Habib Rizieq : Inilah 10 Kejahatan Jaksa Penuntut Umum Dalam Kasus Sidang Penistaan Agama dengan Terdakwa Ahok

Ngelmu.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki “Tjahaja” Purnama dengan tuntutan 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dalam sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

“Menyatakan Ahok terbukti bersalah melakukan tindak pidana umum, menyatakan peremusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu golongan rakyat Indonesia seperti diatur dalam pasal 156 KUHP. Dua, menjatuhkan pidana terhadap Ahok dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun,” kata Jaksa pada Rabu, 20 April 2017.
Jaksa menilai Ahok terbukti bersalah melanggar Pasal 156 KUHP dan tidak ada alasan alasan yang dapat meringankan ataupun alasan pemaaf selama persidangan. Pidato Ahok juga dinilai Jaksa menciptakan keresahan dan kesalahpahaman di masyarakat.
Jaksa Penuntut Umum juga menyebutkan hal-hal yang meringankan Ahok, yakni mengikuti persidangan dengan baik, sopan, serta turut andil dalam pembangunan Jakarta. Ahok juga mengatakan telah bersikap humanis.
Ahok sebelumnya didakwa telah telah menodai agama melalui ucapannya tentang Surah Al-Maidah ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September tahun lalu.
Hal ini menjadi perhatian yang sangat besar oleh umat islam yang merasa keadilan tidak ditegakkan di Indonesia. Sebagaimana yang diungkap kan oleh Habib Rizieq Syihab bahwa tuntutan yang diberikan kepada Ahok oleh Jaksa Penuntut Umum merupakan kejahatan.
Setidaknya ada Sepuluh Kejahatan Jaksa Penuntut Umum Dalam Sidang Kasus Penistaan Agama dengan terdakwa Ahok:
1. Mengabaikan KUHP Pasal 156 tentang Penodaan Agama dengan sanksi hukum berat.

2. Memfokuskan pada KUHP pasal 156 tentang tentang Menyebarkan Kebencian kepada suatu golongan dengan sanksi hukum ringan.

3. Mengabaikan data dan menyembunyikan fakta yang memberatkan Ahok.

4. Melemahkan bukti dan saksi sendiri untuk meringankan Ahok.

5. Menyalahkan Buni Yani bukan menyalahkan Ahok.

6. Membela Ahok dengan menilai bahwa Ahok tidak terbukti menista agama.

7. Membenarkan Ahok bahwa Al-Maidah 51 multitafsir.

8. Memuji Ahok telah membangun Jakarta, sehingga patut diringankan.

9. Memuji Ahok sebagai sosok yang sopan dan santun, sehingga layak dapat keringanan.

10. Menuntut Ahok setahun penjara dengan masa percobaan dua tahun dengan kata lain AHOK TIDAK DIPENJARA.

Kesepuluh poin kejahatan ini pun terangkum oleh aktivis cyber muslim dan dijadikan sebuah petisi yang isi nya untuk menuntut pencopotan Jaksa Agung yang terindikasi berpihak kepada pemerintah untuk membela Ahok. Berikut ini adalah petisi nya: