Gerai Pizza Little Caesars Dituntut 1.3 Triliun Rupiah Karena Jual Pizza Halal Ternyata Daging Babi

Ngelmu.id – Gerai Pizza Little Caesars Dituntut 1.3 Triliun Rupiah atau lebih dari 100 juta dollar Amerika oleh Mohammad Bazzi yang seorang muslim.

Situs berita Detroit News melaporkan Mohamad Bazzi, tertarik mencoba pizza halal setelah gerai pizza Little Caesars yang berada di Detroit itu memperkenalkan produk pizza pepperoni halal terbaru mereka.

 

Litte Caesars adalah salah satu gerai pizza paling besar di Amerika setelah Pizza Hut dan Domino’s Pizza.

Dilansir dari Foxnews (30/17), Mohamad mengatakan bahwa dia memesan pizza dan mulai memakannya bersama istrinya di rumah sebelum mereka akhirnya menyadari bahwa pepperoni yang disajikan tidak halal. Mohamad sebelumnya pernah berkerja di sebuah gerai pizza, dan dia mengatakan bahwa dia dapat melihat perbedaan antara daging sapi dan daging babi.

Sementara itu istrinya yang seorang mualaf, mengenal rasa daging babi saat mereka memakan pizza tersebut.

Menurut laporan yang diajukan ke pengadilan, pasangan tersebut mengatakan bahwa mereka jatuh sakit setelah mengonsumsi pizza itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke polisi tiga hari setelahnya.

Mohamad kemudian kembali memesan pizza peperoni halal ke salah satu gerai Little Caesars yang berbeda pada bulan Mei ini. Dia kembali mengklaim bahwa pizza yang disajikan menggunakan daging babi lagi.

Saat dikeluhkan dalam rekaman percakapan, sang manajer Litte Caesars mengaku bahwa Mohamad memesan pizza peperoni non halal lalu meminta stiker halal di kotak pizza-nya yang dibantah Mohamad.

“Mereka tidak menghargai ketentuan agama lain, dan ini merupakan salah satu tindak penghinaan terhadap agama islam,” ungkap Moughni selaku pengacara Mohamad.

Sementara itu perwakilan dari Little Caesars mengatakan bahwa mereka masih belum bisa memberikan komentar tentang kasus ini, tapi mereka menanggapi hal ini dengan sangat serius.

Moughni mengatakan bahwa transaksi tersebut telah melanggar undang-undang negara, yang masuk ke dalam undang-undang anti penipuan dan kebenaran pelabelan makanan.

Dalam agama islam daging babi merupakan salah satu makanan yang dilarang untuk dikonsumsi.