Hakim Bisa Jatuhkan Vonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Ngelmu.id – Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fikar Hajar
berpendapat, majelis hakim boleh menjatuhkan hukuman lebih berat ketimbang
tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa kasus penistaan agama Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok).

“‎Bisa, Kalau hakim kemudian menyimpulkan fakta
persidangan mempunyai dua alat bukti dan dia punya keyakninan, dia bebas untuk
menghukum. Apakah harus hukumannya sama dengan jaksa? ‎Nggak harus sama. Ada
banyak vonis juga yang lebih berat dari (tuntutan) jaksa, tergantung rasa
keadilan yang ada pada hakim,” kata Fikar dikutip dari Okezone, Selasa
(2/5/2017).
Ia berujar, putusan hakim harus memenuhi tiga syarat, di
antaranya ialah seseorang (terdakwa) harus jelas melanggar pasal ‎berapa.
Kemudian, hakim harus adil dalam menjatuhkan putusan.”Misalnya, apakah kalau seseorang dihukum sekian, itu
adil bagi masyarakat,” ujar dia.
Lalu, putusan hakim harus memiliki aspek kemanfaatan.
Artinya apakah dengan hukuman yang dijatuhkan dan kemudian menimbulkan beragam
reaksi dari masyarakat‎, itu bermanfaat atau tidak.
“Tetapi boleh saja hakim memutuskan lebih berat
daripada jaksa, itu boleh,” pungkas dia.
Sekadar diketahui, sidang pembacaan vonis untuk Ahok akan
digelar pada Selasa, 9 Mei 2017 pekan depan. Sebelumnya JPU menuntut Ahok menggunakan Pasal
156 KUHP dengan hukuman satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan.
Hal ini menjadi kontroversi lantaran JPU menghapus dakwaan primer,
yakni Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Alhasil, Ahok hanya dituntut atas
perbuatan penghinaan terhadap golongan.