Habib Rizieq Tidak Buron, DPO Dinilai Hanya untuk Mempermalukan

Ngelmu.id – Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Mudzakir menilai, dimasukkannya Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam daftar pencarian orang (DPO) terkesan hanya untuk mempermalukan HRS di dunia internasional.

“Saat ditanya oleh intenasional alasan yang bersangkutan masuk DPO kenapa? Saya rasa ini bukan untuk menghargai orang,” kata Mudzakir saat Republika.co.id, Rabu (31/5).

Dia mengatakan, kepergian HRS ke luar Negeri dianggap bukan ingin menghindari dari masalah dan proses hukum yang menjeratnya. Namun, karena HRS merasa ‘dizalimi’, diperlakukan dengan tidak sesuai oleh hukum yang ada di negaranya.

“Menurut saya, yakinkan dulu bahwa yang bersangkutan itu telah masuk tindak pidana yang sempurna. Beri kejelasan pada publik dengan transparan,” kata Mudzakir.

Perlu diketahui, HRS sudah keluar dari Indonesia sejak 26 April 2017 dan hingga kini belum kembali karena beralasan masih melaksanakan ibadah umrah di Makkah.

Kemudian pada Rabu (31/5) siang, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argi Yuwono menyampaikan bahwa penyidik Polda Metro jaya sudah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk tersangka kasus chat berkonten pornografi Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Habib Rizieq tak Buron, Mengapa Harus Masuk DPO?

Koordinator tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Eggi Sudjana menilai kepolisian tidak perlu memasukkan HRS dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Karena HRS sekarang diketahui keberadaannya di Arab Saudi, tidak buron.

“Tidak tepat karena DPO itu kan untuk pencarian orang yang tidak tahu di mana. Jadi ngapain DPO, kalau serius langsung saja tangkap,” kata Eggi saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (31/5).

Eggi menyebut, seharusnya untuk kasus chat berkonten pornografi yang menjadikan HRS sebagai tersangka sudah dihentikan. Karena baik dari pihak HRS, kata dia, lalu Firza Husein, keduanya menyangkal kebenaran chat tersebut.

Eggi mengatakan, hingga kini praperadilan belum diajukan karena masih menunggu surat kuasa dari HRS. “Pak Sugito masih umrah, tunggu saja. Besok kami (tim kuasa hukum) baru akan rapat kembali,” ungkap Eggi.

Diapun membenarkan adanya rencana HRS, melakukan perpanjangan visa khusus. Hal tersebut dilakukan karena adanya perlakuan diskriminatif secara hukum terhadap HRS. “Nanti aaja tunggu kabar kita sebagai tim lawyer menentukan Habib akan balik atau enggak,” tegas Eggi.

Sebelumnya diberitakan pada Rabu (31/5) siang, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argi Yuwono menyampaikan bahwa penyidik Polda Metro jaya sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk tersangka kasus chat berkonten pornografi Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein pada situs ‘baladacintarizieq’