Faktor Prabowo dan Sembako Politik Dinilai Jadi Penyebab Kekalahan Ahok

Ngelmu.id – Founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali
menganalisis tiga faktor penyebab kalahnya pasangan calon gubernur dan wakil
gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama-Djarot Saiful dari pasangan Anies
Baswedan-Sandiaga Uno.

LSI Denny JA mengumumkan hasil hitung cepat (quick count)
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang diselenggarakan Rabu
(19/4/2017) kemarin. Yakni pasangan 
Basuki (Ahok)–Djarot mendapat 
42,33 persen dan Anies–Sandiaga (57,67 persen). “Dua penyebab kekalahan
Ahok-Djarot yaitu blunder sembako dan faktor Prabowo Subianto,” kata Denny JA
dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta, Rabu malam.
Menurut Denny, 
pembagian sembako begitu masif 
dilakukan tim sukses pasangan Ahok-Djarot. Denny menilai masyarakat
tidak merespon sembako yang dibagikan itu untuk disenangi.“Ini  blunder elektoral yang menyalahi aturan
sehingga banyak mendatangkan pemilih tapi lebih banyak juga yang tidak
menyukainya,” ujarnya.
Faktor kedua, sosok Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai
Gerindra.  Denny  menjelaskan sosok Prabowo mampu
memberikan  nilai tambah bagi pasangan
Anies-Sandi dalam hal kebangsaan. Selama masa kampanye,  Denny melihat sosok Prabowo begitu kuat
memberikan dukungan kebangsaan terhadap pasangan Anies – Sandi.
Dia menjelaskan faktor penyebab lainnya adalah keinginan
pemilih untuk mengganti gubernur inkumben. Menurutnya, pernyataan Ahok di
Kepulauan Seribu merupakan penistaan agama, sehingga pemilih juga tidak ingin
dipimpin Gubernur yang menjadi tersangka.
Prabowo Subianto menilai bahwa rakyat Jakarta itu luar
biasa. Ia mengaku makin percaya bahwa rakyat memiliki pendirian teguh meski
hendak disogok dengan uang dan sembako.”Ini memberi harapan pada
kami,” kata Prabowo dalam pidatonya di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai
Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu kemarin.
Prabowo mengaku diminta untuk menyampaikan ucapan terima
kasih kepada pihak yang telah menyumbangkan sembako kepada warga Jakarta,
selama  putaran kedua Pilkada DKI
2017.”Jangan bosan (kasih sembako). Jangan hanya untuk pilkada dong. Bagi
sembako terus,” kata dia diiringi tawa para relawan pendukung pasangan
Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Dalam satu pekan terakhir menjelang pencoblosan, tim
Anies-Sandi menemukan pembagian sembako yang diduga terkait Pilkada DKI di
banyak tempat. Menurut kuasa hukum tim Anies-Sandi, Yupen Hadi penyebaran
sembako ini dilakukan masif di seluruh wilayah Jakarta termasuk Kepulauan
Seribu.
Berdasarkan pemantauan tim Anies-Sandi di lapangan, Yupen
mengatakan ada dua pola yang digunakan. Yang pertama adalah pembagian sembako
dengan kupon Rp 5000 yang ditukar dengan sembako berisi mie instan, beras,
gula, dan minyak goreng. Ada juga pola tanpa kupon dibagikan langsung di setiap
titik yang ada di DKI Jakarta.
Menurut Yupen hasil pemantauan oleh timnya, hal ini terjadi
di Jakarta Utara yakni di daerah Cilincing dan Kali Baru. Ada temuan juga di
Jakarta Timur seperti Kampung Melayu, kawasan Lubang Buaya, Klender, Rawangun,
dan Cimanggis. Untuk Jakarta Barat ada temuan di Cengkareng. Jakarta Selatan
ada penemuan di Kebayoran Lama.
Yupen juga mengatakan ada fasilitas negara yang diduga
digunakan untuk menyimpan logistik yang didistribusikan itu. Rumah dinas negara
itu menurut Yupen ada di kompleks DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan.
Sejumlah lembaga survei lain juga mencatat kemenangan
pasangan Anies-Sandi.  Polmark Indonesia
mencatat Basuki-Djarot meraih 42,43 persen dan Anies–Sandiaga: 57,57 persen.
Indikator mencatat Basuki–Djarot (42,11 persen) dan Anies–Sandiaga (57,89
persen), SMRC mencatat Basuki–Djarot (41,94 persen) dan Anies–Sandiaga (58,06
persen).