Sebelum Berkurban

Hal yang Harus Anda Ketahui Sebelum Berkurban

Ngelmu.com, Sebelum Berkurban pada Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi tiba, sudahkah Anda menyiapkan hewan kurban terbaik Anda untuk dikurbankan? Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai makna Hari Raya Idul Adha dan Sebelum Berkurban, tips memilih hewan kurban, hingga tata cara penyembelihan hewan kurban menurut syariat Agama Islam.

Hari Raya Idul Adha berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri. Jika Hari Raya Idul Fitri identik dengan pelaksaan 30 hari puasa sebelumnya, Hari Raya Idul Adha justru identik dengan adanya ibadah haji dan memotong hewan kurban (sapi, kerbau, kambing, domba ataupun unta).

 
Kapan Ibadah Kurban Dilaksanakan?
Ibadah kurban dilaksanakan tepat pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, tepat 70 hari usai perayaan Idul Fitri. Untuk waktu penyembelihan hewan kurban pun dapat dilakukan di tanggal yang sama setelah sholat Hari Raya Idul Adha. Kemudian dapat dilanjutkan pada tanggal 11, 12, dan tanggal 13 Dzulhijjah hingga waktu terbenamnya matahari.
Menjelang Hari Raya Idul Adha tiba, Anda pasti akan sering melihat lapak-lapak hewan kurban bermunculan di pinggir-pinggir jalan. Lahan kosong seketika berubah menjadi kandang sapi dadakan, serta puluhan sapi atau kambing akan siap berjejer untuk Anda beli. Selain itu, ketika Hari Raya Idul Adha akan tiba lapak penjual tusuk sate ataupun arang juga akan ikut menjamur.
Pada hari menjelang Hari Raya Idul Adha, kenaikan harga daging sapi pun turut mengikuti. Hal ini dikarenakan kelangkaan persediaan daging di pasar. Saat Hari Raya Idul Adha tiba masyarakat akan memiliki banyak persediaan daging sapi ataupun kambing. Sehingga masyarakat akan memilih untuk mengonsumsi daging ayam terlebih dahulu. Para pedagang daging di pasar pun jadi tidak berani menstok daging dalam jumlah banyak.
Apa Hukum Melakukan Ibadah Kurban?
Berbagai pendapat bermunculan mengenai hukum untuk melaksanakan kurban. Ada yang meyakini bahwa ibadah tersebut wajib ada pula yang mengatakan bahwa ibadah melakukan kurban hukumnya Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat dianjurkan). Walaupun terdapat perbedaan pendapat tentang hukum berkurban. Para Ulama menyepakati bahwa berkurban adalah suatu ibadah yang disyari’atkan, sehingga sebaiknya para muslim yang mampu untuk melaksanakannya. Hal ini mengingat firman Allah dalam Surat/ayat Al Qur’an terdapat adanya perintah untuk melakukan ibadah berkurban.
Perintah tersebut terdapat pada surat/ayat Al Kautsar (108) ayat 2, Allah berfirman;
فَصَلِّ
لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”
Dari perintah tersebut, Allah meminta untuk setiap umat Islam yang mampu untuk melakukan ibadah kurban. Pada dasarnya kurban ini sendiri diperuntukan untuk orang yang masih hidup. Dalam artian ibadah melakukan kurban dapat dilakukan oleh siapa saja yang mampu untuk membeli hewan tersebut dengan uang yang halal.
Saat berkurban disyariatkan untuk diri Anda sendiri dan keluarga. Namun, jika Anda ingin memperuntukkan kurban tersebut bagi orang yang telah meninggal dunia atas permintaan terdahulu sebelum meninggal (wasiat), hal tersebut
wajib untuk Anda lakukan, walaupun Anda sendiri belum pernah berkurban sebelumnya.
 
Bagaimana Cara Memilih Hewan Kurban yang Baik dan Sehat?
Jika Anda sudah memantabkan diri untuk berkurban, pastikan Anda membeli hewan kurban yang terbaik. Namun seringkali Anda mengalami kebingungan untuk memilih hewan kurban yang baik dan sehat bukan? Berikut beberapa tips yang dilansir dari sapikurban.com, agar Anda tidak salah dalam memilih hewan kurban
1.         Pilihlah hewan kurban yang sudah cukup umur
Pilihlah Sapi atau Kerbau yang kurang lebih sudah berumur 22 bulan. Berbeda halnya dengan kambing atau domba, Anda dapat memilih kambing atau domba yang kira-kira berumur 12 hingga 18 bulan.

 

Jika Anda merasa ragu apakah hewan tersebut sudah mencapai batasan umur tersebut atau belum, ada beberapa metode yang dapat Anda gunakan salah satunya dengan melihat dari gigi hewan ternak tersebut. Ketika melihat gigi hewan kurban tersebut perhatikanlah gigi serinya dan jumlah giginya. Jika giginya sudah berganti dari gigi susu menjadi gigi tetap maka secara langsung ukuran gigi tetap lebih besar dibandingkan gigi susu. Perhatikan pula warna giginya, jika warna giginya putih berarti itu masih gigi susu. Sedangkan jika gigi tetap biasanya berwarna kekuningan, ini terkait dengan lapisan yang berbeda pada kedua gigi tersebut. Sementara untuk hewan sapi atau kerbau, bila satu pasang gigi seri sudah berganti dari gigi susu menjadi gigi tetap berarti umur sapi tersebut sudah sekitar dua tahun.
2.         Pilihlah hewan kurban yang sehat
Ketika Anda ingin memilih hewan kurban yang sehat pada sapi, kambing atau domba Anda dapat melihat dari beberapa aspek fisiknya. Pertama, Anda dapat memerhatikan dari bagian matanya terlebih dahulu. Jika matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Bila ditemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit.
Beralih dari mata, Anda dapat memperhatikan bulunya. Jika bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, dan tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.) berarti hewan tersebut sehat.
Kemudian pada bagian mulut, jika mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Ciri-ciri kambing yang sehat, mulut dan gusinya bersih, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, serta tidak memiliki bercak-bercak perdangan.
Selain ciri-ciri fisik dibagian atas, Anda juga harus memperhatikan ciri-ciri  fisik hewan kurban Anda dari bentuk tubuhnya. Pilihlah hewan kurban yang tidak cacat (tidak kehilangan atau rusak dari salah satu bagian dari tubuhnya). Sikap badan saat berdiri tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kakinya.
Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang. Anda juga harus memperhatikan pergerakan hewan tersebut. Jika hewan tersebut dapat bergerak secara aktif, bersemangat, dan tidak gelisah berarti hewan tersebut sehat.
Selain itu, Anda juga harus berhati-hati jika ingin membeli hewan kurban dimusim hujan tiba. Biasanya hewan-hewan tersebut akan rawan terkena diare dan cacingan. Makanya, sebaiknya Anda juga perlu memerhatikan bagian dubur/anus serta kulitnya. Jika hewan tersebut memiliki dubur/anus yang basah dan kotor bisa jadi itu menunjukan tanda-tanda hewan tersebut sedang diare. Namun jika hewan tersebut terlihat memiliki kulit yang kusam dan badannya kurus berarti hewan tersebut cacingan. Berbeda jika halnya hewan tersebut memiliki kulit yang penuh dengan koreng, itu berarti hewan tersebut mengalami penyakit kulit sceabie.
 
Bagaimanakah Tata Cara Pelaksanaan Kurban?
Usai Anda membeli hewan kurban yang baik dan sehat, pastinya Anda juga ingin mengetahui bagaimana proses penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar bukan? Menurut Hadist Riwayat Al Bukhari, disunnahkan hewan kurban yang kita beli untuk disembelih sendiri, namun jika kita tidak mampu melakukannya sendiri maka dapat di wakilkan.
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : ” ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ وَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا
Dari Anas ra beliau berkata: “Rasulullah SAW ber-Qorban dengan 2 ekor kambing yang putih-putih dan bertanduk, beliau menyembelih dengan tangannya sendiri dengan membaca Basmalah dan Takbir (بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ) serta meletakkan kakinya di dekat leher kambing tersebut.” (HR. Al Bukhari)
Namun, jika Anda tetap berniat memotongnya sendiri, pastikan Anda sudah siap dengan alat potong yang sangat Tajam untuk menyembelih hewan Anda tersebut. Hal ini dikarenakan ketika umat Islam hendak melakukan penyembelihan, maka haruslah dilaksanakan dengan baik dan benar. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
إن الله كتب الإحسان على كل شيئ فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة فإذا ذبحتم فأحسنوا الذبح وليحد
أحدكم شفرته فليرح ذبيحته -رواه مسلم
Artinya:
“Dari Saddadi Ibnu Aus Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya Allah menetapkan supaya berbuat baik terhadap segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, bunuhlah dengan baik. Apabila kamu hendak menyembelih, sembelihlah dengan baik dan hendaklah mempertajam pisaunya dan memberikan kesenangan terhadap binatang yang disembelih.”
(HR. Muslim).
Dilansir dari hidayatullah.com berikut tata cara penyembelihan hewan kurban yang disunnahkan:
Pertama, menggunakan pisau yang tajam, semakin tajam pisaunya, maka akan semakin baik. Namun, sebaiknya ketika akan mengasah pisau yang akan digunakan, janganlah dihadapan hewan yg akan disembelih. Hal ini dapat membuat hewan yang akan disembelih itu takut sebelum disembelih, hal ini didasarkan pada hadist Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma yang mengatakan “Rasulullah SWA memerintahkan agar mengasah pisau tanpa memperlihatkan kepada hewan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah). Sebelum Anda bersiap melakukan penyembelihan sebaiknya
Anda dalam keadaan bersuci (sudah berwudhu).
Kedua, hadapkanlah hewan kurban ke arah kiblat, dan baringkan hewan qurban diatas lambung sisi kirinya.
Ketiga, ketika hewan kurban sudah dalam posisi berbaring dan diam (tidak agresif bergerak) sesuai dengan Hadist Riwayat Al Bukhari letakkanlah kaki Anda pada bagian leher hewan. Namun jangan terlalu kasar, dan disertakan dengan bacaan takbir.
Keempat, bacalah basmalah ketika hendak akan menyembelih. Pastikan ketika proses penyembelihan dimulai hewan di sembelih dengan cepat supaya meringankan rasa sakit yang sedang dialami oleh hewan tersebut. Selain itu juga pastikan bahawa Anda menyembelihnya pada bagian kerongkongan, tenggorokan, atau dua urat leher tersebut telah terpotong dengan pasti. Dan yang terakhir, janganlah Anda mematahkan lehernya hingga hewan tersebut benar-benar dalam keadaan mati tersembelih.
 
Hal Apa Saja yang Harus Diperhatikan dalam Proses Penyembelihan?
Dikutip dari tribunnews.com, Dekan FKH-IPB Prof Dr Drh Srihadi Agungpriyono, saat memberikan pelatihan dan tata cara menyembelih hewan qurban dengan baik dan benar kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kabupaten Bogor menjelaskan bahwa hewan kurban yang akan disembelih dalam keadaan yang tidak stress karena kelelahan ataupun takut, hal ini dapat berakibat pada kualitas dagingnya yang akan menurun.
Selain itu, dalam proses penyembelihan pun sebaiknya ketajaman pisau harus diperhatikan, bila perlu dicoba dengan membelah kertas secara vertikal dengan sekali tebas atau setajam silet,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga mengatakan, saat proses penyembelihan harus dilakukan dengan cepat. Sekali ayunaan pisau dapat langsung memotong tiga saluran yang ada dileher hewan, yakni trakhe, esofagus dan pembuluh darah (vena jugularis, dan arteri carotis comunis di kiri dan kanan.
“Jika tiga saluran ini terpotong sekaligus maka, aliran darah yang keluar dari hewan akan maksimal, hewan pun akan cepat mati, dan membuat lubang yang cukup dalam untuk menampung darah hewan kurban saat disembelih ” katanya.
Tips lainnya yang diberikan ialah, sebaiknya ternak sebaiknya dipuasakan selama 12 jam agar tidak beringas saat disembelih. Sehingga penanganan dagingnya juga lebih mudah karena isi perut sudah berkurang.
 
Usai Berkurban, Inilah Hal yang Sah untuk Dilakukan:
Seperti yang sudah didalilkan didalam Al-Qur’an bahwa usai prosesi penyembelihan selesai, ada baiknya bahwa daging hewan kurban tersebut dibagikan-bagikan.
 لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan[yaitu tanggal 10-13 Dzulhijah] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj [22]: 28)
Ketika hendak melakukan pendistribusian daging hasil berkurban, Anda dapat membaginya dengan jumlah sepertiga untuk disedekahkan,  sepertiga dihadiahkan dan sepertiga lainnya untuk dimakan sendiri. Daging hasil berkurban tersebut pun dapat Anda simpan walaupun lebih dari tiga hari, asalkan Anda meletakannya didalam lemari pendingin agar daging tersebut tidak cepat membusuk.
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنِ ادِّخَارِ لُـحُومِ الْأَضَاحِي فَوْقَ ثَلَاثٍ، فَأَمْسِكُوا مَا بَدَا لَكُمْ
Dahulu aku melarang kalian menyimpan daging qurban lebih dari 3 hari. (Sekarang) tahanlah (simpanlah) semau Kalian.” (HR. Muslim no. 1977 dari Buraidah z)
Anda disyariatkan untuk menyedekahkan sebagian dari hewan tersebut kepada fakir miskin, selain itu Anda juga dapat membaginya kepada orang kaya sebagai hadiah untuk menumbuhkan rasa kasih sayang di kalangan muslimin. Atau, Anda juga dapat memberikannya sebagian dagingnya kepada orang kafir sebagai hadiah dan upaya
melembutkan hati. Hal ini dikarenak ibadah qurban adalah sama seperti shadaqah sunnah yang dapat diberikan kepada orang kafir. Adapun shadaqah wajib seperti zakat, maka tidak boleh diberikan kepada orang kafir.
Jika Anda ragu untuk membagi daging hasil kurban Anda dalam keadaan mentah, Anda dapat membagikan daging qurban tersebut dalam keadaan sudah dimasak. Tidak hanya daging yang dapat Anda bagi, tatapi Anda juga diperbolehkan pula untuk membagikan tulang hewan tersebut.
Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui terlebih dahulu sebelum Anda membeli ataupun melaksanakan ibadah berkurban. Semoga dapat menjadi panduan Anda ketika akan membeli dan melakukan ibadah kurban.