Gaji dan Tunjangan 5 Tahun Wagub Sandiaga akan Disumbangkan ke Kaum Dhuafa

Ngelmu.id – Calon Wakil Gubernur terpilih versi hitung cepat, Sandiaga
Uno, mengatakan akan menyumbangkan semua gajinya sebagai wakil gubernur kepada
kaum dhuafa. Bukan hanya gaji, ia juga mengaku tidak akan mengambil tunjangan.

“Semua akan saya berikan sesuai dengan janji kepada
lembaga yang akan mengatur kepada para yatim, dhuafa, fakir miskin,” ujar
Sandi di Masjid Al-Barkah As Syafiiyah, Tebet, Jakarta, Minggu (23/4).
Ia mengaku mantap mengambil keputusan ini karena sudah
mendapatkan penghasilan dari tabungan dan usahanya sebelumnya. Keputusannya
tersebut juga sudah mendapat restu dari istrinya.
“Nggak nerima lah (gaji wagub sepersenpun).
Alhamdulillah saya udah dapat begitu banyak rezeki dari hasil tabungan saya.
Usaha saya jadi saya udah janjian sama istri, kurangin belanja ya?”
ucapnya sambil menggoda istrinya, Nur Asia, yang berdiri di sebelahnya di
Rawamangun, Jakarta Timur, di hari yang sama.
“Karena kasihan, sedekah banyak yang miskin,”
tambah Sandi.
Sandi mengaku pengalihan gajinya untuk kaum dhuafa akan
diatur oleh badan-badan yang biasa mengatur pendanaan dan zakat. “Mungkin
nanti masukan dari Baznas badan amil zakat nasional, dompet dhuafa, atau rumah
zakat yang sudah biasa memobilisasi pendanaan,” tambahnya.
Dia merasa rezekinya telah dicukupkan oleh Allah SWT,
sehingga hal tersebut menjadi alasannya tidak menerima gaji jika terpilih
sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di pemilu mendatang. “Saya malah tidak
melihat apa yang akan saya dapatkan lima taun ke depan,” katanya menambahkan.
“Saya hijrah ke politik ini karena saya merasa dapat
berkontribusi dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi bangsa dan
negara,” jelasnya.
Sandi menyebut Allah SWT selama ini sudah memberikan cukup
rezeki baginya. Dia pun menganggap hal itu sebagai salah satu kontribusinya
membantu masyarakat di Jakarta.”Menurut saya enggak penting (gaji dan
tunjangan) karena Allah sudah begitu baik ngasih rezeki ke saya. Menurut saya
kurang rasanya berkontribusi pada masyarakat Jakarta,” pungkasnya.