Ini Dia Strategi Pencarian Di Google Lebih Pilih Ahok

Foto: www.maxmanroe.com

Ngelmu.com – Fenomena pencarian di google yang lebih memilih Ahok ternyata ada strateginya. Fenomena ini bahkan digunakan oleh Basuki Tjahaya Purnama untuk “mengejek” pernyataan lawan politiknya.

Tuduhan bahwa google bisa dibayar atau adanya tim relawan Basuki yang bekerja di google sepertinya bisa saja terjadi tapi sebenarnya tuduhan itu terlalu jauh.

Salah satu pendiri awesometric , Ismail Fahmi memberi sebuah “clue”.

Ismail menuliskan rekomendasi tersebut bekerja berdasarkan algoritma. Dia menilai rekomendasi Google tersebut bukan muncul karena kemiripan kata, namun karena tergantung dari permintaan yang diketikkan dalam mesin pencarian.

“Jadi itu tergantung dari query (permintaan pencarian) yang diajukan oleh orang-orang sebelumnya, yang memiliki kemiripan dan yang menghasilkan results yang mirip. Semakin sering orang tanya sebuah query, maka itu akan dijadikan rekomendasi oleh Google,” jelas Ismail dalam akun Facebooknya dikutip Selasa, 4 Oktober 2016.

Kemunculan rekomendasi ‘sungai bersih karena Ahok’ lantaran tren pencarian dengan kata kunci tersebut muncul dalam beberapa bulan lalu.

Ismail mengatakan, permintaan pencarian itu muncul murni karena tren pencarian itu bukan direkayasa oleh tim teknologi informasi yang mengatur referensi pada pencarian Google.

“Itu murni (query) dari jutaan, ribuan atau ratusan pengguna,” jelasnya.              

Jadi kuncinya ada di pekerjaan ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan jempol sebelumnya. “Query bombing! as simple as that,” tulis Tommi salah satu rekan kerja Ismail Fahmi melalu pesan whatssapp.

Jadi kalaupun membuat “fenomena pencarian di google” itu bisa “dibayar” ya nggak salah juga. Tinggal kasih upah saja orang untuk mengetikan kata pencarian tertentu sebelumnya, sebanyak mungkin, kayak bikin bom pencarian.

Ya, query bombing rahasianya!