Inilah Ketentuan, Anjuran, dan Larangan Untuk Berihram Yang Wajib Kamu Ketahui

Sebelum melaksanakan ibadah haji,
seseorang yang mendapatkan kesempatan tersebut haruslah berihram. Secara
sederhana Ihram adalah keadaan manusia yang sudah berniat untuk melakukan
ibadah haji dan atau umrah. 
Bagi orang-orang yang sudah melepaskan pakaian yang
membentuk lekuk tubuh dan menjauhi seluruh objek yang tidak dianjurkan dalam
syariat islam ketika Ihram, seperti contoh: wangi-wangian, menikah, dan bahkan
berburu, maka orang tersebut sudah berihram  

Ketentuan

Calon jamaah haji yang akan
berangkat haji harus memakai pakaian ihram. Pakaian itulah yang dipakai oleh
orang yang melakukan ibadah haji dan umrah. Ketentuan pakaian ihram adalah:

1 Pakai Kain Tanpa Jahitan Bagi Laki-laki

Bagi pria memakai dua helai
kain yang tak ada jahitan, dipakai dengan cara diselendangkan di bahu dan satu
disarungkan hingga menutupi pusar sampai dengan lutut. Pada saat melaksanakan
tawaf, calon jamaah haji disunahkan memakai kain Ihram dikenakan dengan cara idtiba, yaitu dengan membuka bahu
sebelah kanan dengan membiarkan bahu sebelah kiri menutup kain Ihram. 

Tidak
boleh memakai baju, celana atau kain biasa. Diperbolehkan memakai ikat
pinggang, jam tangan dan alas kaki yang tidak menutup mata kaki ketika shalat.

2 Bagi wanita memakai pakaian yang menutup
seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.

Mereka yang melaksanakan ihram mempunyai
sebutan tunggal “muhrim” dan untuk jamak disebut “muhrimun”.
Bagi calon jamaah haji dan umrah hal ini harus dilaksanakan sebelum di miqat
dan diakhiri dengan tahallul. 

Sebelum Melaksanakan Ihram, berikut adalah anjuran-anjuran
yang wajib diketahui:

A. Sebelum melaksanakan ihram dianjurkan
calon jamaah haji untuk memotong kuku, mencabut bulu ketiak, menipiskan kumis,
dan mencukur bulu kemaluan.

عَنْ
أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى
الله عليه وسلم- قَالَ
« الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ
الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ ».
Artinya: “Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Fitrah manusia ada lima; khitan, menghabiskan bulu
kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, menipiskan kumis”. (HR. Bukhari
dan Muslim)

B. Sebelum melaksanakan Ihram, Para calon jemaah haji dianjurkan untuk melakukan
mandi yang mengangkat hadats besar termasuk untuk para wanita yang sedang haid
dan nifas.

عَنْ ثَابِتٍ رَأَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَجَرَّدَ لإِهْلاَلِهِ وَاغْتَسَلَ.
Artinya:
“Tsabit radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan pernah melihat Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam melepaskan pakaiannya dan mandi untuk berihram”.
(HR. Tirmidzi)
Anjuran
untuk wanita yang Nifas dan Haid untuk mandi hadats besar:
قَالَ النبي صلى الله عليه و سلم لأسماء بنت عميس رضي الله عنها « اغْتَسِلِى وَاسْتَثْفِرِى بِثَوْبٍ وَأَحْرِمِى ».
Artinya:
“Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Asma binti Umais yang sedang nifas dan ingin
berihram: “Mandi, tutup dengan pembalut dan beihramlah”. (HR. Muslim)

C. Dianjurkan
pula menggunakan wangi-wangian di kepala, janggut  dan badan.

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَرَادَ أَنْ يُحْرِمَ يَتَطَيَّبُ بِأَطْيَبِ مَا يَجِدُ ثُمَّ أَرَى وَبِيصَ الدُّهْنِ فِى رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ بَعْدَ ذَلِكَ.
Artinya:
“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
jika ingin berihram beliau memakai minyak wangi paling wangi yang beliau
dapati, maka aku melihat bekas minyak wangi tersebut di kepala dan jenggot
beliau setelah”. (HR. Muslim)

Larangan

Selain hal-hal
yang Rasulullah anjurkan kepada umatnya yang akan berihram guna melaksanakan
ibadah Haji. Terdapat juga beberapa larangan yang berlaku ketika berihram,
berikut adalah 10 Larangan Ihram yang wajib Kamu ketahui:

1. Para
calon jamaah haji  laki-laki tidak
diperkenankan untuk memakai pakaian yang ada jahitan.

Ibnu
Umar ra mengatakan bahwa seorang sahabat telah bertanya kepada Nabi Muhammad
SAW, “wahai utusan Allah, pakaian apa yang diperbolehkan dikenakan bagi orang
yang berihram?” Muhammad SAW menjawab “ Tidak boleh mengenakan baju,
sorban, celana topi dan khuf ( sarung kaki yang terbuat dari kulit), kecuali
seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf, namun hendaklah ia
memotongnya dari bawah dua mata kakinya dan janganlah kamu mengenakan pakaian
yang dicelup dengan pewarna atau warna merah”.

2. Para
calon jamaah haji wanita tidak diizinkan untuk menutup wajah dan telapak
tangan.

Ibnu
Umar ra, Nabi bersabda “ janganlah seorang wanita berihram mengenakan cadar dan
jangan pula menggunakan kaos tangan”. Namun boleh bagi wanita menutupi wajahnya
bila ada laki-laki yang lewat di dekatnya.

3. Memotong
kuku, bulu atau rambut di badan.

“Dan
janganlah kamu mencukur rambutmu sebelum binatang hadyu sampai di lokasi
penyembelihannya” (Al Baqarah;196)
Ulama juga
telah bersepakat bahwa haram hukumnya memotong kuku bagi orang yang sedang
berihram (al jima oleh Ibnul Mundzir hal 57)
Jamaah diperbolehkan
menghilangkan rambut, namun yang bersangkutan harus membayar fidyah, Allah SWT
menegaskan dalam Al Qur’an masih di surat Al Baqarah ayat 196 “Jika diantara
kamu ada yang sakit atau gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur)maka wajiblah
ia atas membayar fidyah yaitu berpuasa atau bersadaqah atau berkurban”

4. Membunuh
Hewan darat

Allah
SWT berfirman “ Dan diharamkan atasmu menangkap binatang buruan darat selama
kamu dalam keadaan ihram”. ( Al Maidah : 95 ).
Apabila
dilanggar, maka calon Jamaah Haji harus membayar denda dengan membeli makanan
seharga binatang yang diburu atau dibunuh dan menyedekahkan kepada fakir miskin
atau memberi makanan kepada fakir miskin sejumlah 5/6 liter (1mud) untuk per
harinya.

5. Mencabut
tanaman di tanah Haram

Tidak diperbolehkan
untuk mencabut tanaman yang ada di tanah Haram, apabila jamaah ada yang
mencabut atau memotongnya maka akan diberi denda sama dengan membunuh atau
memburu binatang darat.

6. Nikah

Seperti
yang di dalam hadist Utsman dari Usman ra bahwa Nabi bersabda “Orang yang
sedang berihram tidak diperkenankan untuk menikahi, tidak diperkenankan untuk
dinikahi dan tidak boleh melamar.” (Sahih: Mukhtashar Muslim no. 814)

7. Bercumbu

Apabila terdapat diantara jamaah
haji yang berangkat bersama suami atau istri dan melakukan jima’ (hubungan
badan) sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji atau umrah, maka
mereka harus membayar denda atau dam dengan menyembelih seekor unta atau 7 ekor
kambing

8. Mencaci

Guna menghindari berkata-kata
kotor atau mencaci maki, ada baiknya bila jamaah memperbanyak dzikir dalam hati
ataupun secara terang-terangan diucapkan.
Sehingga emosi yang keluar saat
kelelahan melakukan thawaf maka yang terucap adalah kalimat-kalimat istighfar
dan dzikir.

9. Menggunakan wangi-wangian dan
minyak rambut

Wangi-wangian yang dimaksud adalah
parfum, mandi menggunakan sabun yang berbau wangi tidak termasuk dalam kategori
melanggar ihram. Dan termasuk juga tidak diperbolehkan memakai minyak rambut.

10. Bertengkar dan tindak kekerasan

Seperti yang sudah tertulis dalam
surat Al Baqarah 197 “, (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi
barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka
tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa
mengerjakan haji”.