Fariq Naik, Future Light of Islam, Pendakwah Muda Internasional

Fariq Naik
Ngelmu.id – Fariq Naik, lahir pada tanggal 10
Juli 1994, adalah putra dari ulama dan orator terkenal di dunia tentang Islam
dan perbandingan agama, Dr. Zakir Naik. Dia diprediksi menjadi “Future Light of
Islam” meneruskan perjuangan dakwah Bapaknya, Dr. Zakir Naik.
Sejak usia 8, sementara di
perjalanan Dakwah dengan ayahnya, Fariq mulai memberikan ceramah singkat dalam
bahasa Inggris dan Arab di depan ribuan orang di Chennai, Pune, Dubai, Italia,
Trinidad dan kota-kota lain di dunia. Pada tahun 2003, pada usia 9, ia berbicara
di hadapan lebih dari 50.000 orang di Srinagar dan audiens yang lebih besar di
Hyderabad pada tahun 2006, pada usia 12. Pada 13 tahun, selama belajar di
sekolah, ia berhasil menjadi Hafiz-ul-Quran. Dia telah menyelesaikan level
A-nya (CIE, UK), di Islamic International School & Junior College – Mumbai.
Fariq Naik dan Zakir Naik
Setelah presentasi singkat di Peace
TV, ia diundang untuk memberikan ceramah tentang Islam di berbagai belahan
dunia termasuk Arab Saudi, UEA, Bahrain, Italia, Sri Lanka dan Maladewa. Perjalanan
dakwah tersebut dan beberapa perjalanan ke kota-kota suci Makkah dan Madinah telah
memperluas pengetahuan dan pemahamannya sebagai pendakwah Internasional.
Fariq juga menguasai berbagai
bidang olahraga, seperti; Sepakbola, Berenang, Karate, dan Judo. Dia memenangkan
“Best Sports Boy Trophy” selama lima tahun berturut-turut di sekolah. Dia juga
memiliki sabuk hitam Taekwondo & Karate.
Dalam Pendidikan formal, ia
bertujuan untuk menguasai bahasa Arab dan mengkhususkan diri dalam pengetahuan
Islam. Ia bercita-cita bisa mengikuti jejak ayahnya dan unggul dalam pekerjaan
Dakwah, mengabdikan diri untuk umat.
Fariq Naik
Pada usia 15 tahun, ia adalah
pembicara termuda, di antara lebih dari 30 pembicara Islam yang berasal dari 15
negara di dunia saat Konferensi Dakwah Islam Internasional yang terbesar di
dunia, “Peace-The Solution for Humanity” yang diselenggarakan pada
bulan November 2009 di Mumbai, India.
Fariq saat ini melakukan Studi
Islam lebih dalam Al-Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University di Riyadh, Arab
Saudi. Fariq merupakan inspirasi bagi pemuda. Ia menjadi pembicara termuda di Peace
TV secara rutin dan sebagai pembicara dalam program, “Teens Star” seminggu
sekali.
Fariq Naik Kecil
Sejak Kamis, 30 Maret 2017, Intelektual
Muslim asal Mumbai, India, Zakir Naik sedang berada di Indonesia untuk melakukan
safari dakwah. Pakar perbandingan agama ini berceramah di 5 kota yaitu Bandung,
Yogyakarta, Bekasi, Gontor (Ponorogo), dan Makassar.
Mengawali kegiatannya di Bandung
yang berlangsung di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Zakir
mengajak Fariq Naik, anaknya. Anak muda berusia hampir 23 tahun itu,
menyampaikan ceramah pembuka mendahului ayahnya.
Fariq Naik Kecil
Fariq Naik menjelaskan tentang
makna ketuhanan dalam Islam. “Jika kita ingin masuk Surga, Nabi Isa tidak
menyuruh kita untuk menyembahnya,” terang Fariq Naik. Fariq juga mengutip surat
Al Ikhlas tentang konsep ketuhanan ini. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa
Tuhan itu satu. Qulhuwallahu Ahad. Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.
“Hanya Allah tempat bergantung. Allah tidak beranak dan tidak diperanakan. Dan
tidak ada sesuatu pun yang menyamai Allah,” kata Fariq menyebutkan arti Surat
Al Ikhlas. Fariq juga menjelaskan sesuatu yang diciptakan oleh manusia tidak
dapat menyerupai orang yang menciptakannya. “Dan seperti dalam Surat Al-Ikhlas
ayat terakhir, tidak ada yang mampu menyerupai Allah,” pungkasnya.