Haji Lulung: Jika tak Dipenjara, Ahok Jadi Satu-satunya Makhluk di Bumi yang Lolos dari Terpidana

Ngelmu.id – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau biasa
disapa Haji Lulung meyakini, tuntutan ringan yang dilayangkan Jaksa Penuntut
Umum (JPU) tak akan mampu membantu menyelamatkan Ahok dari penjara.

Lulung mengambil kesimpulan berdasarkan fakta-fakta di
persidangan serta sebuah mimpi yang diakuinya sangat tidak biasa.‎
Selain itu, tokoh Betawi ini juga berpendapat, majelis hakim
di Pengadilan Jakarta Utara yang menangani perkara Ahok tidak akan mengabaikan
rangkaian Aksi Bela Islam 411, 212 hingga yang terakhir aksi 55.
Aksi tersebut, menurut Lulung, merupakan puncak pembuktian
betapa rakyat Indonesia sangat berjiwa besar serta mencintai NKRI dengan semua
sistem kenegaraan yang berlaku. “Jutaan rakyat beberapa kali berkumpul di
satu titik. Mereka menyampaikan aspirasi dengan baik menunjukkan akhlaqul
karimah, tidak ada anarkis,” kata Lulung di Jakarta, baru-baru ini.
Dia menyebutkan, sepanjang sejarah penegakan hukum di
Indonesia, setiap tersangka penista agama selalu berakhir di penjara.
Karenanya, menurut dia, bukan rahasia lagi, jika seorang penista agama yang
diseret ke meja hijau seluruhnya divonis penjara atau dihukum berat.
“Nah, jika yang sekarang ini tidak dipenjara, maka Ahok
akan menjadi satu-satunya makhluk di planet bumi Indonesia yang lolos dari
terpidana. Tapi, saya yakin 99 persen Ahok akan menjadi terpidana. Dia akan
mendekam di balik jeruji besi,” tandasnya.
Sehari jelang vonis, kasus penistaan agama Ahok begitu
menyedot perhatian publik. Bukan hanya warga di DKI Jakarta, tetapi juga rakyat
diseluruh penjuru Tanah Air.
Meski baru saja tumbang di Pilkada DKI 2017 lalu, nama Ahok
disebut tetap menjadi pergunjingan luas masyarakat.
Pemicunya, selain karena statusnya Gubernur DKI, Ahok juga
dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan, khususnya dengan Presiden RI Jokowi,
mantan bos Ahok saat sama-sama berkantor di Balai Kota DKI Jakarta pada
2012-2014 silam.‎ ‎Selain itu, publik juga menyoroti tuntutan ringan Jaksa
Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut Ahok dengan hukuman percobaan.
Tidak hanya itu, dalam bacaan tuntutannya JPU juga terkesan
malah berbeda pandangan dengan fatwa para ulama di Majelis Ulama Indonesia
(MUI).  Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin
sebelumnya menyatakan, ucapan Ahok yang mencatut surah Al-Maiddah 51 jelas
berkategori menista Al-Quran.‎
Kumpulan ulama dari seluruh ormas Islam yang ada di MUI
berkesimpulan, bahwa ucapan Ahok tersebut adalah aksi ‘lompat pagar’ dengan
menista kitab suci Agama Islam yang dia sendiri tidak meyakininya.