Habib Rizieq Ketahui Penyiram Air Keras Novel, Polisi: Kita Belum Dapat Pelakunya

Ngelmu.id – Meski Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq
Syihab sudah mengetahui penyiram teror air keras yang terima penyidik senior
KPK Novel Baswedan, namun hingga kini pihak kepolisian belum mengungkapnya.

Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan
polisi masih menyelidiki kasus penyiraman air keras ke Novel
Baswedan.”Masih dalam penyelidikan, Masih, kita belum mendapatkan
pelakunya sampai sekarang ” kata Argo di Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Argo mengatakan kasus teror yang dialami oleh Novel belum
menemui titik temu. Hingga kini polisi belum mendapatkan pelaku dalam kasus
penyiraman air keras ke wajah Novel.
Sebelumnya, Habib Rizieq telah mengetahui identitas pelaku
penyiram air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Novel Baswedan seusai salat subuh di masjid Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa
Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017)lalu.
Dalam keterangannya di Mekkah di sela ibadah umroh, Selasa
(2/5/2017) pria yang dikenal dengan sebutan Habib Rizieq tersebut menyebut
bahwa pelaku penyiraman air keras tersebut adalah seorang pengusaha keturunan
yang menyewa dua preman.
“Ada Novel baswedan, mukanya disirami air keras. Pelakunya
sudah ketahuan kok. Kita sudah deteksi, pelakunya seorang pengusaha keturunan,
yang punya usaha dalam kemasan kelautan, dan memakai dua preman dari timur,
untuk menyirami daripada yaitu Novel Baswedan dengan air keras,”jelasnya.
Namun demikian dia menyebut bahwa kepolisian tak akan
memprosesnya. “Nah sekarang orangnya sudah ada, identitas ada, nggak
diproses,”tandasnya.
Sebagaimana diketahui, penyidik KPK Novel Novel Baswedan
diteror dua orang pengendara motor tak dikenal. Dia disiram air keras seusai
salat subuh di masjid Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Novel selesai salat subuh sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu,
dia berada di depan masjid Al Ihsan. Tiba-tiba Novel dihampiri oleh dua orang
laki-laki tidak dikena dan langsung menyiram dengan menggunakan air keras dan
mengenai mukanya.
Air keras itu, menyebabkan Novel bengkak di kelopak mata
bagian bawah kiri dan berwarna kebiruan. Serta bengkak di dahi sebelah kiri
dikarenakan terbentur pohon. Selanjutnya pelaku melarikan diri.
Saat ini Novel sendiri masih berada di Singapura untuk
menjalani perawatan intensif. Adapun, efek penyerangan air keras terhadap
penyidik senior KPK tersebut ternyata tidak hanya mengenai mata. Air kimia itu
ternyata juga mengenai rongga hidung.