnya, Dalam pilihan kepada dua pasangan calon
gubernur-wakil gubernur, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat 47,9 persen
dukungan, sementara Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 46,9 persen.
Selisih keduanya hanya 1 persen. Yang belum tahu sekitar 5,2 persen.
Jumlah sampel dalam survei ini sebanyak 800 orang, yang
dipilih dengan metode stratified systematic random sampling. Jumlah sampel yang
dapat diwawancara secara valid sebanyak 446 responden dan data inilah yang
dianalisis. Responden disurvei pada 31 Maret-5 April 2017 dan diwawancara
secara tatap muka. Margin of error survei sebesar 4,7 persen.