Ini Alasan Jaksa Agung tak Juga Cabut Banding Kasus Ahok

Ngelmu.id, JAKARTA – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengaku belum menentukan sikap, apakah akan mencabut atau tidak memori banding atas vonis terhadap terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Sampai saat ini masih belum ada sikap. Masih lihat seperti apa perkembangannya. Nanti akan kita bahas,” ucap Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

Menurut Prasetyo, ada dua alasan mengapa Kejaksaan tak mencabut memori bandingnya, padahal Ahok sendiri sudah mencabut banding atas vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim.

Alasan pertama yakni adanya standar operasional prosedur (SOP) dimana ketika terdakwa banding, jaksa juga harus mengajukan banding. Alasan lain adanya perbedaan persepsi dan kualifikasi pasal antara pihaknya dengan putusan pengadilan.

“Saya juga berulang kali katakan adanya perbedaan persepsi dan kualifikasi pasal yang dinyatakan oleh kejaksaan dan pengadilan,” ungkapnya.

Di samping dua alasan pokok tadi, Prasetyo berdalih proses banding ini untuk mengkaji mana yang lebih tepat penerapan pasalnya.

“Tentu tujuannya luas. Kita tidak mau dan menghindari ke depan, betapa mudahnya orang menuduh orang lain melakukan penistaan agama. Tentunya harus kita hindari. Bahkan mencegah jangan sampai nanti tokoh idolanya pun tidak boleh disentuh. Meskipun ada masalah yang harus diselesaikan dengan proses hukum,” paparnya.

Diketahui Ahok divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara karena terbukti melanggar Pasal 156a KUHP tentang penistaan terhadap agama.

Vonis untuk Ahok ini lebih berat dari tuntutan jaksa ketika persidangan. Jaksa menuntut Ahok melanggar Pasal 156 KUHP tentang penistaan terhadap golongan.

Dalam dakwaan itu, jaksa menuntut Ahok dengan hukuman penjara 1 tahun dengan percobaan 2 tahun. Atas perbedaan vonis hakim dan tuntutan ini yang membuat jaksa akhirnya mengajukan banding perkara yang menjerat Ahok.