Hak Seorang Guru Dari Siswanya

Suasana Kelas
Ngelmu.id – Guru merupakan aspek besar dalam
penyebaran ilmu, apalagi jika yang disebarkan adalah ilmu agama. Para pewaris
nabi begitu julukan mereka para pemegang kemulian ilmu agama. Tinggi kedudukan seorang Guru di hadapan Sang Pencipta.
Menurut DR. Umar As-Sufyani
Hafidzohullah mengatakan, “Jika seorang siswa berakhlak buruk kepada Gurunya
maka akan menimbulkan dampak yang buruk pula, 
hilangnya berkah dari ilmu yang didapat, tidak dapat mengamalkan
ilmunya, atau tidak dapat menyebarkan ilmunya. Itu semua contoh dari dampak
buruk.” Pesan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau bersabda,
ليس
منا من لم يجل
كبيرنا و يرحم صغيرنا
و يعرف لعالمنا
حقه
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak
menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak
mengerti hak ulama” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).
Suasana Kelas
Di antara hak seorang Guru dari siswanya
adalah:
1.        Tidak meninggalkan kelas atau majelisnya kecuali
dengan seizinnya.
2.        Para Guru bukan malaikat, mereka tetap berbuat
kesalahan. Tidak mencari cari kesalahannya dan menutupi aib-aibnya.
3.       Jika menemukan sesuatu yang tidak berkenan
darinya, maka nasihatilah ia dalam sepi, di waktu dan tempat yang tepat yang
sekiranya tidak akan membuat malu dan sakit hatinya.
4.        Tidak membanding-bandingkannya dengan Guru yang
lain. Tidak mendebatnya bila pendapatnya berbeda dengan Guru yang lain, dan
tidak meminta sesuatu yang diberikan oleh Guru yang lain namun tidak atau belum
diberikan oleh Gurumu.
5.        
Bila ada yang mesti didiskusikan, maka
diskusilah dengan baik dan menggunakan bahasa terbaik agar tidak menyinggung
perasaannya.
6.     Tidak memaksanya untuk mengajar atau menyimak
(hafalanmu) bila Gurumu sedang istirahat, lelah, atau sedang tidak berkenan.
7.  Tidak membangunkan Gurumu saat ia tertidur, atau
membukakan pintu rumah dengan mengetuknya berulang-ulang, melainkan harus menunggunya
dan menerima pelajaran di bawah keridhaan darinya.
8.     Diperbolehkan berdiri untuk menghormatinya,
mencium tangannya, dan penghormatan lainnya selama tidak berlebihan dan tidak
berujung pada pengkultusan.
9.       Menghormati Gurumu berarti mesti menghormati
keluarganya, anak-anaknya, dan seluruh orang-orang yang dicintainya.
10.    
Menyimaknya dengan sungguh-sungguh saat Guru
memberikan ilmunya.
11.  Kedudukan Gurumu dalam ilmu sama seperti
orangtuamu dalam kehidupan dunia, bahkan kedudukannya lebih tinggi lagi. Maka
penghormatan yang engkau berikan kepada orangtua mesti engkau berikan juga
kepada Gurumu.
12.    
Senantiasa mendoakannya agar ia berada dalam
kebaikan dan keberkahan dan agar ilmunya bisa membawa manfaat bagi umat,
khususnya bagi kita selaku siswanya.
13.    Orang yang mengajarkan satu huruf kepadamu
adalah Gurumu, maka hormatilah ia. Karena satu huruf yang diajarkan kepadamu
lebih besar nilainya daripada 1000 dirham yang engkau berikan kepadanya.
Suasana Kelas dengan Guru
Peran Guru begitu besar untuk memberikan
ilmu untuk bekal masa depan para siswanya. Oleh karena itu sangat pantas mereka
mendapat penghormatan dari siswa-siswanya. Guru bagaikan mengalirkan samudera
ilmu di atas bumi yang tandus, dan membuat bumi jadi subur, dipenuhi dengan
tumbuh-tumbuhan hijau, sehingga menghasilkan buah-buahan yang matang.
Suasana Kelas dengan Guru
Siswa hendaklah menghormati, memuliakan
dan mengagungkannya karena Allah, dan berupaya menyenangkan hati Guru dengan
cara yang baik. Siswa juga mesti bersikap sopan dan mencintai Guru karena
Allah, selektif dalam bertanya, serta tidak berbicara kecuali setelah mendapat
perkenan dari Guru. Jika siswa melakukan kesalahan kepada Guru, maka segera
mengakuinya dan meminta maaf  kepada Guru.