IKADI Prihatin Terjadi Pembubaran Pengajian Ustadz Felix Siauw

Ngelmu.id – Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Achmad Satori Ismail
mengaku perihatin atas pembubaran kajian atau ceramah Ustadz Felix Siaux di
Malang, Ahad (30/4) kemarin. Ini lantaran konten kajian tersebut diketahui
bukanlah membahas hal-hal yang terkait SARA, tindakan provokatif atau pemecahan
NKRI.

“Ini kan kajiannya juga berbicara tentang menikah muda,
ajakan agar umat Islam itu jauh dari hal-hal kemaksiatan, dari pada berzina
lebih baik menikah muda, itu lebih indah. Tapi jika dibubarkan polisi begitu
saja kan prihatin kan,” kata Achmad dikutip Republika.co.id, Selasa (2/5).
Menurut Achmad, jika pembubaran yang dilakukan oleh Polisi
terhadap pengajian Ustaz Felix hanya dikarena perizinan itu sangat disayangkan
sekali. Selama ini, tegas Achmad, pengajian-pengajian itu memang tidak pernah
ada izin, karena termasuk dalam kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat
yang dilindungi UUD.
Dia juga mengungkapkan, hingga kini tidak ada pengajian yang
kemudian menyuruh jamaah untuk melakukan pengrusakan. “Kecuali jika memang
kumpulnya itu untuk melakukan perusakan di dalam kehidupan bernegara, yang
memicu kegaduhan di masyarakat,” kata Achmad.
Dia menyarankan, jika menemukan pengajian seperti demikian,
cara peringatannya jangan langsung dibubarkan, namun lakukan dengan dialog
terlebih dahulu. Hal tersebut diupayakan untuk menjaga kegaduhan  yang berlebih.
Sebelumnya, pada Ahad (30/4) pembubaran kajian Islam Felix
Siauw yang digelar disalah satu Hotel di kota Malang oleh aparat polisi
setempat. Alasan acara tersebut dibubarkan diduga lantaran polisi mendapat
tekanan dari sala satu organisasi masyarakat.