Harusnya Ridwan Kamil tak Ngaku Independen, Tapi Simpatisan Partai Nasdem

Ngelmu.id – Banyaknya bakal calon kepala daerah independen atau
perseorangan di pilkada yang akan digelar pada 2018 nanti menjadi perhatian
publik. Pasalnya, pengertian calon independen dipakai hanya strategi mengelabui
publik agar seolah-olah sang calon bebas dari kepentingan partai politik.

Pemerhati politik Panji Nugraha menjelaskan, para calon
kepala daerah yang ingin menamakan diri sebagai calon independen atau
perseorangan maka harus sesuai aturan dalam UU Pilkada. Yakni mengumpulkan
minimal 6,5  persen dan maksimal 10
persen dukungan (KTP) dari jumlah daftar pemilih tetap. Selain terntunya tidak
diusung oleh parpol.
“Seperti contoh terbaru dan sedang ramai
diperbincangkan yaitu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan dirinya
independen, namun menerima pinangan dari Nasdem dengan salah satu syaratnya
mensuksesi Jokowi di Pilpres 2019. Ridwan Kamil jelas keliru menyatakan dirinya
independen, seharusnya menyatakan bahwa dirinya adalah simpatisan Nasdem karena
menerima syarat pengusungan dari partai politik,” bebernya kepada
wartawan, Rabu (3/5), dikutip Rmol.co.
Panji menilai, jalur independen yang harus ditempuh bakal
calon kepala daerah sangat berat, sama halnya seperti petahana Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin maju secara independen dengan
mengumpulkan sebanyak satu juta KTP melalui organisasi Teman Ahok. 
“Namun
faktanya gagal dan akhirnya diusung oleh partai politik koaliasi PDI Perjuangan
dan Basuki pun memilih menjadi simpatisan,” ujar Panji.
Dia menambahkan, seharusnya para bakal calon kepala daerah
tidak perlu malu menyatakan status sebagai simpatisan parpol tertentu, karena
hal tersebut akan memberikan penjelasan dan pendidikan politik bagi masyarakat
tentang arti sebenarnya dari calon perseorangan.
“Jangan sampai karena sebagian besar masyarakat tidak
suka partai politik maka calon kepala daerah simpatisan partai ini berlindung
dengan mengatasnamakan diri independen agar meraup suara dan simpati rakyat.
Dan pertanyaan tersebut bagus untuk mengungkap status Ridwan Kamil, apakah
calon independen atau simpatisan Nasdem,” tegas Panji yang juga direktur
eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI).