Habib Rizieq Sangat Tabah Hadapi Kasus yang Menimpanya

Ngelmu.id, JAKARTA – Anggota tim pendamping hukum Habib Rizieq Syihab sudah menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) di Arab Saudi pada Jumat (19/5/2017) lalu. Mereka menyampaikan seputar perkembangan penyelidikan kasus percakapan (chat) yang dituduhkan kepada Habib Rizieq Syihab dengan wanita bernama Firza Husein.

“Konsolidasi terhadap proses yang terjadi, persiapan langkah (hukum) selanjutnya dan persiapan untuk pulang (ke Indonesia),” kata kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, Minggu (21/5).

Habib Rizieq, lanjut Sugito, sangat tabah menghadapi masalah itu. Pasalnya, perkara itu lebih banyak bermuatan politis ketimbang urusan hukum. “Ini sebuah fitnah yang sangat kejam untuk seorang yang sering berceramah, dan Habib (Rizieq Syihab) sempat kaget juga tiba-tiba sekarang diramaikan kembali. Habib sangat prihatin,” katanya.

Sugito juga menegaskan kembali bahwa kliennya tidak terlibat mengenai masalah komunikasi yang vulgar itu, apalagi sampai mengirimkan gambar yang tidak senonoh. Menurutnya, itu bagian dari upaya pembunuhan karakter Rizieq.

Sementara, Kuasa Hukum Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera menyampaikan bahwa kliennya telah menggandeng pengacara internasional guna menghadapi dugaan kriminalisasi ulama. Bahkan, Kapitra mengatakan bahwa pengacara tersebut ditakuti oleh pemerintah Indonesia.

Saat ditanya siapa nama pengacara tersebut, Kapitra enggan memberitahukannya, Ia hanya mengatakan pengacara internasional itu digandeng Habib Rizieq usai kunjungan ke Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss beberapa waktu lalu. “(Dia) ditakutin sama pemerintah Indonesia, saya enggak bisa sebut namanya, dia terkenal lah,” ujar Kapitra.

Kapitra berjanji akan mengungkap sosok pengacara internasional setelah gugatan kliennya masuk ke Dewan HAM PBB.“Nanti kalo udah jadi, udah masuk gugatan saya kasih tau,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, perkara kriminalisasi ulama yang dilaporkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) kepada Komnas HAM juga mendapat perhatian dari pihak internasional.

Selain melapor ke Komnas HAM, Pengacara Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, Kapitra Ampera menyebut kliennya mendapat tawaran dari Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss untuk mempresentasikan masalah kriminalisasi ulama ini.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya sudah menetapkan Firza Husein sebagai tersangka kasus pornografi. Firza dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto pasal 32 dan atau pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.