Ini Dia Pandangan-Pandangan Habibie Yang Menginspirasi

Bacharuddin Jusuf Habibie adalah
tokoh visioner dan dikenal memiliki pemikiran-pemikiran yang dinamis untuk
memajukan bangsa. Di dunia Internasional, nama Habibie diposisikan sebagai
orang yang berperan penting dalam kemajuan teknologi industri penerbangan. Di
Indonesia, Habibie dikenal dengan cerita cintanya yang melegendaris bersama
mendiang Ibu Ainun. 
Habibie sangat giat dalam
memajukan standar pendidikan Indonesia dan mewadahi pemuda-pemuda Indonesia
yang ingin sukses seperti dirinya. Ini terbukti dengan lahirnya Habibie Center,
sebuah lembaga beasiswa bagi pemuda Indonesia yang ingin melanjutkan
pendidikannya ke Eropa.
Tak sekedar cinta, prestasi dan
kontribusinya saja yang menjadi inspirasi pemuda Indonesia, namun Habibie juga
memiliki pemikiran-pemikiran yang menginspirasi kita semua loh. Penasaran?
Berikut ini adalah pemikiran inspirasi dari Bacharuddin Jusuf Habibie.

Tentang Islam

Habibie adalah sosok yang taat
beragama, bahkan di masa tuanya sepeti ini. Habibie hanya tidur 5 jam dalam
sehari dikarenakan beliau lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca Yaasin
dan Tahlil juga sholat. Habibie juga sering mengatakan bahwa Islam bukanlah
agama yang mengajarkan terorisme. Hal itu pernah disampaikannya dalam sebuah
seminar “Demokrasi dan Islam”. Saat itu Habibie menjadi pembicarannya.
Habibie percaya bahwa Islam tidak
ada keterkaitan dengan aksi kekerasan berbau agama yang kerap terjadi. Karena
Islam adalan agama yang sangat dekat dengan nilai demokrasi.
Meskipun Allah memerintahkan
hambaNya untuk beribadah, namun itu tidak ada keterpaksaan dan bukanlah sesuatu
yang merugikan.
Habibie menjelaskan bahwa, Islam
itu secara tidak langsung mengajarkan kita untuk berolahraga dan menjaga
kesehatan jasmani dan rohani umatnya. Sholat fardhu misalkan, sholat merupakan
kewajiban yang harus dilaksanakan bagi semua umat islam. Sholat adalah cara
manusia untuk mendapatkan ketenangan bathin.
Habibie berpendapat cara untuk
mengagungkan Dia Yang Maha Agung adalah dengan cara bersujud. Bersujud adalah
posisi untuk memuji Allah Yang Maha Tinggi.

ICMI

Habibie merupakan orang yang
berpengaruh dalam munculnya ICMI atau Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia. ICMI
dibentuk pada tanggal 7 Desember 1990 di sebuah pertemuan kaum cendekiawan
muslim di Kota Malang tanggal 6-8 Desember 1990.
Habibie menerapkan tiga hal yang
menjadi pandangan dasar ICMI yaitu ke-Islaman, ke-Indonesia, dan
ke-Cendekiawanan. Sifat dasar ke-Islaman memberinya landasan bagi
pandangan-pandangan yang universal, sehingga keberadaannya dapat memberikan
manfaat kepada lingkungannya. Sifat ke-Indonesiaan menyediakan lingkup
penerjemahan pandangan ke-Islaman dalam konteks ruang dan zaman modern dengan
berlandaskan akar budaya Indonesia. Sifat ke-Cendekiawanan merupakan tumpuan
amanat khusus yang diemban ICMI dalam perjuangan membangun masyarakat dan
bangsa dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berlandaskan
Iman dan Taqwa (IMTAQ).

Islam Nusantara

Menurut Habibie, terdapat
kolerasi antara Bangsa Cina dan juga perkembangan islam di Indonesia. Habibie
menjelaskan kehadiran Islam di Nusantara. Sang teknokrat berusia gaek ini mengatakan
Islam hadir di Indonesia berkat kedatangan bangsa China, melalui Laksmana Cheng
Ho.
Di dalam ceramahnya di salah satu
masjid di Jakarta, Habibie mengungkapkan “Hadiah terbesar bangsa China ke
Indonesia adalah agama Islam,”
Ketika jalur  perdagangan sutra dibuka, Islam sampai ke
China. Kemudian Laksamana Cheng Ho datang ke Nusantara membawa misi damai dan
Islam pun menjadi dikenal luas oleh masyarakat Indonesia saat itu.
“Hal inilah yang sering saya
katakan ketika saya bertemu siapapun, termasuk para tokoh dunia. Ketika saya di
China, saya diberitahu umat Islam yang saya temui ini adalah orang-orang yang
memperkenalkan Islam ke negara anda. Saya bilang ke pimpinan Beijing, saya
bilang ke pimpinan Jerman, agama Islam datang ke Indonesia dalam damai, bukan
dengan peperangan,” kata Habibie.

Tentang NKRI

Di dalam mata Habibie, Indonesia
adalah negara yang pluaristik. Meski Indonesia terdiri dari penduduk yang
mayoritas memeluk agama Islam terbesar di dunia, dengan angka 221,8 juta umat
Islam, tapi Indonesia tetap bukanlah negara Islam. Negara Kesatuan Republik
Indonesia menyimpan ratusan suku, etnis dan agama yang bervariasi.
Indonesia memiliki media yang
ampuh untuk menyatukan aneka ragam budaya, agama dan etnis. Pancasila adalah
media yang tepat untuk mengikat bangsa.
Bahkan Habibie pernah dengan
bangganya menyarankan Jerman untuk menerapkan dan mengadaptasi apa yang berlaku
di Indonesia seperti budaya hidup berdampingan antar umat beragamanya.

Kriteria Pemimpin Menurut Habibie

Untuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia, Habibie memiliki penilaian tersendiri dalam memilih pemimpin. Seperti
yang di kutip dari Republika.co.id pemimpin harus memiliki wawasan yang menjadi
daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan.
“Dalam hal ini yang penting
ada wawasan. Ini adalah daya atau kekuatan untuk lakukan perubahan. Tiap
pemimpin harus lakukan perubahan,” ujar Habibie. Wawasan tersebut merupakan
daya dorong tegaknya kreativitas. “Seorang pemimpin harus kerja keras, 24 jam
mengabdi,” tambah Habibie.
Habibie juga mempunyai visi yang
modern, meskipun umurnya yang sudah tidak muda lagi namun perkembangan
teknologi juga masih menjadi perhatian Habibie. Contohnya kehadiran Pokemon Go!
Saat menghadiri Halalbihalal di Universitas Indonesia Beliau mengatakan “Saya
pikir game itu nggak bener. Nggak boleh
main itu (Pokemon Go),” diperjelas dengan kalimat “Kalau ingin
menjadi presiden, jangan main Pokemon Go,” tegas Habibie.

Tentang Industri Penerbangan
Indonesia

Indonesia adalah negara dengan
geografis ribuan pulau di dalamnya, memerlukan penguasaan Teknologi yang
berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. 
Beliau tak pernah melupakan
kejadian pemecatan masal karyawan PT Dirgantara Indonesia, industri Penerbangan
yang dibangun olehnya saat itu. Habibie merasakan sepinya Indonesia yang
ditinggal oleh ilmuwan-ilmuwan top industri penerbangan Indonesia akibat pemecatan massal tersebut.
Dia mengatakan, awalnya industri
penerbangan Tanah Air dia rintis hanya dengan 20 orang pekerja dalam Institut
Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Kemudian, industri penerbangan berjaya dan
berhasil mempekerjakan sekitar 48.000 orang.
Mereka yang bekerja di IPTN
adalah orang-orang pilihan Indonesia yang disekolahkan pemerintah untuk bisa
melanjutkan jenjang S-1 hingga S-3 di luar negeri. Putra-putri Tanah Air itu
kembali ke Indonesia dan bergabung bersama Habibie untuk merakit
pesawat-pesawat udara buatan asli bangsa ini.
IPTN harus ditutup pada masa
Krisis Moneter, lantaran Presiden Soeharto memutuskan menerima bantuan dari IMF
dengan syarat proyek pengerjaan N-250 kebanggaan Habibie harus dihentikan.
“Saya serahkan 48.000 orang
dan saya serahkan semua itu untuk membuat apakah kereta api, pesawat terbang,
apa senjata. Total turn over 10 juta
dollar AS, tapi karena reformasi diimbau oleh IMF, kita ramai-ramai
membunuhnya. Di kacamata saya, itu kriminal,” ujar Habibie dengan
emosional.

Tentang Cinta

Sosok cinta yang ditanam oleh
Habibie bersama sang istri Ainun sangatlah sederhana namun panjang sekali
jalannya. Meskipun Habibie berlatar belakang sebagai teknokrat, Habibie ternyata
masih sangat lugas menerjemahkan makna cinta di dalam kehidupannya.
Habibie memaknai cinta sebagai
energi positif yang bisa menggerakkan kehidupan menjadi lebih indah.
Cinta sejati adalah cinta yang
bejalan tanpa batas, karena cinta dapat dijadikan arti juga kepada pasangan,
orang tua, bahkan kepada bangsa dan negara.
Hal dasar yang membangun cinta
itu seperti rasio, emosi, group manusia, karya sesama manusia, keahlian harus
saling berisenergi. Cinta bisa mensinergikan kelima hal tersebut.
Manusia harus senantiasa
berusaha, agar rasio dan emosi bersinergi positif lalu bersinergi dengan
jodohnya.

Tentang Anak Muda

Jadilah mata air jernih yang
memberikan kehidupan kepada sekitarmu.  Manusia
di muka bumi ini di berikan oleh Allah SWT. Tidak di bedakan apakah dia dari
lingkungan dengan keadaan sosial yang menguntungkan atau tidak.
Bagi Habibie, semangat anak muda
haruslah dituntun ke arah yang positif. Jangan sampai pemuda terbawa ke arus
yang negatif. Dahulu Habibie sering
menghabiskan waktu untuk bermain game dan berolahraga. Namun karena terlalu
sering bermain game membuat orangtua Habibie akhirnya membakar game kesukaan Habibie.

Dalam acara seminar Internasional
yang dilaksanakan oleh Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar dengan Rabithah
Al-A’lam Al-Isami (Liga Dunia Islam) Cabang Indonesia, Habibie mengingatkan
anak muda untuk tak melupakan ajaran agama di manapun dan kapanpun, saat kaya,
saat miskin, saat senang ataupun susah “Jadilah anak muda yang produktif,
sehingga menjadi pribadi yang profesional dengan tidak melupakan dua hal, yaitu
iman dan takwa, “
Habibie selalu mengatakan Tuhan
memberikan waktu 24 jam sehari, sebaiknya waktu tersebut dimanfaatkan dengan
kegiatan yang menambah ilmu pengetahuan seperti membaca buku.

Tentang Budaya

Habibie menyadari, Indonesia
terkenal akan keaneka ragaman udaya. Namun tak semua budaya Indonesia dikenal
dunia. Untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia, kegiatan-kegiatan
yang digerakkan organisasi sangatlah urgen. Beliau juga pernah sukses
menyelanggarakan seminar PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) se Eropa dalam
rangka mencari solusi dan jalan keluar dari permasalahan Indonesia.

Tentang Masa Depan Indonesia

Habibie mengatakan bahwa masa
depan Indonesia sangat mungkin cerah apabila masyarakatnya yang
“jempolan” mau bekerja keras dan didorong dengan karya nyata.
Mantan Presiden Republik
Indonesia ke-3 Bachruddin Jusuf Habibie mengatakan bahwa masa depan Indonesia
sangat mungkin cerah apabila masyarakatnya yang “jempolan” mau
bekerja keras dan didorong dengan karya nyata.

Tentang Film

Saat ini film Indonesia membuat
Habibie terkesan, terutama kualitasnya yang mulai jauh lebih baik. Film
Indonesia memiliki banyak kesan edukatif dan plot yang digambarkan sangatlah
tersusun dengan rapih. Semoga film Indonesia dapat selalu menjadi tontonan yang
berpendidikan.

Tentang Penegakan Hukum

Penegakan hukum di Indonesia
haruslah obyektif, tetapi subyektif terhadap kepentingan rakyat. Jangan berpihak
dengan mereka yang tidak bisa menegakkan hukum. Hukum di Indonesia itu harus
dibiasakan jelas dan tidak berat sebelah.