Ini Dia Protes Istana Pada Majalah Tempo Terkait Pilkada Jakarta

Ngelmu.com – Kepala biro pers media dan informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, menyampaikan rilis yang isinya menyatakan bahwa laporan utama majalah Tempo tidak benar

Pihak istana menegaskan bahwa ada informasi yang tidak akurat dalam artikel Laporan Utama majalah Tempo 19-25 September 2016 yang berjudul “Goyah Karena Hasil Survei”.

Tidak benar Presiden telah bertemu dengan Budi Arie Setiadi ketua umum Projo di Istana Merdeka pada hari Kamis 15 September 2016. Presiden juga tidak pernah berkomunikasi melalui telepon maupun media komunikasi lainnya dengan Budi mengenai calon Gubernur DKI Jakarta.

Informasi yang tidak benar ini justru menjadi dasar penulisan laporan utama tersebut sehingga laporan itu dapat menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat tentang posisi Presiden. Kalimat “Jokowi mengatakan mengusung Risma lebih aman secara politik dan berpeluang besar menang,” yang ditulis Tempo adalah tidak benar dan sama sekali tidak berdasarkan fakta.

Presiden Joko Widodo tidak mendukung salah satu bakal calon Kepala Daerah mana pun. Presiden menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme Pilkada sesuai Undang-Undang yang ada tanpa ikut campur terkait dengan penentuan calon kepala daerah.

Pihak istana lalu meminta Tempo menjunjung tinggi profesionalisme dan kode etik jurnalistik, dan memuat secara utuh surat teguran istana sebagai hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999.  (FR)